Showing posts with label Kinerja 2008. Show all posts
Showing posts with label Kinerja 2008. Show all posts

Monday, May 5, 2008

Segmen Lepas Pantai Dorong Apexindo

JAKARTA, Koran Tempo -- PT Apexindo Pratama Duta Tbk membukukan kenaikan laba bersih 72,9 persen pada kuartal pertama 2008 dari US$ 10,2 juta pada periode yang sama tahun lalu menjadi US$ 5,9 juta.

Kenaikan laba ini didorong oleh peningkatan pendapatan sebesar 55,4 persen, dari US$ 36,1 juta menjadi US$ 56,1 juta. Kondisi ini didukung oleh peningkatan kontribusi pendapatan dari segmen lepas pantai sebesar 101 persen, menjadi US$ 40,4 dari sebelumnya US$ 20,1 juta tahun lalu. "Harga sewa beberapa rig lepas pantai, di antaranya Maera, Raniworo, dan Soehanah, naik dan adanya kontrak-kontrak baru," kata Direktur Keuangan Apexindo Agustinus B. Lomboan dalam siaran pers.

Tingkat utilisasi lepas pantai naik hanya 2 persen dibanding 87 persen pada tahun lalu. Menurut Agustinus, tipisnya kenaikan itu karena beberapa rig baru saja memulai proyek pada awal tahun dan harus menjalani dry-docking pada pertengahan Februari lalu.

Kontribusi pendapatan dari segmen darat turun 1,9 persen dari US$ 16 juta menjadi US$ 15,7 juta. Penyebabnya, tingkat utilisasi turun menjadi 57 persen dari 63 persen dibanding tahun sebelumnya. "Rig 15 dalam status idle, sedangkan Rig 2 dan Rig 14 berada dalam persiapan mengawali proyek baru," ujarnya. Sorta Tobing

Wednesday, April 30, 2008

Apexindo Bukukan Marjin Keuntungan Mengesankan pada Kuartal I 2008

JAKARTA, investorindonesia.com --- PT Apexindo Pratama Duta Tbk (Persero) mencatat keuntungan secara signifikan yang ditunjukkan oleh kenaikan EBITDA marjin menjadi 56,7% dari 42,7% pada tahun lalu. Kondisi ini didukung oleh peningkatan EBITDA sebesar US$ 31,8 juta atau melonjak sebesar 106.5 % dari US$ 15,4 juta pada kuartal pertama tahun 2007.

EBITDA yang lebih tinggi disebabkan oleh peningkatan laba operasi secara signifikan sebesar 111,1% menjadi US$ 20,9 juta dibandingkan dengan US$ 9,9 juta pada tahun lalu.

Demikian Laporan Keuangan yang tidak diaudit untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2008 dan 2007 yang diserahkan kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Rabu (30/4).

“Marjin keuntungan yang sangat baik telah menempatkan Apexindo menjadi salah satu perusahaan pemboran di dunia yang memiliki profitabilitas yang sangat baik. Kondisi ini menunjukkan kedisiplinan kami dalam menerapkan strategi-strategi Perseroan, di antaranya terus menerapkan efisiensi dan memanfaatkan tingginya permintaan terhadap peralatan pemboran,” kata Agustinus B Lomboan, Direktur Keuangan Apexindo dalam siaran persnya yang diterima investorindonesia.com.

Pada dasarnya, peningkatan profitabilitas didorong oleh peningkatan pendapatan menjadi US$ 56,1 juta atau naik 55,4% dari US$ 36,1 juta yang didukung oleh kontribusi segmen lepas pantai. Kontribusi pendapatan dari segmen lepas pantai meningkat secara meyakinkan sebesar 101,0% untuk tahun ini, yaitu dibukukan pada angka US$ 40,4 juta dibandingkan US$ 20,1 juta pada tahun lalu. Hal ini lebih disebabkan oleh kenaikan harga sewa yang diperoleh melalui beberapa rig lepas pantai – di antaranya Maera, Raniworo, dan Soehanah – dengan kontrak-kontrak barunya, dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2007.

Sementara, tingkat utilisasi lepas pantai naik tipis sebesar 2% dari 87% yang dibukukan tahun lalu. Menurunnya tingkat utilisasi lepas pantai pada kuartal pertama tahun 2008 disebabkan oleh berbagai kondisi seperti Raniworo yang baru saja memulai proyek terbarunya dari Santos pada akhir bulan Januari tahun ini dan Raissa yang harus menjalani drydocking sejak pertengahan Februari hingga pertengahan Maret. Maera juga telah menjalani drydocking sejak pertengahan Maret dan telah selesai pada pertengahan April. (*/gor)

Kuartal I-2008 Pendapatan Apexindo USD56,1 Juta

Hadi Suprapto – Okezone, JAKARTA - PT Apexindo Pratama Duta Tbk untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2008, mencatat peningkatan profitabilitas perseroan. Peningkatan profitabilitas ini, ditunjukkan oleh kenaikan EBITDA marjin sebesar 56,7 persen, sebelumnya 42,7 persen.

Kondisi ini didukung oleh peningkatan EBITDA sebesar USD 31,8 juta atau melonjak sebesar 106,5 persen dari USD 15,4 juta pada kuartal pertama tahun 2007.

EBITDA yang lebih tinggi disebabkan oleh peningkatan laba operasi secara signifikan sebesar 111,1 persen menjadi USD20,9 juta, dibandingkan dengan USD9,9 juta pada tahun lalu.

Direktur Keuangan Apexindo Agustinus B Lomboan mengatakan, pendapatan perseroan sebesar USD56,1 juta, atau naik 55,4 persen dari USD36,1 juta yang didukung oleh kontribusi segmen lepas pantai.

