Thursday, February 8, 2007

Pefindo dongkrak peringkat Apexindo

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat PT Apexindo Pratama Duta Tbk dan obligasi I/2005 senilai Rp510 miliar dari A- menjadi A dan juga peringkat untuk obligasi syariah ijarah dari A- menjadi A dengan prospek stabil.

"Peningkatan itu mencerminkan perbaikan tarif harian dari rig perusahaan yang berkelanjutan dan kontrak jangka panjang dengan perusahaan besar di industri minyak dan gas bumi," kata analis Pefindo Hendro Utomo dan Salyadi Saputra. (Bisnis/pul)

Apexindo Naik Peringkat

JAKARTA, Koran Tempo -- PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat PT Apexindo Pratama Duta Tbk. dan obligasi I/2005 senilai Rp 510 miliar dari A- menjadi A dengan prospek (outlook) stabil. Pefindo juga menaikkan peringkat obligasi syariah ijarah senilai Rp 240 miliar milik Apexindo dari A- menjadi A.

"Peningkatan peringkat itu mencerminkan perbaikan tarif harian rig perusahaan, kontrak jangka panjang dengan perusahaan-perusahaan besar di industri migas, serta profil keuangan yang menguat," kata analis Pefindo, Hendro Utomo, dalam keterangan tertulis yang dikirimkan ke Bursa Efek Jakarta kemarin.

Namun, kata dia, peringkat perusahaan masih dibatasi oleh tingginya risiko operasional dan terkonsentrasinya bisnis perusahaan pada satu nasabah tertentu.

Pada saat yang sama, Pefindo juga memberikan peringkat BBB+ kepada PT Mobile-8 Telecom Tbk. dan obligasi I/2007 dengan nilai maksimal Rp 750 miliar. Peringkat mencerminkan industri telekomunikasi yang menjanjikan, pesatnya pertumbuhan usaha perusahaan, dan profil keuangan yang cukup memadai. Yuliawati

Wednesday, February 7, 2007

Pefindo Naikkan Rating Apexindo dan Mobile-8

JAKARTA—Media Indonesia Online: Lembaga Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan rating (peringkat) PT Apexindo Pratama Duta Tbk maupun obligasi-I Apexindo tahun 2005 senilai Rp510 miliar dari A- menjadi A dengan outlook stabil.

Analis Pefindo Hendro Utomo dalam laporan tertulisnya kepada BEJ di Jakarta Rabu (7/2), menjelaskan peningkatan tersebut mencerminkan perbaikan tarif harian dari rig-rig perusahaan yang berkelanjutan, kontrak jangka panjang dengan perusahaan-perusahaan besar di industri migas serta profil keuangan yang menguat.

"Namun, peringkat perusahaan masih dibatasi oleh tingginya risiko operasional dan terkonsentrasinya bisnis perusahaan pada satu nasabah tertentu," ujarnya.

Apexindo merupakan perusahaan pengeboran nasional yang terbesar dan termasuk salah satu pemain terkemuka di kawasan Asia Tenggara. Operasional perusahaan didukung oleh 5 rig lepas pantai dan 8 rig darat.

Per 30 September 2006 komposisi kepemilikan saham di Apexindo terdiri dari 51,7% saham oleh Medco Energi Internasional, 31% oleh SeaDrill Ltd dan 16,5% saham dimiliki publik.

Selain Apexindo, Pefindo juga menetapkan peringkat "idBBB+" untuk PT Mobile-8 Telecom dan obligasi I/2007 senilai Rp550 miliar yang akan diterbitkan perseroan. Peringkat ini mencerminkan industri telekomunikasi yang menjanjikan, pesatnya pertumbuhan usaha dan profil keuangan yang memadai.

Namun, kata Hendro, peringkat tersebut dibatasi oleh ketatnya kompetisi dalam industri telekomunikasi, cakupan jaringan perusahaan yang masih terbatas, dan tingginya resiko terhadap fluktuasi mata uang asing.

