Showing posts with label Kontrak Pengeboran. Show all posts
Showing posts with label Kontrak Pengeboran. Show all posts

Tuesday, July 1, 2008

Apexindo raih kontrak dari VICO

JAKARTA, Bisnis Indonesia: Anjungan pengeboran Rig 8 milik PT Apexindo Pratama Duta Tbk meraih kontrak baru dari VICO Indonesia di Semberah, Kalimantan Timur senilai US$2,8 juta untuk mengebor lima sumur lebih dari 230 hari.

Dalam siaran pers dari Apexindo kemarin disebutkan Rig 8 akan memperoleh kenaikan harga sewa harian dibandingkan dengan harga sewa sebelumnya.

"Peningkatan aktivitas di bisnis pengeboran darat di Indonesia menciptakan dampak positif untuk Apexindo. Permintaan yang tinggi akan rig darat secara langsung memengaruhi harga sewa harian," tutur Dirut Apexindo Hertriono Kartowisastro, kemarin. (Bisnis/wiw)

Apexindo Raih Kontrak US$ 2,8 Juta

JAKARTA, Koran Tempo -- PT Apexindo Pratama Duta Tbk meraih kontrak baru dari Vico Indonesia senilai US$ 2,8 juta (sekitar Rp 26 miliar). Melalui kontrak itu, perseroan akan menggunakan rig 8 untuk mengerjakan lima sumur pengeboran di Semberah, Kalimantan Timur, selama 230 hari.

Peningkatan aktivitas bisnis pengeboran darat di Indonesia, kata Direktur Utama Apexindo Hertriono Kartowisastro dalam siaran persnya kemarin, berdampak positif bagi Apexindo. "Permintaan rig darat meningkat dan secara langsung mempengaruhi harga sewa harian," ujar dia. SORTA TOBING

Apexindo Raih Kontrak Baru VICO

JAKARTA,SELASA, Kompas Cyber Media - Rig 8 milik PT Apexindo Pratama Duta Tbk mendapatkan kontrak baru dari VICO Indonesia di Semberah, Kalimantan Timur untuk pengerjaan 5 buah sumur pemboran atau selama kurang lebih 230 (dua ratus tiga puluh) hari.

Kontrak itu, bernilai sekitar 2,8 juta dollar AS dimana Rig 8 mendapatkan peningkatan harga sewa harian dibandingkan dengan kontrak sebelumnya. "Peningkatan aktivitas di bisnis pemboran darat di Indonesia menciptakan dampak yang positif bagi Apexindo dimana tingginya tingkat permintaan terhadap rig darat secara langsung mempengaruhi harga sewa harian," ujar Direktur Utama Apexindo Hertriono Kartowisastro dalam menurut siaran pers yang diterima Kompas.com.

Rig 8 adalah salah satu dari rig-rig darat Apexindo berkekuatan besar dengan tingkat daya kuda mencapai 1.000 HP sehingga praktis dapat bekerja secara efisien dan cepat. “Keuntungan kompetitif kami dengan memiliki rig-rig darat bertenaga kuda besar didukung oleh catatan kerja yang luar biasa memungkinkan kami untuk mendapatkan proyek-proyek menarik bagi segmen darat," tambah Direktur Keuangan Perseroan Agustinus Lomboan.

Menurutnya, pencapaian kontrak untuk Rig 8 sejalan dengan strategi Perseroan untuk fokus pada klien-klien yang memiliki sumber daya besar sehingga akan juga menciptakan dampak positif bagi utilisasi rig darat Apexindo. "Lebih jauh, didorong oleh kedisiplinan untuk menerapkan efisiensi dan konsistensi kami untuk menyokong pertumbuhan tidak hanya dari segmen lepas pantai namun juga dari segmen darat, tingkat keuntungan yang lebih tinggi akan segera dapat diraih di masa depan. Karenanya, hal ini sejalan dengan tujuan kami yaitu untuk memberikan pengembalian setinggi mungkin bagi para pemegang saham," jelasnya.

