Thursday, July 13, 2006

Utilisasi Rig Darat Apexindo Naik 70%

Jakarta, Investor Daily --- PT Apexindo Pratama Duta Tbk (Apexindo) memperkirakan, utilisasi rig darat (onshore) perseroan pada tahun ini akan meningkat hingga 70%, sementara realisasi tahun lalu sebesar 51%.

Direktur Utama Apexindo Hertriono Kartowisastro mengatakan, keberhasilan perseroan mendapatkan kontrak-kontrak untuk rig darat, baik kontrak baru maupun perpanjangan akan mampu memaksimalkan kinerja rig darat perseroan. “Kami optimistis target utilisasi untuk rig darat pada tahun ini hingga 70% bisa tercapai,” katanya, Rabu (12/7).

Dia mengatakan, perseroan telah menerima surat keputusan memenangi tender rig 15 senilai US$1,9 juta dari PT Medco E&P Indonesia guna mengerjakan pemboran di Tarakan Kalimantan Timur untuk periode enam bulan. Menurut dia, pekerjaan dimulai bulan ini dan diharapkan selesai Desember 2006. Sebelumnya, rig 15 bekerja di lokasi Mamberungan Kalimantan Timur untuk PT Medco E&P Indonesia juga.

Hertriono menuturkan, perseroan juga telah mendapatkan perpanjangan kontrak satu sumur dari JOB Pertamina-Medco Tomori di Tiaka Sulawesi dengan nilai US$ 1,9 juta untuk rig 2. Saat ini, rig 2 sedang mengerjakan pemboran dan dijadwalkan selesai Oktober 2006.

Rig 2 telah bekerja di beberapa lokasi di daerah Sulawesi sejak April 2004 untuk mengerjakan kontrak well by well dan hingga saat ini telah menyelesaikan tujuh buah sumur.

Sementara Direktur Keuangan Apexindo Agustinus B Lomboan mengatakan, dengan target utilisasi rig darat yang meningkat dari tahun sebelumnya, otomatis profitabilitas perseroan tahun ini juga akan mengalami peningkatan. “Perseroan selalu berusaha memaksimalkan tingkat utilisasi armadanya guna meningkatkan volume pendapatan,” paparnya. (ari)

Pendapatan Apexindo naik tahun ini

JAKARTA, Bisnis Indonesia: Pendapatan dan laba bersih PT Apexindo Pratama Duta Tbk tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan tahun lalu seiring dengan kenaikan utilisasi rig darat sebesar 70%.

Agustinus B. Lomboan, Direktur Keuangan Apexindo, menjelaskan perseroan selalu berupaya memaksimalkan tingkat utilisasi armada pengeborannya guna menaikkan volume pendapatan.

"Kami belum menghitung seberapa besar peningkatan pendapatan dan laba bersih Apexindo tahun ini. Yang pasti peningkatannya akan signifikan dibandingkan perolehan 2005," ujarnya, kemarin.

Tingkat utilisasi rig darat Apexindo tahun ini ditargetkan naik 70% dibandingkan pencapaian tahun lalu 51%.

Dalam siaran pers kemarin, Hertriono Kartowisastro, Direktur Utama Apexindo, menambahkan perseroan optimistis target utilisasi rig darat tahun ini dapat dicapai.

Apexindo telah menerima surat keputusan memenangkan tender untuk rig 15 dari PT Medco E&P Indonesia senilai US$1,9 juta untuk mengerjakan pengeboran di Tarakan, Kalimantan Timur dalam waktu enam bulan. (Bisnis/wiw)