PT Mobile-8 Telecom didirikan pada Desember 2002 dan mulai beroperasi setahun kemudian (2003). Perusahaan ini bergerak di bidang jasa industri telekomunikasi sebegai operator saluler yang menggunakan teknologi CDMA 800 Mhz dan lebih dikenal dengan produk dagangnya Fren.

Perseroan saat ini menjadi operator seluler terbesar keempat di Indonesia dengan jumlah pelanggan per November 2006 mencapai 1,7 juta dan sebagian besar di Pulau Jawa.

Sampai saat ini, 60,89% saham perseroan dimiliki oleh PT Bimantara Citra Tbk. Sedangkan sisanya dimiliki oleh Asia Link BV (6%), Qualcomm Incorporated (5,2%), PT Centralindo Pancasaksi Celluler (3,7%), PT TDM Asset Management (2,4), PT KTF Indonesia (2,1%), dan publik sebesar 19,9%. (Sdk/OL-06)

Pefindo naikkan rating Apexindo

JAKARTA, Bisnis Indonesia Online: PT Pefindo menaikkan peringkat PT Apexindo Pratama Duta Tbk beserta obligasi I/2005 senilai Rp510 miliar dari A- menjadi A, dan juga peringkat untuk obligasi syariah ijarah senilai Rp240 miliar dari A- menjadi A dengan prospek stabil.

"Peningkatan tersebut mencerminkan perbaikan tarif harian dari rig perusahaan yang berkelanjutan, kontrak jangka panjang dengan perusahaan besar di industri minyak dan gas bumi, serta profil keuangan yang menguat," ujar analis Pefindo Hendro Utomo dan Salyadi Saputra dalam keterangan tertulis.

Namun, kata mereka, peringkat masih dibatasi oleh tingginya risiko operasional dan terkonsentrasinya bisnis perusahaan pada satu nasabah tertentu.

Apexindo adalah persahaan pengeboran nasional yang terbesar dan termasuk salah satu pemain terkemuka di kawasan Asia Tenggara. Operasional perusahaan didukung oleh lima rig (anjungan pengeboran) lepas pantai dan delapan rig darat.

Apexindo juga telah menjalin kerja sama usaha yang baik dengan perusahaan migas terkemuka seperti Total E&P Indonesie, VICO, Unocal, dan Pertamina.

Untuk per 30 September 2006, PT Medco Energi Internasional Tbk selaku induk usaha, masih menguasai saham Apexindo secara mayoritas sebanyak 51,7% dan 31% dimiliki oleh SeaDrill Ltd, perusahaan migas yang berbasis di Norwegia. Sebanyak 16,5% lainnya merupakan saham publik dengan kepemilikan di bawah 5%. (tw)

Peringkat Apexindo Naik Jadi A

Jakarta, detik.com - Perusahaan pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat usaha PT Apexindo Pratama Duta Tbk dan obligasi I tahun 2005 Apexindo senilai Rp 510 miliar dari A- menjadi A dengan outlook stabil.

Peningkatan tersebut mencerminkan perbaikan tarif harian dari rig-rig perusahaan yang berkelanjutan. Selain kontrak jangka panjang perseroan dengan perusahaan-perusahaan besar di industri migas serta profil keuangan perseroan yang menguat.

"Namun peringkat perusahaan masih dibatasi oleh tingginya risiko operasional dan terkonsentrasinya bisnis perusahaan pada satu nasabah tertentu," kata analis Pefindo Hendro Utomo dalam pengumumannya di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Rabu (7/2/2007).

Apexindo adalah perusahaan pengeboran nasional yang terbesar dan termasuk salah satu pemain terkemuka di kawasan Asia Tenggara. Operasional perusahaan didukung oleh 5 rig lepas pantai dan 8 rig darat.

Per 30 September 2006, kepemilikan saham Apexindo adalah 51,7 persen dimiliki Medco Energi Internasional, 31 persen oleh SeaDrill Ltd dan 16,5 persen saham oleh publik.(ard/ir)

Thursday, January 25, 2007

Indian company backs off plan to take over Apexindo

Jakarta, The Jakarta Post – India-based oil company Aban Offshore, previously known as Aban Loyd Chiles Offshore Ltd., has broken off negotiation for the purchase of a majority stake in local drilling oil firm PT Apexindo Pratama Duta Tbk.