Apexindo yang merupakan kontraktor pemboran minyak, gas, dan panas bumi nasional, telah mendukung program pemboran VICO selama lebih dari dua dekade.

EDJ

Apexindo Raih Kontrak Baru US$2,8 juta

JAKARTA—Media Indonesia: Sebanyak delapan rig PT Apexindo Pratama Duta Tbk (Apexindo) mendapatkan kontrak baru pengerjaan 5 buah sumur pemboran atau selama kurang lebih 230 (dua ratus tiga puluh) hari dari VICO Indonesia (VICO) di Semberah Kalimantan Timur.

Dirut Apexindo Hertriono Kartowisastro menyatakan, kontrak baru tersebut bernilai sekitar US$2,8 juta. Dalam hal ini Rig 8 mendapatkan peningkatan harga sewa harian dibandingkan dengan kontrak sebelumnya.

Rig 8 adalah salah satu dari rig-rig darat Apexindo berkekuatan besar dengan tingkat daya kuda (horse power) mencapai 1.000 HP sehingga praktis dapat bekerja secara efisien dan cepat.

"kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan. Peningkatan aktivitas di bisnis pemboran darat di Indonesia menciptakan dampak yang positif bagi Apexindo. Dimana tingginya tingkat permintaan terhadap rig darat secara langsung mempengaruhi harga sewa harian," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (1/7).

Pihaknya gembira melihat kinerja yang mengesankan di segmen darat melalui pencapaian kontrak baru tersebut. Pasalnya, meski kompetisi di pasar pemboran darat sangat ketat, Apexindo tetap dapat memposisikan diri sebagai yang terdepan di segmen pemboran darat di Indonesia.

Dalam sejarahnya, Apexindo telah memiliki hubungan jangka panjang yang sangat baik dengan VICO. Perseroan juga telah mendukung program pemboran VICO selama lebih dari dua dekade.

Apexindo merupakan kontraktor pemboran minyak, gas, dan panas bumi nasional dengan armada-armada terbesar. Apexindo menyediakan jasa pemboran darat maupun lepas pantai melalui 8 rig darat dan 6 rig lepas pantainya yang terdiri dari 4 rig submersible swamp barge: Maera, Raisis, Raissa and Yani. Serta dan dua rig jack ups Raniworo and Soehanah. Apexindo juga menjadi kontraktor pemboran pertama di bidang minyak, gas, dan panas bumi yang terdaftar dalam papan Bursa Efek Indonesia. (DW/OL-2)

Penulis : Dwi Tupani

Friday, April 18, 2008

Chevron Perpanjang Kontrak Apexindo

Jurnal Nasional -- PERUSAHAAN eksplorasi minyak dan gas PT Apexindo Pratama Duta Tbk mendapat perpanjangan kontrak dari Chevron Geothermal Salak Ltd untuk proyek pemboran panas bumi di Gunung Salak, Jawa Barat.

“Nilai perpanjangan kontrak tersebut sebesar US$32,6 juta (sekitar Rp300 miliar) untuk masa dua tahun yang berakhir Maret 2010,” kata Direktur Utama Apexindo, Hetriono Kartowisastro di Jakarta, Jumat (18/4). Ia menambahkan, pendapatan kontrak ini akan berdampak signifkan pada tingkat profitabilitas perseroan. (Ant)

Thursday, March 27, 2008

Apexindo Dapat Perpanjangan dan Kontrak Baru US$ 57,7 Juta

JAKARTA, investorindonesia.com --- PT Apexindo Pratama Duta Tbk (Apexindo) mendapatkan konfirmasi perpanjangan kontrak dan kontrak baru dengan total nilai 57,7 juta dolar AS.

"Perpanjangan kontrak untuk salah satu rig swampbarge perseroan, Raissa, di lapangan Tunu Kalimantan dengan nilai 53,1 juta dolar AS," kata Direktur Keuangan Apexindo, Agustinus Lomboan di Jakarta, Kamis, seperti dilansir Antara.