Kontribusi pendapatan dari segmen lepas pantai meningkat secara meyakinkan sebesar 101 persen untuk tahun ini, yaitu sebesar USD40,4 juta.

"Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga sewa yang diperoleh melalui beberapa rig lepas pantai, di antaranya Maera, Raniworo, dan Soehanah dengan kontrak-kontrak barunya," katanya. (hsp)

Tuesday, April 1, 2008

Apexindo Cetak Laba Bersih 2007 Sebesar US$ 34,3 Juta

JAKARTA, investorindonesia.com --- Perusahaan pengeboran minyak PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) sepanjang 2007 mencetak laba bersih US$ 34,3 juta, atau naik 8,9% dibandingkan 2006 sebesar US$ 31,5 juta.

"Laba bersih pada 2006 sebagian disokong oleh keuntungan swap non kas, sedangkan laba bersih 2007 ini benar-benar merefleksikan kinerja operasional perseroan," kata Direktur Keuangan Apexindo, Agustinus B Lomboan di Jakarta, Selasa, seperti dilansir Antara.

Sementara itu total pendapatan 2007 naik 65,8% menjadi US$ 163,3 juta dibandingkan 2006 sebesar US$ 98,5 juta. "Peningkatan pendapatan ini terjadi karena adanya penerimaan kontrak baru maupun perpanjangan kontrtak kerja dari para klien," ujarnya.

Dia mengakui terjadi peningkatan beban-beban biaya pada aktivitas pengeboran darat maupun lepas pantai. Namun kenaikan itu berada pada peningkatan yang lebih rendah dibandingkan dengan peningkatan pendapatan.

Karena itu, katanya, profitabilitas yang menguat pada 2007, sehingga marjin EBITDA (laba bersih sebelum pajak, bunga, depresiasi dan amortisasi) tercatat 50,5% dibandingkan sebelumnya 41,6%. (*)

Friday, December 21, 2007

Pendapatan Tembus US$ 246 Juta, Apexindo Percepat Pelunasan Utang US$ 120 Juta

JAKARTA, Investor Daily --- Perusahaan pengeboran tambang PT Apexindo Pratama Duta Tbk akan mempercepat pelunasan utang sebesar US$ 120 juta atau sekitar Rp 1,12 triliun. Perseroan melunasi kewajiban kepada sindikasi lembaga keuangan asing, antara lain Natexis Banques Populaires, Standard Chartered Bank, Goldman Sachs, PMA Investment Advisors, dan United Overseas Bank.

Direktur Apexindo Agustinus B Lomboan mengatakan, percepatan pelunasan utang sebagai salah satu solusi untuk mengurangi beban bunga. Sebab, bunga pinjaman mengacu London Interbank Offered Rate (LIBOR) + 2,15% untuk porsi amortisasi dan 10,5% bunga tetap untuk porsi bullet. Utang akan jatuh tempo hingga tahun 2016.

“Jadi, jatuh temponya masih sembilan tahun lagi, sehingga bisa membebani keuangan kami,” kata dia usai paparan publik perseroan di Jakarta, Rabu (19/12).

Pinjaman perseroan semula berjumlah US$ 125 juta. Utang itu dipakai membangun rigs jack up Soehanah tahun 2006. Namun, tahun ini Apexindo sudah mencicil utang senilai US$ 5 juta, sehingga berkurang menjadi US$ 120 juta.

Menurut Agustinus, pelunasan utang sebesar US$ 120 juta sekaligus mengurangi total kewajiban menjadi US$ 79 juta atau sekitar Rp 734,7 miliar. Sisa utang tersebut merupakan kewajiban obligasi Apexindo Pratama Duta I Tahun 2005 dan Syariah Ijarah Apexindo Pratama Duta I tahun 2005 yang jatuh tempo 2010.

Apexindo juga berencana membeli kembali (buyback) obligasi tersebut pada 2008. Semula rencana buyback tersebut akan dilakukan hingga batas waktu pada 31 Desember 2007. Namun, pembayaran ditunda tahun depan, sebab harga obligasi di pasar saat ini cukup tinggi sebesar 103%.

“Kami tetap memasukkan rencana buyback obligasi, karena salah satu solusi mengurangi beban bunga selain percepatan utang. Tapi, kalau untuk obligasi, kami menunggu situasi pasar agar tidak terlalu mahal,” tutur dia.

Pembelian kembali obligasi juga bermanfaat ganda bagi Apexindo. Selain mengurangi beban bunga, surat utang ini dapat dijual kembali. Peluang buyback obligasi juga terbuka, mengingat perseroan akan memiliki kas internal senilai US$ 100 juta pada 2008.

Jangka Panjang
Sementara itu, Dirut Apexindo Hertriono Kartowisastro menambahkan, tahun depan perseroan diperkirakan membukukan pendapatan sebesar US$ 246,4 juta. Pendapatan ini ditopang pertumbuhan kontrak.“Sebesar 90% kontrak yang diperoleh bersifat jangka panjang, terbesar dari Total E&P Indonesie,” jelas Hertriono.

Total E&P Indonesie telah memberi kontrak pengeboran tambang kepada Apexindo senilai US$ 506,5 juta selama tahun 2007-2012. Sedangkan nilai kontrak VICO mencapai US$ 85,8 juta pada 2007-2010. Perseroan juga masih memiliki sisa kontrak Santos US$ 166,7 juta untuk tahun 2008-2010 dan Chevron Geothermal Salak Ltd US$ 21,6 juta hingga 2008.

“Ada tiga rigs yang masih menunggu kontrak baru atau perpenjangan, sehingga ada peluang memperoleh pendapatan di atas US$ 246,4 juta tahun depan,” ujar dia.

Oleh Jauhari Mahardhika