Jakarta, Investor Daily --- PT Medco Energi Internasional Tbk akan memutuskan pemenang tender penjualan 51,39% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk milik perseroan pada pekan ini. Soalnya, negosiasi Medco dengan peserta tender sudah masuk tahap akhir. “Negosiasi tidak hanya menyangkut harga, tapi juga hak dan kewajiban pemegang saham baru Apexindo. Mudah-mudahan bisa selesai dalam pekan ini,” kata Dirut Medco Hilmi Panigoro kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (26/11).
Hilmi belum bisa mengungkapkan harga yang diinginkan Medco. Ketika ditanya apakah harga Rp 2.700 per lembar saham akan diturunkan, dia juga menolak berkomentar.”Yang pasti, kami masih bernegosiasi,” ujar dia.
Komisaris Bormindo Nusantara Ramdani Basri membenarkan bahwa proses tender saham Apexindo masih berlangsung. “Belum ada perkembangan yang berarti, jelas dia. Namun, kata Ramdani, empat peserta yang ikut tender tidak satu pun yang mengajukan harga Rp 2.700 per saham, seperti yang diinginkan Medco.
Bormindo merupakan salah satu peserta tender. Bormindo mengajukan penawaran Rp 2.425 per saham. Penawaran itu lebih rendah Rp 25 dari Abacus Capital selaku bidder yang mengajukan harga tertinggi sebesar Rp 2.450.
Bormindo kini tengah bersaing ketat dengan Abacus. Bormindo menempati posisi kedua, sedangkan Abacus teratas. Jika Abacus terpilih, Medco akan meraup dana sebesar Rp 3,31 triliun. Namun, jika Bormindo terpilih Medco bakal memperoleh dana Rp 3,28 triliun.
Selain Bormindo dan Abacus, posisi selanjutnya ditempati Recapital Investment Bank dan Texas Pacific Group (TPG). Ketika dikonfirmasi, Presiden Direktur Recapital Rosan Roeslani enggan berkomentar. “Saya lagi meeting,” ucap dia singkat. (jau)
Tuesday, November 27, 2007
Pekan Ini, Medco Putuskan Pemenang Tender Apexindo
Labels: Divestasi Apexindo
Medco Perpanjang Masa Divestasi Apexindo, Tinggal tersisa tiga penawar
JAKARTA, Koran Tempo -- PT Medco Energi Internasional Tbk. memperpanjang masa negosiasi penjualan 51,39 persen saham di PT Apexindo Pratama Duta Tbk. hingga minggu depan. Awalnya, pengumuman pemenang pembeli perusahaan minyak dan gas tersebut diumumkan kemarin. "Waktu negosiasi ditambah karena ternyata butuh waktu lebih dari yang kami perkirakan," kata Presiden Direktur Medco Energi Hilmi Panigoro kepada Tempo di Jakarta kemarin.
Menurut dia, perpanjangan waktu negosiasi bukan karena alotnya pembahasan harga penjualan saham Apexindo. "Hak dan kewajiban penjual-pembeli butuh pembahasan panjang," ujarnya.
Ia mengungkapkan saat ini tinggal tersisa tiga calon pembeli saham Apexindo, yaitu Abacus Capital, Recapital Investment Bank, dan perusahaan pengeboran, PT Bormindo Nusantara.
Namun, dia menolak menyebutkan harga penawaran atas saham Apexindo yang sudah masuk. Dia juga membantah kabar transaksi bakal batal karena harga penawaran yang masuk lebih rendah dari target Rp 2.700 per lembar. "Soal harga itu confidential (rahasia). Kalau kabar batal itu hanya rumor," ujarnya.
Menurut sumber Tempo, dalam divestasi saham Apexindo tersebut, Abacus memberikan penawaran tertinggi sebesar Rp 2.450 per lembar. Urutan penawar berikutnya adalah Bormindo, selanjutnya Recapital.
Dua calon pembeli lainnya, Essar Oil dari India dan 3i Group Plc. mundur karena menganggap harga permintaan Medco Energi Rp 2.700 per saham terlalu mahal. Adapun Texas Pacific Group (TPG) mengundurkan diri.
Komisaris Bormindo M. Ramdani Basri membenarkan pihaknya berada pada urutan penawar kedua. "Tapi kami tidak bisa berbicara banyak karena sudah terikat perjanjian kerahasiaan," ujarnya saat dihubungi kemarin di Jakarta.