Selain itu, kata dia, perseroan mendapat kontrak baru untuk rig daratnya senilai 4,6 juta dolar AS.

Agustinus mengatakan perpanjangan kontrak selama tiga tahun ini akan memberikan kontribusi terhadap arus kas yang kuat di masa depan serta mengurangi ketidakpastian.

Dia menambahkan, peningkatan aktivitas di bisnis pemboran di Indonesia memberikan dampak yang positif bagi perseroan, dimana perseroan telah secara proaktif berpartisipasi dalam tender-tender proyek pemboran rig darat dan lepas pantai.

"Kami akan senantiasa konsisten dalam meningkatkan efisiensi serta pertumbuhan perusahaan tidak hanya di segmen lepas pantai namun juga segmen rig darat," katanya.

Profitabilitas diharapkan dapat secara berkelanjutan meningkat untuk memastikan pengembalian yang lebih tinggi bagi para pemegang saham kami, tambahnya. (*)

Apexindo raih kontrak US$53,1 juta

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Apexindo Pratama Duta Tbk berhasil memperoleh perpanjangan kontrak selama tiga tahun dan meraih kontrak baru senilai total US$57,7 juta.

Dalam siaran pers dari Apexindo kemarin disebutkan perusahaan pengeboran itu berhasil memperpanjang kontrak baru untuk rig Raissa senilai US$53,1 juta. Raissa baru saja menyelesaikan proyek lima tahun dengan Total E&P Indonesie di lapangan Tunu, Kalimantan pada bulan ini.

"Perpanjangan kontrak selama tiga tahun akan memberikan arus kas yang kuat dan mengurangi ketidakpastian," tutur Direktur Keuangan Apexindo Agustinus B. Lomboan.

Anak perusahaan PT Medco Energi Internasional Tbk itu juga mengantongi kontrak baru untuk rig darat senilai total US$4,6 juta.(Bisnis/wiw)

Monday, January 21, 2008

Apexindo Peroleh Kontrak US$ 2,38 Juta

Jakarta, Investor Daily --- PT Apexindo Prata Duta Tbk memperoleh kontrak jasa pengeboran darat tambang migas dari PT Medco E&P Indonesia di Blok Merangin, Sumatera Selatan, senilai US$ 2,38 juta. Kontrak itu berlangsung untuk periode 16 Januari-15 Juni 2008.

“Kedua pihak sudah menandatangani drilling service contract. Kontrak juga termasuk satu paket dengan peralatan pengeboran yang akan dikerjakan oleh rig 2 di Blok Merangin,” kata Sekretaris Perusahaan Apexindo Ade R Satari dalam laporan tertulisnya kepada BEI di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sebelumnya, manajemen Apexindo menargetkan, pendapatan sebesar US$ 246,4 juta sampai akhir tahun. Pendapatan ditopang perolehan kontrak jangka panjang seperti dari Total E&P Indonesie.

Total E&P Indonesie memberi kontrak pengeboran tambang kepada Apexindo senilai US$ 506,5 juta selama 2007-2012. Sedangkan kontrak dengan VICO tercatat US$ 85,8 juta pada 2007-2010. Apexindo juta tengah menunggu perpanjangan kontrakdi tiga rig, sehingga pendapatan perseroan pada 2008 bisa melampaui US$ 246,4 juta. (jau)

Friday, January 18, 2008

Apexindo raih kontrak US$2,38 juta

JAKARTA, Bisnis Indonesia: Perusahaan pengeboran minyak PT Apexindo Pratama Duta Tbk meraih kontrak jasa pengeboran darat senilai US$2,38 juta dari PT Medco E&P Indonesia.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia kemarin, Apexindo menyatakan kontrak itu meliputi pekerjaan pengeboran darat dan satu paket peralatan pengeboran oleh rig #2 di Blok Merangin, Sumatra Selatan. Periode kontrak itu 16 Januari-15 Juni 2008.