Kenaikan Utilitas Rig Apexindo

Jakarta, Media Indonesia --- PT Apexindo Pratama Duta Tbk menargetkan pemanfaatan rig (anjungan pemboran migas) darat perseroan tahun ini meningkat menjadi 70%. Direktur Utama Apexindo Hertriono Kartowisastro menyampaikan hal itu dalam siaran pers yang dikeluarkan di Jakarta, kemarin. “Kami optimistis target utilisasi untuk rig darat tahun ini dapat dicapai. Harapan kami, keberhasilan perseroan mendapatkan kontrak-kontrak untuk rig darat, baik kontrak baru maupun kontrak perpanjangan akan mampu memaksimalkan kinerja rig darat perseroan,” paparnya. Apexindo telah menerima surat keputusan memenangkan tender untuk rig 15 dari PT Medco E&P Indonesia untuk mengerjakan pemboran di Tarakan, Kalimantan Timur. Adapun nilai kontrak yang didapat sebesar US$ 1,9 juta untuk periode enam bulan. Pekerjaan pengeboran darat itu dimulai bulan ini dan diharapkan selesai pada Desember 2006. Sebelumnya, rig 15 bekerja di lokasi Mamberungan, Kalimantan Timur untuk PT Medco E&P Indonesia. Menurut Hertriono, Apexindo juga telah mendapatkan perpanjangan kontrak untuk satu sumur dari JOB Pertamina-Medco Tomori di Tiaka, Sulawesi dengan nilai US$ 1,9 juta. (Ndy/E-3)

Apexindo Expects Improvement in its Onshore Rig Utilization Rate

Rigzone.com, PT Apexindo 7/13/2006 --- PT Apexindo Pratama Duta Tbk expects the utilization rate of its onshore fleet will improve at the end of the 2006. The Company has set the target of 2006 onshore utilization of 70%, or higher as compared to the 51% as achieved in 2005.

Hertriono Kartowisastro, the Company's President Director explains "We are optimistic that the target of the onshore utilization rate in 2006 will be achieved. We are expecting that Apexindo's success to obtain new contracts or contract extensions for its onshore rigs will maximize the performance of our onshore fleet".

Apexindo has received an Appointment Letter for Rig 15 from PT Medco E&P Indonesia to conduct a drilling project at Tarakan, East Kalimantan. The value of the contract is USD 1.9 million for a 6 month period. The project will commence in July 2006 and is expected to be completed in December 2006. Previously, Rig 15 worked in Mamberungan, East Kalimantan to support PT Medco E&P Indonesia.

Meanwhile, Apexindo has also received a contract extension for 1 (one) well from JOB Pertamina – Medco Tomori at Tiaka, Sulawesi with amount of USD 1.9 million. Currently, Apexindo Rig 2 is in the process to work on the project and scheduled to complete around October 2006. Rig 2 has been drilling at several location in Sulawesi since April 2004 to work on several "well to well" contract and up to now it has managed to accomplish 7 (seven) wells. Agustinus B. Lomboan, Apexindo's Finance Director added "The Company is always strives to maximize the utilization of its fleets in order to support the Company's Revenue. With higher target on our onshore utilization rate compare to the previous year, will automatically increase Company's profitability in 2006".

Monday, July 10, 2006

Apexindo Bayar Kupon Rp 21,9 M

JAKARTA, Jawa Pos - PT Apexindo Pratama Duta Tbk bakal membayar kupon bunga obligasi ke-5 dan cicilan fee ijarah Apexindo Pratama Duata I 2005 senilai Rp 21,9 miliar yang jatuh tempo pada 10 Juli 2006. Dirut Apexindo Hertiono Kartowsiastro mengatakan, total pembayaran tersebut terdiri dari kopon obligasi Rp 14,916 miliar dan cicilan fee ijarah Rp 6,986 miliar. "Dana pembayaran segera kami transfer ke Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai agen pembayaran," ujarnya kepada BEJ akhir pekan lalu.

Berdasarkan data yang tercatat di KSEI, pembayaran kupon ini dilakukan pada 10 Juli 2006 kepada pemegang obligasi yang tercatat (recording date) pada 29 Juni 2006. Obligasi ini memiliki jangka waktu 5 tahun dan kupon maupun cicilan fee ijarah 12,25 persen. Pada Februari 2005, perusahaan pemboran di bidang eksplorasi panas bumi itu menerbitkan obligasi Rp 750 miliar untuk membangun jack up rig dan melunasi utang.

