Wednesday, May 7, 2008

Mitra Rajasa Siap Beli Apexindo

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT. Mitra Rajasa, Tbk. berniat membeli 82,6 persen saham PT. Apexindo Pratama Duta, Tbk. yang saat ini dimiliki oleh PT. Medco Energi International, Tbk. (Medco) dan Encore International Limited.

"Kami berencana mengambilalih saham Apexindo sebagai bagian pengembangan usaha perseroan" kata Direktur Utama Mitra Rajasa, Beni Prananto, Rabu (7/5), dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia.

Perseroan kata Beni akan mengambil alih 48,9 persen saham Apexindo yang kini dipegang oleh Medco, dan 31,7 persen saham Apexindo yang ada dimiliki Encore. Saat ini proses pengambilalihan, lanjutnya, masih dalam proses negosiasi.

"Kami sudah mengajukan kesungguhan niat kami kepada Medco dan Encore" katanya.

Beni mengungkapkan, sebagai uang muka dalam pengambilalihan saham ini, perseroan akan menggunakan dana hasil right issue yang telah dilakukan perseroan, sebesar Rp 55 miliar.

Ari Astri

Mitra Rajasa Siap Akuisisi 82,6% Saham Apexindo

Jakarta, detikFinance - Guna ekspansi usaha, perusahaan transportasi, PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA) akan mengakuisisi 82,6% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX), anak usaha PT Medco Energi International Tbk (MEDC) dan Encore International Limited.

"Kami berencana mengambilalih saham Apexindo sebagai bagian pengembangan usaha perseroan," ujar Direktur Utama MIRA, Beni Prananto, dalam keterbukaan informasi BEI, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Rabu (7/5/2008).

Rencananya, MIRA akan mengambil alih 48,9% saham APEX yang kini dipegang oleh Medco, dan 31,7% yang saat ini dimiliki Encore.

"Proses pengambilalihan masih dalam proses negosiasi. Kami sudah mengajukan kepada Medco dan Encore," katanya.

Beni mengungkapkan, sebagai uang muka dalam pengambilalihan saham ini, perseroan akan menggunakan dana hasil right issue yang telah dilakukan sebelumnya sebesar Rp 55 miliar.

Awalnya, dana hasil right issue akan digunakan untuk membangun floating production storage and offloading (FSPO). Namun dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan yang diadakan 30 April lalu, disetujui perubahaan penggunaan dana right issue untuk pembayaran uang muka pra akuisisi saham Apexindo.

Sementara menurut rumor bursa yang beredar, nilai yang akan ditawarkan oleh MIRA sebesar Rp 2.400 per lembarnya.

( dro / ddn )

Indro Bagus SU - detikFinance

Monday, May 5, 2008

Segmen Lepas Pantai Dorong Apexindo

JAKARTA, Koran Tempo -- PT Apexindo Pratama Duta Tbk membukukan kenaikan laba bersih 72,9 persen pada kuartal pertama 2008 dari US$ 10,2 juta pada periode yang sama tahun lalu menjadi US$ 5,9 juta.

Kenaikan laba ini didorong oleh peningkatan pendapatan sebesar 55,4 persen, dari US$ 36,1 juta menjadi US$ 56,1 juta. Kondisi ini didukung oleh peningkatan kontribusi pendapatan dari segmen lepas pantai sebesar 101 persen, menjadi US$ 40,4 dari sebelumnya US$ 20,1 juta tahun lalu. "Harga sewa beberapa rig lepas pantai, di antaranya Maera, Raniworo, dan Soehanah, naik dan adanya kontrak-kontrak baru," kata Direktur Keuangan Apexindo Agustinus B. Lomboan dalam siaran pers.

Tingkat utilisasi lepas pantai naik hanya 2 persen dibanding 87 persen pada tahun lalu. Menurut Agustinus, tipisnya kenaikan itu karena beberapa rig baru saja memulai proyek pada awal tahun dan harus menjalani dry-docking pada pertengahan Februari lalu.