Sekretaris Perusahaan Apexindo Ade R. Satari me-ngatakan perseroan tidak memerlukan persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa. (Bisnis/wiw)

Apexindo Peroleh Kontrak US$ 2,4 Juta

Jakarta, Investor Daily --- PT Apexindo Pratama Duta Tbk menandatangani kontrak jasa pengeboran dengan PT Medco EP Indonesie, yang juga anak perusahaan PT Medco Energi Internasional Tbk, senilai US$ 2,38 juta untuk pekerjaan jasa pengeboran darat di Blok Merangin, Jambi, Sumatera bagian Selatan. Sekretaris Perusahaan Apexindo Ade R Satari di Jakarta, Kamis (17/1), mengatakan, pengeboran tersebut nantinya akan dilakukan rig 2 dengan periode pekerjaan mulai 16 Januari 2008 hingga 15 Juni 2008. Blok Merangin diperoleh Medco melalui proses tender yang digelar pemerintah pada Agustus 2003. Dengan memenangi tender itu, Medco menyetor dana eksplorasi kepada pemerintah senilai US$ 23,3 juta untuk masa waktu enam tahun. Medco juga menyerahkan bonus tandatangan senilai US$ 2,6 juta. Diharapkan dengan proses pengeboran, potensi migas akan segera diketahui. (ari)

Thursday, November 8, 2007

Apexindo dapat kontrak US$13,2 juta

JAKARTA, Bisnis Indonesia: Perusahaan pengeboran PT Apexindo Pratama Duta Tbk mendapatkan kontrak proyek pengeboran darat di Kalimantan Timur senilai US$13,2 juta untuk satu tahun dari Vico Indonesia.

Dalam siaran pers dari Apexindo disebutkan proyek pengeboran itu akan dikerjakan oleh rig 5 setelah sebelumnya bekerja untuk Star Energi atau Magma Nusantara di Pengalengan, Jabar.

Pengeboran untuk Vico dijadwalkan mulai bulan ini dan rig tersebut sedang dipindahkan ke lokasi Vico di Badak, Kaltim.

"Kami bangga berhasil menunjukkan rekam jejak yang sangat baik, sehingga mendapat kepercayaan dari Vico Indonesia untuk tetap mendukung program pengeboran mereka selama lebih dari dua dekade," tutur Dirut Apexindo Hertriono Kartowisastro kemarin.

Keberhasilan memperoleh kontrak tanpa waktu tunggu yang panjang akan berpengaruh positif terhadap tingkat utilisasi rig darat perseroan yang mencapai 75% hingga triwulan III tahun ini, tingkat utilisasi tertinggi sejak 2002.

Selain itu, tingginya tingkat permintaan untuk rig darat secara langsung memengaruhi harga sewa harian.

Apexindo mendapat kenaikan harga sewa harian 10% pada kontrak dengan Vico ini, sehingga meningkatkan sumbangan pendapatan dari segmen rig darat.

Dengan efisiensi yang konsisten dan pertumbuhan yang meyakinkan dari segmen rig darat, profitabilitas Apexindo diharapkan meningkat secara signifikan tahun ini. (Bisnis/wiw)

Thursday, October 11, 2007

Total temukan sumur gas di Kaltim

JAKARTA, Bisnis Indonesia: Total E&P Indonesie kembali menemukan dua sumur gas di Selatan Blok, lepas pantai Mahakam, sekitar 45 kilometer dari Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) dan merupakan bagian dari pengembangan lapangan Stupa.

Vice President Government & Media Relations Total E&P Indonesie Ananda Idris mengatakan kedua sumur dibor di kedalaman air sekitar 60 meter. Sumur East Mandu dan West Stupa-1 telah ditemukan lapisan sedimen dengan ketebalan 164 dan 72 meter dengan kandungan gas berkualitas baik.