Obligasi yang mendapatkan peringkat A- (stable outlook) dari lembaga pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) terdiri dari dua jenis obligasi. Yaitu obligasi Apexindo Pratama Duta I 2005 dengan tingkat bunga tetap dan obligasi syariah ijarah Apexindo Pratama Duta I 2005. (aan)

Saturday, July 8, 2006

Apexindo Bayar Bunga Obligasi

JAKARTA, Koran Tempo -- PT Apexindo Tbk. menyiapkan dana sebesar Rp 21,903 miliar untuk pembayaran bunga Obligasi Apexindo Pratama Duta I Tahun 2005 dan ijarah obligasi syariah Apexindo Pratama Duta I Tahun 2005. Pembayaran bunga dan ijarah jatuh pada 10 Juli 2006. "Kami telah siapkan dana dan akan ditransfer ke Kustodian Sentral Efek Indonesia," kata Direktur Utama Apexindo Hetriono Kartowsiastro dalam laporannya di Bursa Efek Surabaya kemarin.

Bunga dan ijarah dibayarkan setiap 3 bulan dengan tingkat 12,25 persen per tahun. Obligasi Apexindo Pratama Duta I memiliki nilai obligasi Rp 510 miliar. Masa jatuh tempo sampai 8 April 2010 dengan peringkat A-. Nilai obligasi syariah Apexindo Pratama Duta I sebesar Rp 240 miliar. Obligasi jatuh tempo pada 8 April 2010 dengan peringkat A-. Sebagai lembaga penjamin kedua obligasi adalah Bank Mega Tbk. Yuliawati

Apexindo Bayar Bunga Obligasi

Jakarta, Investor Daily – PT Apexindo Pratama Duta Tbk akan membayar kupon bunga obligasi ke-5 dan cicilan fee ijarah Apexindo Pratama Duta I/2005 sebesar Rp 21,9 miliar yang jatuh tempo pada 10 Juli 2006.

Dirut Apexindo Hertriono Kartowisastro dalam keterangan kepada Bursa Efek Jakarta, Jum’at (7/7) mengatakan, pembayaran tersebut terdiri atas kupon obligasi sebesar Rp 14,916 miliar dan cicilan fee ijarah sebesar Rp 6,986 miliar.

“Dana pembayaran ini akan segera kami transfer ke KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia) sebagai agen pembayaran,” ujarnya.

Berdasarkan data KSEI, pembayaran kupon ini akan dilakukan pada 10 Juli 2006 kepada pemegang obligasi yang tercatat pada 29 Juni 2006. Obligasi tersebut berjangka lima tahun, sedangkan kupon maupun cicilan fee ijarah sebesar 12,25%.

Apexindo menerbitkan obligasi senilai Rp 750 miliar pada Februari 2005 untuk membangun jack up rig dan melunasi utang. Obligasi yang mendapatkan peringkat A- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) itu terdiri atas dua jenis, yakni obligasi Apexindo Pratama Duta I/2005 dengan tingkat bunga tetap dan obligasi syariah ijarah Apexindo Pratama Duta I/2005. (amu)

Friday, July 7, 2006

Apexindo siap bayar bunga obligasi

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Apexindo Pratama Duta Tbk telah menyiapkan dana untuk pembayaran kupon bunga kelima dan cicilan fee ijarah ke lima.

Obligasi Apexindo Pratama Duta I/2005 sebesar Rp14,91 miliar dan obligasi syariah ijarah Apexindo Pratama Duta I/2005 sebesar Rp6,98 miliar.

Direktur Utama PT Apexindo Hertriono Kartowisiastro mengatakan sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan, maka sejumlah dana sebesar Rp21,9 miliar akan ditransferkan ke PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai agen pembayaran. (Bisnis/rni)

Tuesday, July 4, 2006

Penjualan Saham Apexindo Danai Ekspansi Medco

Jakarta, Investor Daily --- Penjualan seluruh saham PT Medco Energi Internasional Tbk di PT Apexindo Pratama Duta Tbk (Apexindo) kepada investor asing akan meningkatkan modal kerja Medco. Dana hasil penjualan juga digunakan mengkusisi sejumlah ladang minyak di Indonesia dan luar negeri.

“Dananya akan dipakai mendanai ekspansi bisnis. Sebab Medco berencana mengakuisisi sejumlah ladang minyak tahun ini dan di masa mendatang,” ujar Chief Financial Officer D Cyril Noerhadi kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Medco dan Aban Lyod Chiles Offshore Ltd (ALCO) dari India tengah bernegosiasi serius terkait penjualan saham Apexindo. Selain ALCO, Asian Opportunities Fund I (AOF I) dan CLSA Ltd ikut terlibat sebagai investor minoritas di Apexindo. Medco adalah pemegang saham pengendali di perseroan.