Kontribusi pendapatan dari segmen darat turun 1,9 persen dari US$ 16 juta menjadi US$ 15,7 juta. Penyebabnya, tingkat utilisasi turun menjadi 57 persen dari 63 persen dibanding tahun sebelumnya. "Rig 15 dalam status idle, sedangkan Rig 2 dan Rig 14 berada dalam persiapan mengawali proyek baru," ujarnya. Sorta Tobing

Friday, May 2, 2008

Mitra Rajasa perbesar nilai obligasi

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Mitra Rajasa Tbk mendongkrak nilai obligasi menjadi Rp800 miliar dari rencana awal Rp600 miliar. Hasil dari penjualan surat utang itu nantinya untuk membiayai pembelian anak perusahaan PT Medco Energi Internasional Tbk yang bergerak di pengeboran PT Apexindo Pratama Duta Tbk.

Menurut Komisaris Utama Mitra Rajasa Tito Sulistio, selain berharap dari penjualan obligasi, Mitra Rajasa akan memanfaatkan Rp50 miliar dari dana penawaran umum terbatas sebesar Rp50 miliar untuk membiayai akuisisi itu.

"RUPSLB [rapat umum pemegang saham luar biasa] menyetujui penambahan nilai obligasi itu karena berdasarkan kalkulasi butuh dana lebih banyak untuk kebutuhan akuisisi. Kami segera melaporkan aksi korporasi ini ke Bapepam-LK [Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan]," ujarnya seusai rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa (RUPST&LB), Rabu.

Hasil RUPSLB itu merupakan tindak lanjut dari RUPS pada 19 Februari 2008 yang menyetujui rencana penerbitan obligasi senilai Rp600 miliar untuk membiayai akuisisi perusahaan minyak dan gas.

Perseroan menunjuk Optima Kharya Capital Securities sebagai underwriter penerbitan obligasi yang direncanakan terbit pada triwulan III/2008.

Perseroan juga menargetkan pertumbuhan yang signifikan setelah merampungkan akuisisi tersebut pada akhir tahun ini. Laba bersih triwulan I/2008 perseroan tercatat Rp16,1 miliar.

Terkait dengan rencana penerbitan surat utang itu, perseroan juga telah memperoleh persetujuan atas rencana penjaminan seluruh saham milik perseroan di anak perusahaan, yaitu PT Pulau Kencana Raya dan Sabre Systems International Pte Ltd.

"Kami berharap dalam dua pekan ke depan sudah ada perjanjian dengan target perusahaan akuisisi ini, tetapi sampai saat ini saya belum bisa mengungkapkan perusahaan yang menjadi target akuisisi dan nilai akuisisi," tuturnya.

Kendati tidak secara eksplisit menyebut Apexindo sebagai target akuisisi, sumber Bisnis memperkirakan bahwa yang diincar adalah Apexindo.

Saat dikonfirmasi apakah target akuisisi Mitra Rajasa itu adalah anak perusahaan Medco, Presdir Medco Energi Hilmi Panigoro mengatakan Apexindo hingga saat ini belum final akan dilepas kepada perusahaan mana.

"[Dengan Mitra Rajasa] Belum, hingga hari ini kami belum menetapkan perusahaan mana yang akan mengakuisisi Apexindo. Apexindo sudah ada rencana kami lepas, tapi tertunda karena adanya turbulensi di pasar. Sudah ada pembicaraan, tetapi belum final," ujarnya. (Bisnis, 28 April)

Hasil RUPS

RUPSLB menyetujui dana sisa rights issue sebesar Rp50 miliar dari Rp531 miliar yang semula akan digunakan untuk pembangunan (floating production storage & offloading/ FPSO) kedua dialihkan guna pembiayaan uang muka pra-akuisisi.

Pembangunan FPSO kedua dibiayai dari pinjaman perbankan lokal.

FPSO kedua itu akan diberi nama Sabre 201. Mitra Rajasa meneken kesepakatan kerja sama dengan PT Karya Teknik Utama sebagai pemilik shipyard berlokasi di Cilegon, tempat di mana Sabre 201 dibangun.

Selain itu, pemegang saham juga menyetujui pelaksanaan perubahan nilai nominal saham dengan rasio maksimum 1:5 dan mendelegasikan kepada direksi perseroan untuk melaksanakan keputusan itu sesuai aturan.

RUPS Mitra Rajasa itu dihadiri oleh pemegang saham dari 85,91% saham perseroan.

"Kami juga memperoleh persetujuan untuk tidak membagikan laba bersih tahun buku 2007 guna pengembangan perseroan, termasuk akuisisi ini," ujar Tito.

Pemegang saham juga menyetujui untuk mengangkat Inu Dewanto Koentjaraningrat sebagai anggota baru dewan direksi dan Alfons Irawan sebagai komisaris.

