Thursday, April 17, 2008

Apexindo akan buy back US$57 juta

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Apexindo Pratama Duta Tbk menganggarkan dana sebesar US$57 juta untuk membeli kembali (buy back) saham perseroan hingga maksimal 10% dari total yang telah dikeluarkan.

Manajemen mengatakan perseroan akan meminta persetujuan soal rencana ini kepada pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang akan digelar pada 13 Mei.

Jika persetujuan telah didapat, perseroan akan menunjuk PT Bahana Securities sebagai perantara pedagang efek.

"Rencana transaksi [buy back] merupakan salah satu bentuk usaha perseroan untuk meningkatkan ki-nerja saham perseroan di mana pelaksanaannya akan meningkatkan nilai laba bersih per saham, imbal hasil ekuitas, dan imbal hasil aktiva," jelas perseroan dalam prospektus buy back-nya. (Bisnis/pul)

Wednesday, April 16, 2008

Apexindo Beli Saham Publik 10%

Jakarta, detikfinance - Perusahaan jasa pengeboran tambang, PT Apexindo Pratama Duta Tbk akan melakukan pembelian kembali saham atau buy back sebesar 10% dari seluruh saham yang sudah diterbitkan.

Apexindo menyediakan dana US$ 57 juta yang diambil dari saldo laba ditahan. Perseroan akan menyimpan saham yang dibeli balik itu sebagai treasury stock.

"Perseroan akan menentukan harga pembelian kembali saham sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu harga lebih rendah atau sama dengan harga perdagangan sebelumnya di bursa," jelas manajemen dalam laporan prospektusnya ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/4/2008).

Jumlah saham yang telah dikeluarkan per 31 Desember 2007 sebanyak 2.633.665.000 saham. Setelah dibeli balik sebanyak 263.366.500 saham maka jumlah saham beredar tinggal 2.370.298.500 saham.

Saham Apexindo setelah buy back akan dimiliki oleh PT Medco Energi Internasional Tbk 48,87%, Asian Oprtunities Fun I Segregated P 15,85%, Asian Investment Funds SPC A/C Capital 15,85%, PT Hertech Kharisma 4,72%, PT Antareja Hertrindo Kharisma 0,17%, Hertiono Kartowisastro 0,15%, Agustinus R Lomboan 0,15%, publik 4,24% dan saham perseroan di treasury shares 10%.

Untuk transaksi buy back ini akan ditangani oleh PT Bahana Securities. Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB 13 Mei 2008.

Saham Apexindo dengan kode perdagangan APEX pada pukul 14:22 JATS turun Rp 10 menjadi Rp 1.660 per saham.

( ir / ddn )

Irna Gustia - detikFinance

Tuesday, April 15, 2008

Medco Divestasi Aset Anak Usaha

Jakarta, Investor Daily --- PT Medco Energi Internasional Tbk berniat menjual tujuh blok migas yang dikelola melalui anak usahanya tahun ini karena kinerja cenderung memburuk. Ketujuh blok tersebut terdapat di Jeruk (Madura), Kakap (Riau), Rimau dan Lematang keduanya di Sumsel. Sedangkan sisanya berada di Langsa (Aceh Timur), Tuban, dan Bawean, Jatim.

“Ada sekitar tujuh aset yang akan dilepas sebelum kuartal III-2008. Kami sudah sepakat menjadi pemegang saham minoritas pada blok-blok migas itu. Persentase saham yang akan dilepas bervariasi mulai dari 15-30%,” kata Direktur Utama Medco Hilmi Panigoro di Jakarta, belum lama ini.

Namun, Hilmi belum bersedia mengungkapkan total nilai dana yang dihimpun dari penjualan aset. Sebab, proses negosiasi masih berlangsung.

Menurut dia, perseroan juga berencana menggaet investor strategis guna mengembangkan proyek di Senoro, Sulteng. Medco menganggarkan dana senilai US$ 1,4 miliar untuk pengembangan tujuh proyek. Beberapa diantaranya meliputi LNG Senoro, Sarula Geothermal, dan penyelesaian pembangunan blok migas. Pengembangan proyek akan dilakukan dalam lima tahun mendatang.