ALCO bergerak di bisnis rig lepas pantai sekaligus penyedia jasa pengeboran lepas pantai dan sudah tercatat di bursa.

Mantan Dirut Bursa Efek Jakarta (BEJ) tersebut belum bersedia menjelaskan berapa dana yang akan diraup Medco dari hasil penjualan saham. Namun, berdasarkan harga saham Apexindo, nilai transaksi diduga mencapai Rp 5 triliun. Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham Apexindo stagnan di level Rp 1.400 per lembar, sedangkan harga saham Medco menguat Rp 100 dari Rp 3.725 menjadi Rp 3.825.

“ALCO masih melakukan due dilligence dan belum bisa diinformasikan berapa nilai transaksinya. Yang jelas, Medco akan melepas di atas harga premium,” tandas dia.

Terkait belanja modal Medco tahun ini, dia menegaskan perseroan pasti mengalokasikan senilai US$ 200 juta. Belanja modal tersebut digunakan untuk mempertahankan kapasitas produksi sebanyak 85.000 barrel per day (BPD).

Menurut dia, belanja modal masih bisa dinaikkan dan akan disesuaikan dengan peluang bisnis yang tersedia.

Sebelumnya, Dirut Medco Hilmi Panigoro mengatakan saham Apexindo dilego bukan karena prospek bisnisnya kurang menarik, tapi Medco ingin lebih fokus untuk mengembangkan usaha minyak dan gas.

Apexindo baru-baru ini memperoleh kontrak baru sebesar US$ 22,3 juta dari Star Energy Holdings Pte Ltd dan Magma Nusantara Limited, yang merupakan pengembang utama energi panas bumi di Indonesia. Melalui kontrak tersebut, perseroan akan bekerja untuk mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu di Jawa Barat. Kontrak kerja Apexindo dimulai pada Agustus 2006. Rig 5 Apexindo mengerjakan proyek pengeboran minimal selama satu tahun. (kp)

Thursday, June 29, 2006

Lima Emiten Tambah Pencatatan Saham di BEJ

JAKARTA, investorindonesia.com --- Sebanyak lima emiten berbagai sektor, yaitu PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX), PT Bank Niaga Tbk (BNGA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Indosat Tbk (ISAT), Kamis, menambah pencatatan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang berasal dari hasil konversi opsi.

Menurut Kadiv Pencatatan Sektor Jasa BEJ, Wan Wei Yiong, Perusahaan Gas Negara Tbk mencatatkan 82.500 saham hasil konversi opsi MSOP (Management Stocks Option Plan) tahap II sehingga sahamnya yang tercatat di BEJ menjadi 4.530.756.805 saham, sedangkan MSOP PGAS yang belum dikonversi sejumlah ekuivalen dengan 9.210.337 saham.

Kemudian, kata dia, Apexindo Pratama Duta Tbk mencatatkan 268.000 saham hasil konversi opsi ESOP (Employee Stocks Option Plan) sehingga sahamnya yang tercatat di BEJ menjadi berjumlah 2.612.501.500 saham, sedangkan opsi ESOP APEX yang belum dikonversi sejumlah ekuivalen dengan 47.348.500 saham.

Diikuti Bank Niaga Tbk mencatatkan 3000 saham hasil konversi ESOP sehingga sahamnya yang tercatat di BEJ seluruhnya menjadi 11.838.973.429 saham, sedangkan opsi ESOP Bank Niaga Tbk yang belum dikonversi sejumlah ekuivalen dengan 232.509.774 saham.

Selanjutnya, Bank Mandiri Tbk mencatatkan 26.896 saham hasil konversi opsi MSOP sehingga sahamnya yang tercatat di BEJ menjadi 20.101.543.482 saham, sedangkan opsi MSOP Bank Mandiri yang belum dikonversi sejumlah ekuivalen dengan 67.040.303 saham.

Sedangkan Indosat Tbk mencatatkan 60.000 saham hasil konversi opsi, sehingga jumlah saham ISAT yang tercatat di BEJ seluruhnya menjadi 5.401.278.500 saham, sedangkan opsi Indosat Tbk yang belum dikonversi sejumlah ekuivalen dengan 35.096.500 saham. (ant)