Direktur Utama Recapital Advisors Rosan Perkasa Roeslani belum dapat memberikan tanggapan karena mengaku sedang rapat.
Dalam divestasi ini, Medco Energi menunjuk Credit Suisse sebagai penasihat keuangan. Dari sekitar 50 investor yang diundang membeli saham Apexindo milik keluarga Panigoro ini, hanya 19 calon investor yang mengembalikan formulir pernyataan minat.
Medco Energi berniat menjual kepemilikan sahamnya di Apexindo karena akan memfokuskan bisnisnya pada pengembangan minyak dan gas di sektor hulu.
Medco Energi menguasai 52,4 persen saham Apexindo. Pemegang saham Apexindo lainnya adalah Seadrill Ltd, melalui Abacus Capital International Ltd. sebanyak 32.3 persen, dan publik 15,3 persen. Wahyudin Fahmi
Labels: Divestasi Apexindo
Monday, November 26, 2007
Terkait Penjualan Saham Apexindo, Bormindo dan Abacus Bersaing Ketat
JAKARTA, Investor Daily --- PT Bormindo Nusantara bersaing ketat dengan Abacus Capital dalam memenangi penjualan 51,39% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk milik PT Medco Energi Internasional Tbk. Bormindo mengajukan penawaran sebesar Rp 2.425 per lembar, sedangkan Abacus Rp 2.450 atau penawaran tertinggi di antara peserta lainnya.
“Kami sudah mengajukan proposal investor strategis dengan harga lebih rendah Rp 25 dari penawaran Abacus. Kalau terpilih sebagai pemenang, kami siap menyuntikkan dana segar kepada Apexindo,” kata Komisaris Bormindo Nusantara Ramdani Basri kepada Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu.
Ia menegaskan, tak satu pun peserta tender yang mengajukan penawaran seharga Rp 2.700. Pada perdagangan akhir pekan lalu, harga saham Apexindo ditutup menguat Rp 25 menjadi Rp 2.400. Nilai transaksi mencapai Rp 281,66 juta. Sedangkan harga saham Medco ditutup menguat Rp 250 menjadi Rp 5.400. Nilai transaksi tercatat Rp 126,98 miliar.
Ramdani juga saat ini menjabat dirut PT Nusantara Infrastructure Tbk. Salah satu pemegang saham terbesar Nusantara adalah Bosowa Trading sebesar 47,42%. Peserta lainnya adalah Texas Pacific Group (TPG) dan Recapital Investment Bank.
Jika Abacus terpilih sebagai pemenang, Medco akan mengantungi dana segar Rp 3,31 triliun. Sebaliknya kalau Bormindo terpilih, perusahaan ini menerima senilai Rp 3,28 triliun. “Kami berharap terpilih sebagai pemenang dan tetap berkomitmen tinggi untuk memajukan usaha Apexindo,” tandas dia.
Abacus merupakan sebuah grup pengelola aset dan penasihat keuangan yang berbasis di Asia. Perusahaan ini fokus dalam mengelola aset
Sementara itu, Dirut Medco Hilmi Panigoro mengaku, pihaknya sudah bernegosiasi dengan dua calon pembeli pada Sabtu (24/11) dan dua calon lainnya pada hari ini.
Dia menjelaskan, perseroan belum dapat memastikan pengumuman pemenang tender penjualan saham Apexindo. Sebab, banyak hal perlu dipertimbangkan. Pertimbangan tersebut bukan semata-mata menyangkut harga penawaran, tetapi juga memperhatikan kepastian kelangsungan bisnis Apexindo pada masa mendatang.
Hilmi tidak bersedia menyebutkan nama kedua peserta tender tersebut, termasuk identitas kedua peserta lainnya. “ Yang jelas, peserta ada dari dalam negeri dan luar negeri. Itu sangat confidential ,” tandas dia.
Sebelumnya, dia mengatakan, pemenang tender siap diumumkan pada 26 November 2007.
Dirut Recapital Investment Bank Rosan Roeslani mengaku, pihaknya belum bernegosiasi dengan Medco hingga akhir pekan lalu. “Kami belum bertemu Medco. Saya masih berada di Singapura, sehingga belum tahu perkembangannya,” kata dia kepada Investor Daily.