Ia yakin, kapasitas produksi perseroan berpotensi meningkat tiga kali lipat dalam lima tahun ke depan jika ketujuh blok migas di atas siap beroperasi.

Investor Baru

Lebih jauh dia mengatakan, peminat pembeli saham Medco di PT Apexindo Pratama Duta Tbk bertambah menjadi tiga. Sebelumnya, tinggal Abacus yang berminat membeli saham Apexindo. Namun, keduanya ditengarai kesulitan mencari dana, sehingga penjualan Apexindo belum dapat dilakukan. “Ketiga investor baru ini masih bersaing dengan dua penawar sebelumnya. Satu penawar berasal dari Indonesia dan dua investor asing,” jelas Hilmi.

Dia menegaskan, Medco tidak mau menurunkan harga penawaran di tengah ketidakpastian pasar finansial global saat ini.

Medco sebelumnya bersikukuh melepas saham Apexindo pada harga Rp 2.700. Penawaran tertinggi selama ini tercatat Rp 2.450. (c119/c108)

Jurus Ngebor ala Apexindo

warta ekonomi.com --- Bermodalkan hanya satu rig pada 1992, Apexindo kini muncul sebagai kontraktor pengeboran migas dan panas bumi terkemuka nasional dengan memiliki 16 rig.

Perusahaan yang berdiri pada 20 Juni 1984 ini awalnya hanyalah kontraktor pengeboran migas lepas pantai. Baru pada 2001 Apexindo melebarkan sayap dengan menjamah pengeboran di darat setelah melakukan merger dengan PT Medco Antareja. Tak hanya sampai di situ, untuk memperkuat posisinya sebagai perusahaan terkemuka Indonesia yang menyediakan jasa pengeboran migas dan panas bumi terpadu (darat dan lepas pantai), pada 2002 Apexindo masuk bursa. Anak usaha Grup Medco ini menjadi kontraktor pengeboran nasional pertama dan satu-satunya yang telah mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia.

Saat ini Apexindo memiliki dan mengoperasikan 16 rig, yang terdiri dari: 11 rig pengeboran darat, 4 unit pengeboran perairan dangkal (submersible swamp barge), dan sebuah jack up. Rig pertama milik Apexindo berjenis submersible swamp barge yang dibangun oleh Sembawang Shipyard, Singapura, pada 1992, dan diberi nama “Maera”. Dua tahun kemudian, rig kedua bernama “Raniworo” dan berjenis jack up dibangun oleh NKK, Jepang, dan menyusul submersible swamp barge kedua bernama “Raisis” yang dibangun di La Fayette, AS, pada 1995. Pada 2003 Apexindo kembali menambah kekuatannya dengan dua swamp barge baru, bernama “Raissa” dan “Yani”. Keduanya dibangun di galangan Keppel FELS, Singapura.

Proyek-proyek besar yang berhasil ditangani Apexindo tak hanya berasal dari perusahaan lokal saja. Perusahaan mancanegara seperti dari Brunei, AS, Myanmar, Australia, dan negara-negara Timur Tengah juga sempat merasakan layanan drilling Apexindo. Nama-nama perusahaan pertambangan besar seperti Chevron Geothermal Ltd., Vico Indonesia, Pertamina, Total E&P, Star Energy Holdings Pte. Ltd., Magma Nusantara Ltd., Unocal & Unocal Geothermal Indonesia, Karaha Bodas Co., PLN Geothermal Flores, PEARLOIL (Tungkal) Ltd., Lundin Blora BV, JOB Pertamina–Medco Tomori, ARCO, BP Migas, Stat Oil, Petro China, Exxon Mobile, dan Hess masuk dalam daftar klien Apexindo.

Akhir tahun lalu, Apexindo berhasil menyabet dua kontrak senilai US$34,8 juta dan US$35,7 juta dari perpanjangan kontrak dengan Vico Indonesia. Adapun laba bersih yang berhasil diraupnya per September 2007 sebesar US$23 juta.

SUGENG KURNIAWAN

Friday, April 4, 2008

Asian Opportunities Lepas Kepemilikan di Apexindo

JAKARTA, Okezone - Asian Opportunities Fund I Segregated Portofolio telah menjual kepemilikan sahamnya di PT Apexindo Pratama Duta Tbk (Apexindo) sebanyak 417.500.000 lembar saham kepada publik melalui pasar tertutup.

