Wednesday, June 4, 2008

Goldman biayai Mitra Rajasa akuisisi Apexindo

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Mitra Rajasa Tbk segera mengantongi pendanaan akuisisi PT Apexindo Pratama Duta Tbk senilai Rp4,1 triliun dari bank investasi Goldman Sachs, menyusul finalisasi pendanaan yang ditandatangani di Hong Kong, kemarin. Selanjutnya, Mitra Rajasa akan berutang Rp1 triliun dan akan dibayar tahun depan.

Perseroan juga akan membatalkan rencana penerbitan obligasi senilai Rp800 miliar, meski sudah disetujui oleh rapat umum pemegang saham.

Menurut Dirut Mitra Rajasa Beni Prananto, pendanaan akuisisi itu ditandatangani oleh Komisaris Utama Mitra Rajasa Tito Sulistio dan pihak Goldman di Hong Kong.

Goldman, lanjutnya, akan membiayai porsi pembayaran secara tunai dan bertahap sebesar Rp2,5 triliun guna membeli 48,87% saham Medco. Sisanya, Rp643,52 miliar akan dibayar melalui penerbitan surat utang bertenor satu tahun oleh Sabre, anak perusahaan yang dimiliki 100% dan berkedudukan di Singapura.

Selanjutnya, Goldman juga akan membiayai pembelian 31,7% saham Encore atas Apexindo senilai Rp1,62 triliun secara tunai dan bertahap. Sisanya, Rp417,5 miliar juga dibiayai melalui penerbitan surat utang bertenor satu tahun oleh Sabre.

"Jadi, kami menegaskan tidak akan menerbitkan obligasi. Bahkan, rencana penerbitan obligasi Mitra senilai Rp800 miliar akan kami batalkan, karena pendanaannya sudah diambil alih dari Goldman Sachs," tuturnya, kepada Bisnis, kemarin.

Mengenai perbedaan keterangan antara prospektus Mitra Rajasa dan pernyataan Medco tentang adanya kesepakatan harga pembelian Apexindo, Beni mengatakan memang hingga saat ini Mitra Rajasa dan Medco belum menandatangani kesepakatan harga.

Isi prospektus yang dikeluarkan oleh Mitra Rajasa menyatakan antara perseroan dengan Medco dan Encore masih melakukan pembicaraan atau negosiasi mengenai syarat dan ketentuan pengambilalihan saham Apexindo yang akan dituangkan dalam perjanjian jual beli saham.

"Namun, hal-hal pokok mengenai harga, objek, dan skema pembayaran telah disepakati," ungkap prospektus itu.

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.

Bisnis Indonesia

Tuesday, June 3, 2008

TERKAIT AKUISISI APEXINDO, Medco Menerima Tawaran Mitra Rajasa

JAKARTA, Investor Daily --- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) merespons positif tawaran PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA) yang mengajukan harga akuisisi PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) sebesar Rp 2.450 per saham. Sebab, harga itu di atas harga beli sebelumnya sebesar Rp 2.400.

Komisaris Utama Medco Energi Internasional Hilmi Panigoro mengatakan, pihaknya tengah meneliti lebih mendalam tawaran tersebut. “Yang pasti, harga Rp 2.450 sudah di atas harga beli waktu itu,” ujar dia kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (2/6).

Selain harga, kata dia, Medco akan menegosiasikan masalah kecepatan dan kemudahan pembayaran seiring kesiapan dana Mitra Rajasa. Untuk itu, Hilmi meminta Mitra Rajasa dapat melunasi pembayaran dalam waktu yang tidak terlalu lama apabila kedua pihak sudah menyepakati jual beli saham.

“Kami menargetkan perjanjian jual belinya dapat ditandatangani pada pertengahan Juni tahun ini,” tutur Hilmi yang juga komisaris utama Apexindo.

Hal yang sama juga diungkapkan Direktur Mitra Rajasa Anton Natakoesoemah. Menurut dia, perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham pada 30 Juni 2008. Salah satu agendanya adalah persetujuan terkait akuisisi 80,57% saham Apexindo. “Untuk itu, kami berharap, perjanjian jual beli saham antara kami dan Medco dapat tuntas sebelum RUPS,” kata Anton.

Pada pengumuman kepada publik, kemarin, Mitra Rajasa menyatakan keseriusannya untuk mengakuisisi Apexindo. Perseroan akan membeli 48,87% saham Medco dan 31,7% saham Encore International Ltd milik keluarga Panigoro pada perusahaan jasa pertambangan migas tersebut.

Perseroan akan menyiapkan dana sebesar Rp 5,19 triliun. Rinciannya saham Medco senilai Rp 3,15 triliun, sedangkan Encore Rp 2,04 triliun. Berdasarkan hasil penilai independen yang ditunjuk Mitra Rajasa, nilai wajar akuisisi Apexindo berkisar antara Rp 5,17-5,86 triliun dengan harga Rp 2.435-2.762 per saham.

Rencananya, Mitra Rajasa akan melunasi pembelian saham itu dengan beberapa mekanisme pembayaran. Perseroan bakal membayar tunai secara bertahap kepada Medco sebesar Rp 2,5 triliun. Sisanya Rp 643,5 miliar melalui surat utang berjangka waktu satu tahun Sabre Systems International Pte Ltd (SSI), anak usaha Mitra Rajasa di Singapura.