Sejak awal proses tender dibuka, 50 calon pembeli berminat membeli saham Apexindo. Namun dalam seleksi berikutnya, peserta turun menjadi 20. Sedangkan seleksi terakhir hanya diikuti enam calon pembeli. Tapi dua perusahaan mundur, sehingga tinggal empat calon.
Pemain Global
Mengomentari penjualan Apexindo, Kepala Riset Mega Capital Indonesia Felix Sindhunata mengatakan, hal itu akan berdampak positif kepada Apexindo dan Medco. Sebab, Medco meraup dana segar untuk keperluan ekspansi. Sebaliknya, manajemen Apexindo akan lebih bagus dengan masuknya investor baru. “Akan lebih baik kalau yang terpilih investor asing, karena kesempatan Apexindo menjadi pemain global lebih besar dibandingkan perusahaan lokal,”
Menurut Hilmi, pelepasan saham dilakukan agar Medco lebih fokus pada pengembangan industri hulu minyak dan gas. Untuk itu, perseroan telah menunjuk Credit Suisse sebagai penasihat keuangan untuk proses divestasi ini.
Apexindo menyumbangkan sekitar 15% terhadap pendapatan Medco selama ini. Tapi jumlah ini diperkirakan meningkat hingga 21% pada 2008. Apexindo mencetak laba bersih pada semester-I 2007 sebesar US$ 15 juta, turun 7,4% dari periode sama tahun sebelumnya US$ 16,2 juta.
Sedangkan sumbangan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai US$ 38,6 juta pada akhir Juni 2007, naik 28,7% dari tahun sebelumnya US$ 30 juta.
Dia mengaku, penjualan saham Apexindo tersebut akan berdampak terhadap penurunan jumlah aset tetap. Namun, perseroan akan menerima dalam bentuk uang tunai. Divestasi ini juga berdampak terhadap rasio utang. ***
Oleh Eva Fitriani dan Jauhari Mahardhika
Labels: Divestasi Apexindo
Friday, November 23, 2007
Abacus jadi penawar tertinggi Apexindo
JAKARTA, Bisnis Indonesia: Abacus Capital memberikan harga penawaran Rp2.450 per saham pada divestasi 52% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk milik PT Medco Energi Internasional Tbk.
Penawaran itu menjadikan Abacus Capital sebagai calon pembeli Apexindo yang berani memasukkan harga tertinggi.
Namun, harga penawaran itu jauh di bawah ekspektasi Medco Energi yang menginginkan harga saham Apexindo bisa dilepas di level Rp2.700 per saham.
Apabila Medco memutuskan Abacus sebagai pemenang tender divestasi Apexindo, perusahaan migas yang dikendalikan Keluarga Panigoro tersebut bakal mengantongi dana segar Rp3,35 triliun.
Abacus mewakili managemen Apexindo dalam penjualan saham tersebut, sehingga melalui proses management buyout option.
Sumber Bisnis mengatakan PT Bormindo Nusantara memberikan penawaran paling besar setelah Abacus baru kemudian diikuti oleh Recapital Investment Bank dan Texas Pacific Group (TPG).
"Sampai saat ini belum ada pengumuman dari Medco terkait penawaran yang telah diajukan oleh empat calon pembeli itu. Rencananya, hasil penawaran ini akan diumumkan Senin pekan depan," ujarnya kemarin.
Bila mengacu harga penawaran dari Abacus, Medco kemungkinan besar menerima harga tertinggi itu. Namun, Medco bisa saja menolak penawaran harga dari Abacus dan menunda divestasi Apexindo, berarti Medco menunda dua kali penjualan saham perusahaan pengeboran tersebut.
Dirut Medco Energi Hilmi Panigoro mengatakan pengumuman pemenang tender divestasi Apexindo diupayakan Senin pekan depan.
"Yang namanya negosiasi tentu perlu waktu. Mudah-mudahan Senin pekan depan sudah ada pemenang," tuturnya.
Namun, dia tidak bersedia menyebutkan calon pembeli yang memasukkan harga penawaran tertinggi.
Empat calon pembeli telah memasukkan harga sekaligus dokumen penawaran untuk membeli Apexindo, sedangkan dua calon pembeli lainnya yakni Essar Oil dari India dan 3i Group Plc mengundurkan diri dari proses divestasi karena harga yang diminta Medco Energi, Rp2.700 per saham, terlampau mahal.