Demikian disampaikan Direktur PT Kim Eng Securities Jusuf Santoso, yang bertindak sebagai broker jual, seperti dikutip dalam keterbukaan informasi di Bursa efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (4/4/2008).

Menurut Jusuf, klien tersebut telah melakukan transaksi tutup sendiri atas saham Apexindo sebanyak 417,5 juta saham pada harga Rp2.400 per saham yang dilakukan di BEI.

Adapun tanggal transaksi telah dilakukan pada 31 Maret, dan sahamnya telah dikirimkan ke kustodian Citibank Jakarta, pada 1 April lalu. (hsp)

Ade Hapsari Lestarini - Okezone

Tuesday, April 1, 2008

Apexindo Cetak Laba Bersih 2007 Sebesar US$ 34,3 Juta

JAKARTA, investorindonesia.com --- Perusahaan pengeboran minyak PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) sepanjang 2007 mencetak laba bersih US$ 34,3 juta, atau naik 8,9% dibandingkan 2006 sebesar US$ 31,5 juta.

"Laba bersih pada 2006 sebagian disokong oleh keuntungan swap non kas, sedangkan laba bersih 2007 ini benar-benar merefleksikan kinerja operasional perseroan," kata Direktur Keuangan Apexindo, Agustinus B Lomboan di Jakarta, Selasa, seperti dilansir Antara.

Sementara itu total pendapatan 2007 naik 65,8% menjadi US$ 163,3 juta dibandingkan 2006 sebesar US$ 98,5 juta. "Peningkatan pendapatan ini terjadi karena adanya penerimaan kontrak baru maupun perpanjangan kontrtak kerja dari para klien," ujarnya.

Dia mengakui terjadi peningkatan beban-beban biaya pada aktivitas pengeboran darat maupun lepas pantai. Namun kenaikan itu berada pada peningkatan yang lebih rendah dibandingkan dengan peningkatan pendapatan.

Karena itu, katanya, profitabilitas yang menguat pada 2007, sehingga marjin EBITDA (laba bersih sebelum pajak, bunga, depresiasi dan amortisasi) tercatat 50,5% dibandingkan sebelumnya 41,6%. (*)

Sunday, March 30, 2008

Medco Lego 2,5 Saham Apexindo

Hadi Suprapto – Okezone, JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) telah menjual 2,5 persen kepemilikan saham di PT Apexindo Pratama Tbk (APEX). Dengan dilepasnya 2,5 persen saham Apexindo, saat ini Medco hanya memiliki 48,9 persen atas saham Apexindo.

Demikian disampaikan oleh Corporate Secretary Apexindo Ade R Satari seperti dikutip dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Minggu (30/3/2008).

Diperkirakan, melalui transaksi itu, Medco meraup dana sekira Rp157,99 miliar. Sebab, harga yang dilepas oleh Medco adalah Rp2.400 per saham dari saham sejumlah 65,83 juta saham. Harga ini premium dari harga penutupan pasar akhir pekan lalu sebesar Rp1.720. (mbs)

Thursday, March 27, 2008

Apexindo Dapat Perpanjangan dan Kontrak Baru US$ 57,7 Juta

JAKARTA, investorindonesia.com --- PT Apexindo Pratama Duta Tbk (Apexindo) mendapatkan konfirmasi perpanjangan kontrak dan kontrak baru dengan total nilai 57,7 juta dolar AS.

"Perpanjangan kontrak untuk salah satu rig swampbarge perseroan, Raissa, di lapangan Tunu Kalimantan dengan nilai 53,1 juta dolar AS," kata Direktur Keuangan Apexindo, Agustinus Lomboan di Jakarta, Kamis, seperti dilansir Antara.

Selain itu, kata dia, perseroan mendapat kontrak baru untuk rig daratnya senilai 4,6 juta dolar AS.

Agustinus mengatakan perpanjangan kontrak selama tiga tahun ini akan memberikan kontribusi terhadap arus kas yang kuat di masa depan serta mengurangi ketidakpastian.