"Tentunya ini kabar baik. Berapa persis potensi sumur itu, kami belum bisa informasikan. sampaikan," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Namun, akhirnya Ananda bersedia menyebutkan potensi sumur itu. Menurut dia, dengan penemuan sumur gas baru itu akan memperpanjang produksi 2,5 miliar hingga 2,6 miliar kaki kubik per hari. "Artinya, kami bisa memproduksi hingga awal masa dasawarsa mendatang."

Dia menambahkan penemuan kedua sumur itu diharapkan segera dikembangkan seiring rencana pengembangan Lapangan Stupa. Validasi bisa dimulai dalam waktu dekat dan mulai produksi 2012. Total sendiri telah menyerahkan rencana pengembangan lapangan itu ke BP Migas Juli 2007.

Produsen gas

Pengeboran sumur di East Mandu-1 ini agak sensitif mengingat kesulitan yang dihadapi untuk mengawasi tekanan dan cairan sumur tersebut. "Keberhasilan operasi ini adalah berkat kemampuan teknis tinggi yang dimiliki Total dan pengalaman beroperasi di Blok Mahakam selama 36 tahun," tukas Ananda.

Dia menjelaskan, pekerjaan pengeboran ini dilakukan oleh PT Apexido Pratama Duta Tbk, yang juga sedang mengoperasikan lima rig untuk Total. Hadir di Indonesia sejak 1968, Total E&P Indonesie saat ini menjadi produsen gas terbesar di Indonesia.

Gas yang dihasilkan oleh Total rata-rata mencapai 2,6 miliar kaki kubik per hari pada paruh 2007 dan diharapkan dapat bertahan hingga awal dasawarsa mendatang. Blok Mahakam juga memproduksi minyak mentah dan kondensat dengan kisaran rata-rata 90.000 barrel per hari pada paruh pertama 2007.

Sejak 1999, produksi Total terus berkembang pesat. Pada saat ini, Total memproduksi 80% gas yang dialirkan ke kilang pencairan gas di Bontang yang kesemuanya bersumber dari lapangan Tambora, Tunu dan Peciko di areal Mahakam. (09)

Total Temukan Gas di Blok Mahakam

JAKARTA, Investor Daily --- PT Total EP Indonesie menemukan gas di dua sumur yang terletak di selatan lepas pantai Blok Mahakam atau sekitar 45 km dari Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Penemuan gas masuk dalam areal pengembangan Lapangan Stupa dan akan meningkatkan potensi cadangan lapangan tersebut.

Manajer Komunikasi Perusahaan Total EP Indonesie Ananda Idris dalam siaran pers di Jakarta, Rabu mengatakan, rencana pengembangan Lapangan Stupa telah diajukan pada Juli 2007 lalu ke Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas).

Kedua sumur yang dinamakan East Mandu-1 dan West Stupa-1 dibor dalam kedalaman air sekitar 60 meter.

Gas sumur East Mandu-1 dan West Stupa-1 yang ditemukan berkualitas baik di masing masing lapisan sedimen dengan ketebalan 164 dan 72 meter.

Ia mengatakan, kedua sumur akan dikembangkan seiring rencana pengembangan Lapangan Stupa yang akan divalidasi dalam bulan-bulan mendatang agar dapat mulai berproduksi tahun 2012.

Pekerjaan pengeboran itu dilaksanakan PT Apexindo Pramata Duta Tbk, yang juga sedang mengoperasikan lima rig Total di Indonesia.

Blok Mahakam memproduksi gas sebesar 2,6 miliar juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Gas yang bersumber dari Lapangan Tambora, Tunu, dan Peciko itu merupakan 80% dari total gas yang dialirkan ke Kilang LNG Bontang, Kaltim.