Akibat dari pengunduran diri tersebut, Apexindo memperpanjang jadwal memasukkan penawaran dari semula 8 November menjadi 13 November.
Ditutup naik
Harga saham Apexindo kemarin ditutup di level Rp2.375 per saham, naik 2,15% dibandingkan dengan harga hari sebelumnya Rp2.325. Bila mengacu pada harga saham tersebut, kapitalisasi pasar Apexindo saat ini Rp6,25 triliun.
Medco berencana menjual kepemilikannya di perusahaan pengeboran itu karena akan memfokuskan bisnisnya pada pengembangan hulu minyak dan gas. Untuk melakukan divestasi tersebut, Medco menunjuk Credit Suisse sebagai penasihat keuangan.
Sekretaris Perusahaan Apexindo Ade Satari menambahkan pendapatan perseroan tahun ini diperkirakan US$200 juta.
"Agak susah untuk menyebutkan perkiraan laba bersih tahun ini karena dipengaruhi banyak faktor seperti nilai tukar," tuturnya.
Estimasi pendapatan itu berdasarkan pertimbangan perpanjangan proyek baru dengan kenaikan tarif.
Hilmi, seperti dikutip Bloomberg beberapa waktu lalu, mengatakan Apexindo kemungkinan membukukan laba bersih US$75 juta tahun depan dan seharusnya dinilai pada 12 kali laba ke depan.
Nilai perusahaan itu mencapai US$900 juta atau 51% premium dari nilai pasar.
Medco akan menerima siapa pun kandidat pembeli Apexindo, baik itu lembaga keuangan maupun perusahaan sejenis. (munir.haikal@bisnis.co.id/ wisnu.wijaya@bisnis.co.id)
Oleh M. Munir Haikal & Wisnu Wijaya
Bisnis Indonesia
Labels: Divestasi Apexindo
Monday, November 19, 2007
26 November, Pemenang Tender Apexindo Diumumkan
Jakarta, Investor Daily – PT Medco Energi Internasional Tbk akan mengumumkan pemenang tender penjualan 51,39% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk pada 26 November 2007. Jumlah calon pembeli (bidder) yang memasukan harga penawaran ke Medco tinggal empat, menyusul pengunduran diri dua calon lainnya.
“Ada empat calon yang sudah memasukkan harga penawaran tahp akhir. Kami segera mengevaluasinya, sehingga dapat diumumkan Senin mendatang (26/11),” kata Dirut Medco Energi Internasional Hilmi Panigoro kepada Investor Daily di Jakarta, Sabtu (17/11).
Dia mengatakan, pihaknya belum bisa merinci harga penawaran keempat bidder itu, karena terkait kode etik prosedur tender. Pada perdagangan akhir pekan lalu, harga saham Apexindo ditutup pada Rp 2.400.
Sejak awal proses tender dibuka, sekitar 50 calon pembeli berminat membeli saham Apexindo. Namun dalam seleksi berikutnya, peserta turun menjadi 20. Sedangkan seleksi terakhir hanya diikuti enam calon pembeli. Tapi dua perusahaan mundur sehingga tinggal empat calon memasukkan harga. Keempat bidder itu terdiri atas Texas Pacific Group (TPG), Abacus Capital, Recapital Investment Bank, dan perusahaan pengeboran PT Bormindo Nusantara. “Kami mengikuti proses tender divestasi saham Apexindo,” kata Komisaris Recapital Advisor Sandiaga S Uno melalui pesan singkat kepada Investor Daily, baru-baru ini.
Menurut dia, pelepasan saham dilakukan agar Medco lebih fokus pada pengembangan industri hulu minyak dan gas. Perseroan menunjuk Credit Suisse sebagai penasihat keuangan untuk proses divestasi ini. (rad)
Labels: Divestasi Apexindo
Wednesday, November 14, 2007
4 Calon pembeli Apexindo masukkan harga penawaran
JAKARTA, Bisnis Indonesia: Empat calon pembeli kemarin memasukkan harga sekaligus dokumen penawaran untuk membeli 52% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk milik PT Medco Energi Internasional Tbk.
Empat investor yang memasukkan penawaran itu adalah perusahaan pengelola dana raksasa Texas Pacific Group (TPG), Abacus Capital, Recapital Investment Bank dan perusahaan pengeboran PT Bormindo Nusantara.