Dia menambahkan, peningkatan aktivitas di bisnis pemboran di Indonesia memberikan dampak yang positif bagi perseroan, dimana perseroan telah secara proaktif berpartisipasi dalam tender-tender proyek pemboran rig darat dan lepas pantai.

"Kami akan senantiasa konsisten dalam meningkatkan efisiensi serta pertumbuhan perusahaan tidak hanya di segmen lepas pantai namun juga segmen rig darat," katanya.

Profitabilitas diharapkan dapat secara berkelanjutan meningkat untuk memastikan pengembalian yang lebih tinggi bagi para pemegang saham kami, tambahnya. (*)

2,5% Saham Apexindo dihargai Rp158 miliar

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Medco Energi Internasional Tbk meraup dana sebesar Rp158 miliar dari penjualan premium 2,5% saham anak usahanya PT Apexindo Pratama Duta Tbk.

Head of Investor Relation Medco Nusky Suyono mengatakan Medco telah menjual sebanyak 65,83 juta saham Apexindo pada harga Rp2.400 per saham, atau 40% di atas harga penutupan kemarin Rp1.710.

Harga saham berkode APEX itu secara mengejutkan naik Rp310 dari posisi hari sebelumnya Rp1.400 per saham, sehingga mendongkrak kapitalisasi pasarnya menjadi Rp4,50 triliun. Harga saham perusahaan jasa pengeboran sumur minyak dan gas itu pernah mencetak rekor Rp2.575 pada 5 Oktober 2007.

Nusky mengatakan tidak tahu alasan penjualan saham anak usaha dalam jumlah yang jauh dari rencana semula sebanyak 51,37%. "Kami tetap ingin menjual seluruhnya, yang berarti masih ada sisa 48,9% lagi. Penjualan ini juga dengan harga yang lumayan tinggi, bukan harga pasar," tuturnya saat dihubungi Bisnis, kemarin.

Namun, dia belum tahu kapan Medco akan kembali melego kepemilikannya di anak usahanya itu. Soal waktunya akan bergantung pada kondisi pasar. "Pokoknya, niat kami untuk jual seluruhnya."

Nusky tidak bersedia menjelaskan penggunaan dana hasil penjualan saham Apexindo. Menurut dia, nilai yang didapat ini masih terlalu kecil.

Broker terbesar

Namun, dia juga tidak tahu identitas pembeli dan broker yang terlibat dalam transaksi ini. Berdasarkan data Bloomberg, Kresna Securities tercatat sebagai broker dengan nilai transaksi bersih saham Apexindo terbesar.

Kemarin, sekuritas itu memperdagangkan total sebanyak 133,7 juta saham Apexindo bernilai total Rp319,4 miliar.

Mega Capital Indonesia menduduki posisi kedua dengan nilai transaksi sebesar Rp964,2 juta atas volume 604.500 saham.

Phillip Securities Indonesia di tempat berikutnya dengan volume transaksi sebanyak 255.000 saham bernilai Rp419,9 juta.

Berbeda dengan saham Apexindo yang bergerak naik, saham Medco justru turun Rp50 menjadi Rp3.325, kemarin.

Level harga tersebut menjadikan saham berkode MEDC itu berkapitalisasi pasar Rp11,08 triliun. Harga saham MEDC mencatat harga tertinggi Rp6.100 pada 9 November 2007.

Oleh Pudji Lestari

Bisnis Indonesia

Apexindo raih kontrak US$53,1 juta

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Apexindo Pratama Duta Tbk berhasil memperoleh perpanjangan kontrak selama tiga tahun dan meraih kontrak baru senilai total US$57,7 juta.

Dalam siaran pers dari Apexindo kemarin disebutkan perusahaan pengeboran itu berhasil memperpanjang kontrak baru untuk rig Raissa senilai US$53,1 juta. Raissa baru saja menyelesaikan proyek lima tahun dengan Total E&P Indonesie di lapangan Tunu, Kalimantan pada bulan ini.

"Perpanjangan kontrak selama tiga tahun akan memberikan arus kas yang kuat dan mengurangi ketidakpastian," tutur Direktur Keuangan Apexindo Agustinus B. Lomboan.

Anak perusahaan PT Medco Energi Internasional Tbk itu juga mengantongi kontrak baru untuk rig darat senilai total US$4,6 juta.(Bisnis/wiw)