In a letter to the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (Bapepam-LK), Aban financial director C.P. Gopalkrisman confirmed that his company has pulled out of talks to acquire PT Medco Internasional Tbk.’s 51.57 percent stake, PT Asian Opportunities’ 15.92 percent stake and CLSA Ltd’s 15.92 percent stake in Apexindo.

In the middle oflast year, Medco, the biggest publicly traded oil company in Indonesia, announced a plan to sell its entire stake in Apexindo as Medco was looking to expand its existing oil and gas field.

The company confirmed that it had received an offer from Aban some time last year, and then announced in August that it had refused the offer.

“As a public company, we are used to receiving offers from investors, but Medco is not the one who has been active in selling Apexindo,” Medco corporate secretary Andy Karamoy told The Jakarta Post Wednesday.

Despite the failure of the negotiations, Medco went ahead with its plan to expand its upstream oil and gas operations by buying part of ConocoPhillips’s interest in the Block A gas field in the country northermost province, Nanggroe Aceh Darussalam, this month.

With this purchase, Medco and its partner Premier Oil Plc. now each have a half share of ConocoPhillips’ 50 percent stake in the gas block.

The Jakarta-based Medco will pay US$36 million for the 25 percent interest in the gas block.

Block A is approximately 45 kilometers east of the Arun field, and its operated by Exxon, which supplies gas to the Arun liquefied natural gas plant in Aceh.

The Indonesia government is keen to have the field pumping gas as soon as possible to start supplying two fertilizer plants in Aceh that have had to halt its production due to a lack of gas.

Medco Japan Petroleum Exploration Co. and Premier Oil have equal shares of the remaining 50 percent they acquired from Exxon Mobil Corp. in April last year, Bloomberg reports.

With the additional stake it bought from ConocoPhillips, Medco now has a total interest in Block A of 41.67 percent, while Premier Oil has a 41.66 percent and Japan Petroleum a 16.67 percent stake. Block A covers some 3,910 square kilometers.

Monday, January 22, 2007

Apexindo Ingin Hindari Persepsi Keliru

Kompas - PT Apexindo Pratama Duta Tbk yang mendapat kontrak pengeboran darat Rp 3,476 juta dollar AS dalam surat klarifikasinya, Kamis (18/1), mengakui, transaksi antara Apexindo dan Medco E&P sebagai anak perusahaan PT Medco Energi International Tbk mengandung benturan. Namun, sesuai surat ke Bapepam Nomor 002/CS-I/2007 tanggal 16 Januari 2007 dan telah disetujui oleh Bapepam, jenis transaksi pengeboran itu tidak memerlukan persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa. Syaratnya, transaksi tersebut dilakukan secara wajar, menguntungkan perseroan dan pemegang saham publik, dan dilakukan secara ketat, terbuka, dan transparan, serta mengikuti peraturan perundang-undangan.(*/OSA)

Sunday, January 21, 2007

Aban Offshore Batal Akuisisi Saham Apexindo

Jakarta, detik.com - Perusahaan pertambangan India, Aban Offshore Ltd telah menghentikan proses negosiasi akuisisi saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk.

Dalam penjelasannya kepada Bursa Efek Bombay (Bombay Stock Exchange), Jumat (19/1/2007) Aban Offshore Ltd mengatakan perseroan batal membeli saham Apexindo.

Aban Offshore Ltd sudah menjajaki pembelian saham anak perusahaan PT Medco Energi Internasional Tbk sejak tahun lalu.

"Sehubungan dengan keterbukaan informasi yang dibuat oleh Medco pada 11 Agustus 2006, yang menjelaskan pembatalan penjualan saham Apexindo. Maka itu Aban Offshore menghentikan proses negosiasi," bunyi laporan Aban Offshore ke Bombay Stock Exchange.