Blok Mahakam juga memproduksi minyak mentah dan kondensat sebesar rata-rata 90.000 barel per hari pada semester pertama tahun 2007. (ant/gor)

Monday, October 1, 2007

Apexindo Dapatkan Perpanjangan Kontrak

JAKARTA, Koran Tempo -- PT Apexindo Pratama Duta Tbk. mendapatkan perpanjangan kontrak Virginia Indonesia Co. LLC. dalam pengeboran rig 9 dan rig 10 di Nilam, Kalimantan Timur.

Sekretaris Perusahaan Apexindo Pratama Duta Ade R. Setari dalam penjelasan kepada Bursa Efek Jakarta mengatakan kontrak ini akan diperpanjang dua bulan lagi sampai 31 Oktober 2007. Seharusnya kontrak sudah selesai 1 September lalu, tapi, karena proyek pengeboran di rig 9 dan rig 10 belum selesai, jadi kontrak diperpanjang.

Terjadi perubahan nilai kontrak dengan adanya perpanjangan ini. Ada kenaikan 9,08 persen biaya kontrak dibanding kontrak sebelumnya. "Nilai kontrak sebelumnya, yakni US$ 13,93 juta, berubah menjadi US$ 15,33 juta," kata Ade.

Apexindo merupakan kontraktor pengeboran minyak, gas, dan panas bumi swasta nasional dengan jumlah rig terbesar. Saat ini Apexindo memiliki 8 rig darat dan 6 rig lepas pantai. SAHALA LUMBANRAJA

Wednesday, September 12, 2007

Apexindo raih kontrak US$7 juta

oleh : Rudi Ariffianto

JAKARTA (Bisnis Indonesia Online): PT Apexindo Pratama Duta Tbk (Apexindo) meraih kontrak US$7 juta untuk pemboran darat dari tiga klien berbeda.

Apexindo mendapat kontrak untuk Rig 8 dari EMP Kangean Limited di Blok Kangean, Jatimm selama tiga bulan bernilai US$2,1 juta. Dari Rig 2, Apexindo meneken kontrak empat bulan senilai US$2,8 juta dengan JOB Pertamina-Medco Simenggaris Pty. Ltd. Sedangkan Rig 14, Apexindo digandeng Vico Indonesia untuk mengebor di Lapangan Mutiara, Kaltim, selama enam bulan bernilai US$2,1 juta.

"Walaupun harus bersaing ketat, Apexindo tetap dapat berpartisipasi. Saat ini, seluruh rig darat Apexindo sedang bekerja," kata Dirut Apexindo Hertriono Kartowisastro dalam siaran persnya.

Direktur Keuangan Apexindo Agustinus B. Lomboan menambahkan pihaknya akan terus bersaing mendapatkan kontrak baru. Segmen rig darat berkontribusi pendapatan signifikan bagi pertumbuhan perusahaan. Apalagi, kata dia, permintaan rig darat saat ini terus meningkat.

"Dalam beberapa tahun terakhir, segmen rig darat memberikan kontribusi pendapatan yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan Apexindo secara keseluruhan. Hal ini juga didukung tingginya permintaan akan jasa pemboran rig darat belakangan ini," tuturnya. (tw)

Apexindo Raih Kontrak US$ 7 Juta

Jakarta, Investor Daily --- PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) berhasil mendapatkan kepastian kontrak untuk pekerjaan pemboran darat senilai US$ 7 juta. Apexindo telah menandatangani kontrak pekerjaan jasa pengeboran darat untuk Rig 8 dengan EMP Kangean Limited di Blok Kangean, Jawa Timur selama tiga bulan dengan nilai kontrak US$ 2,1 juta.

Sedangkan untuk Rig 2, perseroan mendapatkan pekerjaan dari JOB Pertamina-Medco Simenggaris Pte Ltd senilai sekitar US$ 2,8 juta untuk periode empat bulan di Kalimantan Timur. Untuk Rig 14, Apexindo mendapatkan kontrak dari VICO Indonesia di Lapangan Mutiara, Kalimantan Timur senilai US$ 2,1 juta untuk jangka waktu enam bulan.