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.

Bisnis Indones

Apexindo beli kembali obligasi

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Apexindo Pratama Duta Tbk akan membeli kembali obligasinya senilai Rp 250 miliar.

Direktur Apexindo Terence Michael Gott menjelaskan surat utang yang akan dibeli adalah obligasi I/ 2005 dan sukuk ijarah I/ 2005. Masa pembelian obligasi Apexindo dimulai 2 Mei sampai 31 Desember 2008.

"Tujuan pembelian kembali obligasi untuk disimpan dan dapat dilepas lagi ke pasar," ujarnya pekan ini.

Apexindo juga menyiapkan dana sebesar US$57 juta untuk membeli kembali saham perseroan hingga maksimal 10% dari total yang telah dikeluarkan.

Rencana ini akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan dalam rapat umum pemegang saham pada bulan ini. (Bisnis/21)

Wednesday, April 30, 2008

Apexindo Bukukan Marjin Keuntungan Mengesankan pada Kuartal I 2008

JAKARTA, investorindonesia.com --- PT Apexindo Pratama Duta Tbk (Persero) mencatat keuntungan secara signifikan yang ditunjukkan oleh kenaikan EBITDA marjin menjadi 56,7% dari 42,7% pada tahun lalu. Kondisi ini didukung oleh peningkatan EBITDA sebesar US$ 31,8 juta atau melonjak sebesar 106.5 % dari US$ 15,4 juta pada kuartal pertama tahun 2007.

EBITDA yang lebih tinggi disebabkan oleh peningkatan laba operasi secara signifikan sebesar 111,1% menjadi US$ 20,9 juta dibandingkan dengan US$ 9,9 juta pada tahun lalu.

Demikian Laporan Keuangan yang tidak diaudit untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2008 dan 2007 yang diserahkan kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Rabu (30/4).

“Marjin keuntungan yang sangat baik telah menempatkan Apexindo menjadi salah satu perusahaan pemboran di dunia yang memiliki profitabilitas yang sangat baik. Kondisi ini menunjukkan kedisiplinan kami dalam menerapkan strategi-strategi Perseroan, di antaranya terus menerapkan efisiensi dan memanfaatkan tingginya permintaan terhadap peralatan pemboran,” kata Agustinus B Lomboan, Direktur Keuangan Apexindo dalam siaran persnya yang diterima investorindonesia.com.

Pada dasarnya, peningkatan profitabilitas didorong oleh peningkatan pendapatan menjadi US$ 56,1 juta atau naik 55,4% dari US$ 36,1 juta yang didukung oleh kontribusi segmen lepas pantai. Kontribusi pendapatan dari segmen lepas pantai meningkat secara meyakinkan sebesar 101,0% untuk tahun ini, yaitu dibukukan pada angka US$ 40,4 juta dibandingkan US$ 20,1 juta pada tahun lalu. Hal ini lebih disebabkan oleh kenaikan harga sewa yang diperoleh melalui beberapa rig lepas pantai – di antaranya Maera, Raniworo, dan Soehanah – dengan kontrak-kontrak barunya, dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2007.

Sementara, tingkat utilisasi lepas pantai naik tipis sebesar 2% dari 87% yang dibukukan tahun lalu. Menurunnya tingkat utilisasi lepas pantai pada kuartal pertama tahun 2008 disebabkan oleh berbagai kondisi seperti Raniworo yang baru saja memulai proyek terbarunya dari Santos pada akhir bulan Januari tahun ini dan Raissa yang harus menjalani drydocking sejak pertengahan Februari hingga pertengahan Maret. Maera juga telah menjalani drydocking sejak pertengahan Maret dan telah selesai pada pertengahan April. (*/gor)

Kuartal I-2008 Pendapatan Apexindo USD56,1 Juta

Hadi Suprapto – Okezone, JAKARTA - PT Apexindo Pratama Duta Tbk untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2008, mencatat peningkatan profitabilitas perseroan. Peningkatan profitabilitas ini, ditunjukkan oleh kenaikan EBITDA marjin sebesar 56,7 persen, sebelumnya 42,7 persen.

Kondisi ini didukung oleh peningkatan EBITDA sebesar USD 31,8 juta atau melonjak sebesar 106,5 persen dari USD 15,4 juta pada kuartal pertama tahun 2007.