Sebelumnya Presdir Medco, Hilmi Panigoro mengatakan, pembatalan rencana penjualan saham Apexindo dikarenakan alasan strategis perusahaan dan nasionalisme.

Alasan strategisnya karena Medco perlu menjaga stabilnya suplai dengan tetap memiliki saham di anak usaha ini. Hal ini karena bisnis pengeboran (drilling) yang digeluti Apexindo dianggap semakin sulit dan langka. Jika Medco melepas Apexindo, akan lebih sulit bagi Medco mendapatkan rig dengan harga yang murah.

Medco menguasai 51,87 persen saham di Apexindo. Medco yang bergerak di eksplorasi dan produksi migas, adalah pasangan yang klop dengan Apexindo yang menekuni bisnis jasa pengeboran.(ir/ir)

Friday, January 19, 2007

Aban: Apexindo Talks Off with Medco

Rigzone.com, Aban Offshore 1/19/2007 --- In a statement filed on Friday with the Bombay Stock Exchange, Aban Offshore Ltd said that negotiations related to its proposed acquisition of a stake in Indonesian drilling contractor Apexindo Pratama Duta Tbk have been terminated.

Aban's statement follows:

"In relation to the disclosure of information made by PT Medco Energi Internasional Tbk, dated August 11, 2006 regarding "MedcoEnergy Declines the Offering Letter to Purchase the Shares of PT Apexindo Pratama Duta Tbk.", we, Aban Offshore Ltd (formerly known as Aban Loyd Chiles Offshore Ltd) ("AOL"), hereby intend to confirm that the negotiation with Medco as well as Asian Opportunities Fund I and CLSA Ltd to acquire approximately 52.20% and 32.152% issued shares of PT Apexindo Pratama Duta Tbk. has been terminated."

Koreksi Artikel “Apexindo Terima Kontrak Pemboran US$ 3,476 Juta”

Investor Indonesia Online --- Sehubungan dengan artikel mengenai PT Apexindo Pratama Duta Tbk (Apexindo/Perseroan) pada www.investorindonesia.com yang dimuat Rabu, 17 Januari 2007 dengan judul “Apexindo Terima Kontrak Pemboran US$ 3,476 Juta”, di bawah ini adalah koreksi yang perlu kami sampaikan guna menghindari kemungkinan persepsi yang keliru dari pembaca.

Pada bagian akhir dari artikel tersebut tertulis “Ade menambahkan, transaksi tersebut mengandung benturan kepentingan (karena perseroan dan Medco E&P adalah anak perusahaan Medco Internasional), sehingga akan dimintakan persetujuan kepada pemegang saham independen dalam RUPSLB.”

Penjelasan:

1. Transaksi yang terjadi Apexindo dan Medco E&P sebagai anak perusahaan PT Medco Energi Internasional Tbk memang mengandung benturan kepentingan.

2. Namun demikian, seperti yang kami sampaikan pada poin 2 surat No. 002/CS-I/2007 tanggal 16 Januari 2007 perihal Laporan Keterbukaan Informasi yang kami kirimkan kepada Bapepam telah kami jelaskan bahwa sesuai dengan persetujuan Bapepam melalui surat no. S-862/PM/2003 tanggal 25 April 2003 maka jenis transaksi tersebut di atas tidak memerlukan persetujuan Pemegang Saham Independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa sepanjang transaksi tersebut memenuhi hal-hal sebagai berikut:

a. Dilakukan secara wajar (arm’s length transaction}

b. Menguntungkan Perseroan dan Pemegang Saham Publik

c. Dilakukan secara ketat, terbuka/fair dan transparan serta mengikuti peraturan perundang-undagan yang berlaku.

Dan dapat kami sampaikan pula bahwa Perseroan telah memenuhi syarat-syarat sebagaimana telah ditentukan oleh Bapepam tersebut di atas.

Demikian surat ini kami sampaikan sebagai klarifikasi artikel tersebut agar pihak-pihak yang berkepentingan bisa mendapatkan informasi yang lebih akurat.

Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Ade R Satari

Corporate Secretary

PT Apexindo Pratama Duta Tbk