"Ada empat institusi yang memasukkan proposal penawaran untuk membeli 52% saham Apexindo," ujar sumber Bisnis, kemarin.
Dua calon pembeli lainnya yakni Essar Oil dari India dan 3i Group Plc mengundurkan diri dari proses divestasi karena harga yang diminta Medco Energi, Rp2.700 per saham, terlampau mahal.
Akibat dari pengunduran diri tersebut, Apexindo memperpanjang jadwal memasukkan penawaran dari semula 8 November menjadi 13 November.
Harga saham Apexindo kemarin ditutup di level Rp2.400 per saham naik 1,05% dibandingkan dengan harga hari sebelumnya Rp2.375. Bila mengacu pada harga saham tersebut, kapitalisasi pasar Apexindo saat ini Rp6,31 triliun.
Ketika dikonfirmasi, Presdir Medco Hilmi Panigoro mengatakan masih di luar negeri, sehingga belum memperoleh informasi soal Apexindo.
Direktur Keuangan Medco Cyril Noerhadi mengatakan belum bisa menjelaskan seputar divestasi Apexindo. "Pada saatnya akan diumumkan. Saat ini saya belum bisa menjawab soal itu. Proses divestasi terus berlanjut."
Medco berencana menjual kepemilikannya di perusahaan pengeboran itu karena akan memfokuskan bisnisnya pada pengembangan hulu minyak dan gas. Untuk melakukan divestasi tersebut, Medco menunjuk Credit Suisse sebagai penasihat keuangan.
Hilmi, seperti dikutip Bloomberg beberapa waktu lalu, mengatakan Apexindo kemungkinan membukukan laba bersih US$75 juta tahun depan dan seharusnya dinilai pada 12 kali laba ke depan. Nilai perusahaan itu mencapai US$900 juta atau 51% premium dari nilai pasar.
Dia berharap kandidat pembeli Apexindo sekaligus transaksi sudah dapat ditetapkan sebelum awal Desember. "Kalau sebelum akhir tahun, berarti paling tidak sebelum Natal."
Medco akan menerima siapa pun kandidat pembeli Apexindo, baik itu lembaga keuangan maupun perusahaan sejenis.
Sumber tadi menambahkan kepastian pemenang tender divestasi Apexindo bakal diumumkan pekan ketiga hingga keempat bulan ini.
"Abacus kemungkinan sebagai pengatur pembiayaan untuk manajemen Apexindo ikut dalam divestasi itu," katanya.
Beberapa calon pembeli itu mempunyai jejak investasi di Indonesia. TPG sedang dalam proses akuisisi 71,61% saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional dan sedang membidik saham mayoritas di Garuda Indonesia.
Recapital Securities merupakan bagian dari grup Recapital yang mempunyai portofolio investasi di beberapa perusahaan seperti PT Thames Pam Jaya, Pizza Hut dan beberapa perusahaan lain. (munir.haikal@bisnis.co.id/wisnu. wijaya@bisnis.co.id)
Oleh M. Munir Haikal & Wisnu Wijaya
Bisnis Indonesia
Labels: Divestasi Apexindo
Saturday, November 10, 2007
Medco Global Akan Dijual
Jakarta, Kompas - Medco Energi Internasional akan melepaskan lagi anak perusahaannya, Medco Global. Sebelumnya Medco Energi juga melepaskan Apexindo Pratama Duta Tbk. Pelepasan Medco Global akan dilakukan dalam dua tahap, private placement dan penawaran saham kepada publik atau IPO.
Medco Global adalah perusahaan induk yang menaungi eksplorasi Medco Energi di luar negeri. "Kami menjual blok-blok itu karena menginginkan manajemen risiko yang lebih baik," kata Direktur Keuangan Medco Cyril Noerhadi di Jakarta, Jumat (9/11).
Walaupun Medco Global akan dijual, Medco Energi Internasional akan menjaga kepemilikan mayoritasnya. Selain itu, Medco Energi akan tetap menjadi operator, tidak hanya menjadi mitra pasif. Saat ini sudah ada beberapa pihak yang tertarik membeli saham Medco Global.
Private placement akan dilakukan pada tahun ini agar dana yang didapatkan besar. Cyril belum mau mengatakan berapa persen saham Medco Global yang akan dilepas pada calon mitra strategisnya.