EBITDA yang lebih tinggi disebabkan oleh peningkatan laba operasi secara signifikan sebesar 111,1 persen menjadi USD20,9 juta, dibandingkan dengan USD9,9 juta pada tahun lalu.

Direktur Keuangan Apexindo Agustinus B Lomboan mengatakan, pendapatan perseroan sebesar USD56,1 juta, atau naik 55,4 persen dari USD36,1 juta yang didukung oleh kontribusi segmen lepas pantai.

Kontribusi pendapatan dari segmen lepas pantai meningkat secara meyakinkan sebesar 101 persen untuk tahun ini, yaitu sebesar USD40,4 juta.

"Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga sewa yang diperoleh melalui beberapa rig lepas pantai, di antaranya Maera, Raniworo, dan Soehanah dengan kontrak-kontrak barunya," katanya. (hsp)

Monday, April 28, 2008

Mitra Rajasa siap akuisisi Apexindo

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Mitra Rajasa Tbk semakin serius mewujudkan rencananya untuk membeli anak perusahaan Medco, PT Apexindo Pratama Duta Tbk, yang bergerak di bidang minyak dan gas.

Perseroan akan mengalokasikan sisa dana penawaran umum terbatas sebesar Rp50 miliar dan berencana menerbitkan obligasi Rp600 miliar guna pendanaan akuisisi itu.

Menurut Sekretaris Perusahaan Mitra Rajasa Imaculata Wattimena, perseroan telah mengantungi restu dari rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 19 Februari 2008 mengenai rencana akuisisi perusahaan minyak dan gas atau di sektor transportasi.

"Pada 30 April nanti, kami akan menggelar RUPS Tahunan dan RUPSLB. Pada RUPSLB a.l. akan dibicarakan tentang persiapan segala sesuatu menuju akuisisi itu, tetapi hingga saat ini kami belum bisa menyebutkan target akuisisi kami," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Dana sisa rights issue sebesar Rp50 miliar dari Rp531 miliar yang semula akan digunakan untuk pembangunan (floating production storage & offloading/FPSO) kedua akan dialihkan guna pembiayaan akuisisi itu.

"Dana akuisisi juga akan dipenuhi dari penerbitan obligasi senilai Rp600 miliar pada tahun ini, bisa dalam bentuk obligasi dolar, sukuk, atau dalam bentuk obligasi lainnya. Pemegang saham telah menyetujui, meski kami belum memastikan berapa nilai akuisisi itu," tuturnya.

Kendati Imaculata tidak secara eksplisit menyebut Apexindo sebagai target akuisisi, sumber Bisnis memperkirakan bahwa yang diincar adalah PT Apexindo Pratama Duta Tbk.

Saat dikonfirmasi apakah target akuisisi Mitra Rajasa itu adalah anak perusahaan Medco, Presdir PT Medco Energi International Tbk Hilmi Panigoro mengatakan PT Apexindo Pratama Duta Tbk hingga saat ini belum final akan dilepas kepada perusahaan mana.

"[Dengan Mitra Rajasa] Belum, hingga hari ini kami belum menetapkan perusahaan mana yang akan mengakuisisi Apexindo. Apexindo sudah ada rencana kami lepas, tapi tertunda karena adanya turbulensi di pasar. Telah ada pembicaraan, tapi belum final," ujarnya.

Pekan lalu perusahaan milik keluarga Panigoro telah membeli 32% saham perusahaan pengeboran Apexindo senilai Rp2 triliun.

Yani Panigoro, Direktur Encore International Ltd mengatakan Encore membeli saham Apexindo dari dua perusahaan pengelola dana Asia sebesar Rp2.400 per saham. Encore merupakan perusahaan induk dari emiten migas PT Medco Energi Internasional Tbk.

Kedua penjualan saham Apexindo adalah Asia investment Funds SPC A/C Capital Income Fund II Segregated Portfolio 15,85% dan Asian Opportunities Fund I Segregated Portfolio 15,85%.

Akuisisi saham itu memberikan kendali pada keluarga Panigoro terhadap Apexindo yang akan dijual oleh Medco.

Proses penjualan saham Apexindo dimulai oleh Medco dan dibantu penasihat keuangan Credit Suisse sejak tahun lalu. Namun, hingga kini penjualan itu belum terwujud. (sylviana.pravita@bisnis.co.id)

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.