“Keberhasilan Perseroan mendapatkan kontrak-kontrak itu menunjukan bahwa Apexindo masih memimpin pasar pengeboran darat, walaupun persaingan di segmen tersebut masih ketat,” kata Dirut Apexindo Hertriono Kartowisastro dalam siaran persnya, Selasa (11/9).

Direktur Apexindo Agustinus B Lomboan menambahkan, segmen rig darat dapat memberikan kontribusi pendapatan yang cukup siginifikan terhadap pertumbuhan perseroan secara keseluruhan. Untuk mempertahankan prestasi itu, Apexindo terus mengincar kontrak-kontrak baru yang menarik seiring tingginya permintaan jasa penegboran rig darat. (jau)

Apexindo Dapatkan Kontrak Senilai 7 Juta Dollar AS

Kompas --- PT Apexindo Pratama Duta Tbk mendapatkan kontrak pengeboran dengan menggunakan tiga rig senilai 7 juta dollar AS. Direktur Utama Apexindo Hertriono Kartowisastro, dalam siaran pers, Selasa (11/9), menjelaskan, tiga rig yang disewakan adalah Rig 8 kepada EMP Kangean Limited untuk pengeboran darat di Blok Kangean senilai 2,1 juta dollar AS. Kedua, Rig 2 mendapatkan pekerjaan dari Medco Simenggaris Pty Ltd senilai 2,8 juta dollar AS. Ketiga, Rig 14 dikontrak oleh VICO Indonesia untuk pekerjaan di Lapangan Mutiara, Kalimantan Timur, senilai 2,1 juta dollar AS. (*/TAV)

Friday, August 31, 2007

Apexindo teken kontrak US$863.630

JAKARTA, Bisnis Indonesia: Perusahaan pengeboran PT Apexindo Pratama Duta Tbk menandatangani letter of intent dengan PT Medco E&P Indonesia pada 27 Agustus 2007 dengan total estimasi nilai maksimum kontrak US$863.630 untuk pengeboran darat.

Dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Jakarta, pekan ini disebutkan Apexindo akan menggunakan rig 15 untuk mengebor sumur Tunas, Sumsel yang akan berakhir pada 27 Oktober 2007. (Bisnis/wiw)

Apexindo Dapat Kontrak Baru

JAKARTA, Koran Tempo -- PT Apexindo Pratama Duta Tbk. mendapatkan kontrak pekerjaan pengeboran darat dari PT Medco E&P Indonesia senilai US$ 863,63 juta.

Sekretaris Perusahaan Apexindo Ade R. Satari dalam penjelasannya kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan mengatakan penandatanganan letter of intent atas kontrak itu telah dilakukan pada 27 Agustus 2007.

Dalam perjanjian itu disebutkan perseroan akan melakukan pengeboran darat, yang akan dikerjakan Rig 15, di lokasi pengeboran Sumur Tunas, Provinsi Sumatera Selatan. Pekerjaan itu akan diselesaikan pada 27 Oktober 2007.

Dijelaskan juga transaksi tersebut tidak mengandung benturan kepentingan sehingga tidak memerlukan persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa.

Monday, May 21, 2007

Apexindo Perpanjang Kontrak Rig Maera

JAKARTA, Investor Daily --- PT Apexindo Pratama Duta Tbk (Apexindo) mendapat perpanjangan kontrak Rig Maera, rig lepas pantai dengan tipe submersible swampbarge untuk kegiatan eksplorasi gas yang dilakukan PT Total E&P Indonesie di Tunu, Kalimantan Timur.

Direktur Utama Apexindo Hertriono Kartowisastro dalam siaran pers yang diterima Investor Daily, baru-baru ini, menyatakan, perpanjangan kontrak rig senilai US$146 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun tersebut untuk periode lima tahunke depan. Rig Maera telah dioperasikan bagi kepentingan eksplorasi gas Total E&P Indonesie sejak 1992. (pya)