"Pelepasan saham untuk private placement berkisar antara 1 persen hingga 48 persen," kata Cyril Noerhadi yang juga mantan Dirut Bursa Efek Jakarta (BEJ).
Kisaran harga juga belum dapat disebutkan, "Tergantung berapa mitra pada private placement mau membelinya," kata Cyril.
Sebagian besar blok yang dikuasai Medco Global masih dalam tahap eksplorasi sehingga harus dilihat dahulu berapa besar sebenarnya kandungan minyak di dalamnya. Dia juga belum mengungkapkan di mana saham Medco Global akan dicatatkan.
Adapun proses pelepasan Apexindo Duta Pratama sudah sampai tahap uji tuntas (due diligence) dari para investornya.
"Pelepasan Apexindo masih tetap pada jadwal. Due diligence sudah berjalan. Akan tetapi, siapa saja penawarnya belum dapat diungkapkan sekarang," kata Cyril.
Apexindo adalah anak perusahaan Medco yang bergerak dalam jasa pengeboran minyak, sebagian besar mengerjakan proyek-proyek pengeboran minyak di luar negeri.
Sementara itu, kenaikan harga minyak mentah tidak serta-merta meningkatkan pendapatan Medco karena biaya-biaya yang berkaitan dengan eksplorasi juga meningkat.
Manajemen Medco mengakui tidak dapat bersaing dengan kompetitor lain dalam bidang teknologi maupun permodalan. Sehingga Medco harus menekan biaya dan menjadi operator dengan biaya rendah.
Pada laporan kuartal III-2007, Medco Energi mencatat penurunan volume penjualan minyak dan gas sebesar 10,4 persen dibandingkan dengan sembilan bulan pertama tahun 2006.
Penurunan tersebut terjadi karena penurunan alami produksi minyak di Blok Rimau. "Rimau merupakan blok yang mature, produksinya lama-kelamaan akan menurun, sedangkan blok lainnya belum berproduksi, masih dalam dua atau tiga tahun lagi," ujar Cyril.
Rata-rata produksi Medco Energi sebesar 70.000 barrel per hari setara minyak. Jumlah ini terdiri atas 50.000 produksi minyak dan 20.000 produksi gas.
Jumlah produksi ini diperkirakan akan stagnan hingga dua tahun ke depan, sampai ada eksplorasi baru lainnya, seperti di blok minyak yang dimiliki Medco di Lematang, Senoro, dalam dua tahun ke depan (joe).
Labels: Divestasi Apexindo
Thursday, November 8, 2007
Apexindo dapat kontrak US$13,2 juta
JAKARTA, Bisnis Indonesia: Perusahaan pengeboran PT Apexindo Pratama Duta Tbk mendapatkan kontrak proyek pengeboran darat di Kalimantan Timur senilai US$13,2 juta untuk satu tahun dari Vico Indonesia.
Dalam siaran pers dari Apexindo disebutkan proyek pengeboran itu akan dikerjakan oleh rig 5 setelah sebelumnya bekerja untuk Star Energi atau Magma Nusantara di Pengalengan, Jabar.
Pengeboran untuk Vico dijadwalkan mulai bulan ini dan rig tersebut sedang dipindahkan ke lokasi Vico di Badak, Kaltim.
"Kami bangga berhasil menunjukkan rekam jejak yang sangat baik, sehingga mendapat kepercayaan dari Vico Indonesia untuk tetap mendukung program pengeboran mereka selama lebih dari dua dekade," tutur Dirut Apexindo Hertriono Kartowisastro kemarin.
Keberhasilan memperoleh kontrak tanpa waktu tunggu yang panjang akan berpengaruh positif terhadap tingkat utilisasi rig darat perseroan yang mencapai 75% hingga triwulan III tahun ini, tingkat utilisasi tertinggi sejak 2002.
Selain itu, tingginya tingkat permintaan untuk rig darat secara langsung memengaruhi harga sewa harian.
Apexindo mendapat kenaikan harga sewa harian 10% pada kontrak dengan Vico ini, sehingga meningkatkan sumbangan pendapatan dari segmen rig darat.