Bisnis Indonesia

Tuesday, April 22, 2008

Encore Beli Saham Apexindo

JAKARTA, Koran Tempo -- Encore International Limited membeli 31,7 persen saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk.

Sekretaris Perusahaan Apexindo Ade R. Satari, dalam penjelasan tertulis yang disampaikan kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) akhir pekan lalu, mengatakan perseroan telah menerima pemberitahuan resmi dari Encore pada 17 April 2008.

Menurut dia, dengan dibelinya saham Apexindo itu, pemegang saham Apexindo berubah menjadi PT Medco Energi International Tbk. sebesar 48,87 persen, Encore International Limited 31,7 persen, dan masyarakat 19,43 persen.

Sebelumnya, kepemilikan Apexindo dikuasai Medco Energi 48,87 persen, masyarakat 19,43 persen, Asia Investment Fund SPC 15,85 persen, dan Asian Opportunities Fund 15,85 persen.

Direktur Encore Yani Panigoro dalam lampiran penjelasan itu mengatakan Encore adalah pemegang saham tidak langsung Medco Energi sebesar 30,72 persen.

Meski begitu, kata dia, pembelian saham Apexindo oleh Encore ini tidak menyebabkan perubahan pemegang saham pengendali di Apexindo. Karena itu, Encore tidak diwajibkan melakukan penawaran tender seperti diatur dalam Peraturan Bapepam Nomor IX.H.1 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka dan No. IX.F.2 tentang Penawaran Tender.

Encore beli saham Apexindo Rp2 triliun

JAKARTA, Bisnis Indonesia: Perusahaan milik keluarga Panigoro membeli 32% saham perusahaan pengeboran yang masih terafiliasi yakni PT Apexindo Pratama Duta Tbk senilai Rp2 triliun.

Yani Panigoro, Direktur Encore International Ltd, seperti dikutip Bloomberg kemarin, mengatakan Encore membeli saham Apexindo dari dua perusahaan pengelola dana Asia sebesar Rp2.400 per saham. Encore merupakan perusahaan induk dari emiten migas PT Medco Energi Internasional Tbk.

Kedua penjualan saham Apexindo adalah Asia investment Funds SPC A/C Capital Income Fund II Segregated Portfolio 15,85% dan Asian Opportunities Fund I Segregated Portfolio 15,85%.

Akuisisi saham itu memberikan kendali pada keluarga Panigoro terhadap Apexindo yang pernah akan dijual oleh Medco untuk memperoleh keuntungan dari lonjakan sewa pengeboran.

Proses penjualan saham Apexindo dimulai oleh Medco dan dibantu penasihat keuangan Credit Suisse sejak tahun lalu. Namun, hingga kini penjualan itu tidak terwujud. Dengan penundaan penjualan itu, berarti Medco telah menunda dua kali divestasi anak perusahaan itu.

"Kami ingin menjual Apexindo sebagai satu paket yang bisa memberikan kendali terhadap saham perusahaan itu. Namun, jika harganya tidak tepat, kami tidak akan melepas saham itu," tutur Yani.

Harga saham emiten pengeboran itu jatuh 35% menjadi Rp1.670 per saham sejak Oktober tahun lalu setelah mencetak rekor Rp2.575. Harga saham Apexindo kemarin melemah ke posisi Rp1.610 dari penutupan sebelumnya Rp1.650 per saham, sedangkan harga saham Medco Energi naik ke Rp4.000 dari level Rp3.900 per saham.

Encore Intenational mempunyai 61% saham di Encore Energy Ltd, sedangkan Mitsubishi memiliki selebihnya. Encore Energy menguasai 51% saham Medco Energi. Dengan pembelian saham Apexindo tersebut, susunan pemegang saham Apexindo berubah menjadi Medco sebanyak 48,87%, Encore 32%, dan publik dengan kepemilikan kurang dari 5% total mencapai 19,43%.

Norico Gaman, Head of Re-search PT BNI Securities, mengatakan keluarga Panigoro sepertinya sayang terhadap Apexindo, apalagi harga minyak sedang meroket.

"Sumbangan Apexindo terhadap laba usaha Medco Energi cukup besar sekitar 20%," tuturnya.

Menurut dia, Medco kemungkinan melihat tidak ada harga yang cocok dari calon pembeli, sehingga saham Apexindo dibeli kembali.

Oleh Wisnu Wijaya

Bisnis Indonesia