Dengan efisiensi yang konsisten dan pertumbuhan yang meyakinkan dari segmen rig darat, profitabilitas Apexindo diharapkan meningkat secara signifikan tahun ini. (Bisnis/wiw)
Labels: Kontrak Pengeboran
Monday, November 5, 2007
Pendapatan Apexindo Naik 25,2%
Jakarta, Investor Daily --- PT Apexindo Pratama Duta Tbk (Apexindo) membukukan peningkatan pendapatan sebesar 25,2% dari US$ 111,85 juta pada kuartal ketiga 2006 menjadi US$ 139,33 pada periode sama tahun 2007. Kenaikan tersebut turut mendongkrak EBITDA sebesar 43,8% menjadi US$ 68,6 juta dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 47,7 juta.
“Segmen lepas pantai tetap mengontribusi pendapatan terbesar, yakni 64,3% terhadap total pendapatan perseroan hingga akhir September 2007. Ini berarti, kontribusinya naik sebesar 25,5% dari tahun lalu,” kata Sekretaris Perusahaan Apexindo Ade R Satari dalam keterangan tertulisnya kepada otoritas pasar modal di Jakarta, akhir pekan lalu.
Sedangkan segmen rig darat menyumbang senilai US$49,9 juta atau meningkat 30,3% dari US$ 39,3 juta tahun sebelumnya. Tingkat utilisasi rig darat mencapai level tertinggi sejak tahun 2002 sebesar 75%. Pencapaian ini dipicu perolehan kontrak-kontrak baru rig darat dengan kenaikan harga sewa harian dan periode kontrak yang lebih panjang.
Menurut dia, tingkat utilisasi rig lepas pantai turun dari 100% tahun lalu menjadi 83%. Penurunan tersebut dipicu dry clocking Jack up Raniworo dari Februari-Mei 2007 dan keterlambatan penyerahan rig Jack up Soehanah oleh shipyard. (c108)
Labels: Kinerja 2007
Essar Oil kemungkinan mundur dari divestasi Apexindo
JAKARTA, Bisnis Indonesia: Satu per satu calon pembeli PT Apexindo Pratama Duta Tbk rontok. Setelah 3i Group Plc mundur, kini giliran Essar Oil India kemungkinan besar mengurungkan niatnya membeli 52% saham perusahaan pengeboran itu.
Kedua perusahaan itu berpendapat harga Rp2.700 per saham yang diminta penjual Apexindo yakni PT Medco Energi Internasional Tbk, perusahaan yang dikendalikan oleh Keluarga Panigoro, terlalu mahal.
"Essar Oil kemungkinan besar mengikuti langkah 3i yang mundur dari divestasi Apexindo. Harganya terlalu mahal," tutur sumber Bisnis, kemarin.
Seiring dengan mundurnya dua perusahaan itu, satu-satunya investor strategis yang masih tersisa adalah perusahaan kontraktor dan pengeboran PT Bormindo Nusantara. Akibat pengunduran diri tersebut, Apexindo memperpanjang jadwal memasukkan penawaran dari semula 8 November menjadi 13 November.
Essar merupakan salah satu calon pembeli saham perusahaan pengeboran yang telah ditetapkan masuk daftar pendek (shortlisted) bersama lima institusi lainnya yakni 3i Grup Plc, Texas Pacific Group, Bormindo, Abacus Capital, dan Recapital Investment Bank.
Direktur Utama Medco Energi Hilmi Panigoro ketika dikonfirmasi menolak menjelaskan secara rinci soal mundurnya kedua calon pembeli tersebut.
"Dalam proses divestasi selalu ada permintaan untuk menjaga kerahasiaan para pihak yang bertransaksi," ujarnya kemarin.
Hilmi mengaku tidak mengetahui soal perpanjangan waktu memasukkan penawaran. "Kalau ada yang minta pengunduran jadwal selama beberapa hari, saya pikir itu masih wajar karena bisa saja ada calon pembeli yang perlu melengkapi uji tuntasnya."
Harga saham Apexindo Jumat pekan lalu ditutup di level Rp2.475 per saham tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya. Mengacu pada harga saham tersebut, kapitalisasi pasar Apexindo saat ini Rp6,51 triliun.
Medco berencana menjual kepemilikannya di perusahaan pengeboran itu karena akan memfokuskan bisnisnya pada hulu minyak dan gas. (munir.haikal@bisnis. co.id/wisnu.wijaya@bisnis.co.id)
Oleh M. Munir Haikal & Wisnu Wijaya
Bisnis Indonesia
Labels: Divestasi Apexindo