Mekanisme serupa juga akan diterapkan pada Encore. Perseroan akan membayar tunai secara bertahap sebesar Rp 1,62 triliun, sedangkan sisanya Rp 417,5 miliar melalui surat utang SSI.

SSI akan menjadi kendaraan bisnis Mitra Rajasa untuk mengakuisisi Apexindo. Untuk itu, perseroan akan memberikan pinjaman kepada SSI sekitar US$ 85 juta, kemudian ditambah kas internal SSI sebesar US$ 10 juta. Dengan begitu, modal awal akuisisi Apexindo oleh perseroan sebesar US$ 95 juta. Perseroan juga akan menyertakan aset SSI berupa satu unit FPSO Sea Good 101 sebagai setoran modal.

Di samping itu, SSI akan memperoleh pinjaman dari mitra strategis sebesar US$ 405 juta, sehingga total dana akuisisi yang disiapkan oleh Mitra Rajasa mencapai US$ 500 juta. Dana tersebut belum termasuk pinjaman sebesar Rp 1,2 triliun untuk tender offer 19,42% saham publik Apexindo pada Juli-Agustus 2008.

Analis PT Reliance Securities Andrew Siahaan menilai, pendanaan akuisisi Apexindo yang mayoritas dari pinjaman lebih berisiko dibandingkan menerbitkan saham baru (rights issue). “Mungkin Mitra Rajasa melihat prospek yang menjanjikan pada Apexindo, sehingga berani mencari pinjaman,” tegas dia.

Oleh Jauhari Mahardhika

Harga akuisisi Apexindo belum disepakati, Penawaran Mitra akan diadu

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Medco Energi Internasional Tbk akan mengadu harga penawaran dari PT Mitra Rajasa Tbk terhadap 80,57% saham atau 2,12 miliar lembar PT Apexindo Pratama Duta Tbk dengan harga dari dua pemodal asal Timur Tengah dan Eropa.

Dalam prospektus yang disampaikan oleh manajemen Mitra Rajasa kemarin disebutkan perusahaan itu berencana membeli saham Apexindo senilai total Rp5,19 triliun atau Rp2.450 per saham, 22,5% lebih tinggi daripada harga penutupan saham Apexindo kemarin Rp2.000.

Harga penawaran dari Mitra Rajasa itu juga hanya premium 2,08% dari harga beli saham Apexindo dari perusahaan investasi beberapa waktu lalu. Medco, perusahaan milik keluarga Panigoro, berencana mempercepat penyelesaian divestasi saham Apexindo itu pada minggu kedua Juni tahun ini.

Komisaris Utama Medco Energi Hilmi Panigoro mengatakan Medco dan Encore hingga saat ini belum menyepakati harga penawaran yang diajukan oleh Mitra Rajasa.

"Tidak betul pernyataan Mitra Rajasa bahwa kami sudah sepakat soal harga karena kami masih menunggu harga penawaran dari pemodal Eropa dan Timur Tengah hingga pekan kedua bulan ini. Kalau mereka [Mitra Rajasa] menyatakan sudah disepakati, mana surat kesepakatannya?" katanya kepada Bisnis, kemarin.

Hal itu bertolak belakang dengan isi prospektus yang dikeluarkan oleh Mitra Rajasa yang menyatakan antara perseroan dengan Medco dan Encore masih melakukan pembicaraan atau negosiasi mengenai syarat dan ketentuan pengambilalihan saham Apexindo yang akan dituangkan dalam perjanjian jual beli saham.

"Namun, hal-hal pokok mengenai harga, objek, dan skema pembayaran telah disepakati," ungkap prospektus itu.

Transaksi pengambilalihan saham Apexindo akan dilakukan secara tidak langsung atau melalui anak perusahaan yang dibentuk oleh Sabre. Sabre adalah anak perusahaan yang dimiliki 100% oleh Mitra Rajasa.

Beauty contest

Hilmi menjelaskan soal harga hingga saat ini perseroan masih dalam proses beauty contest. Bagi Medco, perseroan akan memilih perusahaan 'tercantik' yang akan mengakuisisi Apexindo. "'Cantik' itu relatif. Kami menilai 'cantik' itu dari kecepatan waktu closing, kemudahan, dan 'keindahan' harga," tuturnya.

Pemegang saham baru Apexindo akan melaksanakan penawaran tender terhadap 16% saham perusahaan pengeboran yang kini masih dimiliki publik dalam waktu dua bulan ke depan.

Alif Sasetyo, analis saham PT Mandiri Sekuritas, mengatakan pemodal menunggu kepastian divestasi Apexindo karena terlalu lama penjualannya ditunda. "Investor khawatir terhadap pembiayaan Mitra Rajasa dan keseriusan Medco dalam menjual Apexindo karena dahulu calon pembeli juga kesulitan pembiayaan."

Harga saham Mitra Rajasa kemarin ditutup di level Rp830 atau naik 2,47% dari perdagangan 30 Mei. Harga saham Apexindo kemarin naik tipis 0,5% ke level Rp2.000 dari penutupan Jumat pekan lalu di posisi Rp1.990. Kapitalisasi pasar saham Apexindo Rp5,27 triliun. (sylviana.pravita@bisnis.co.id/wisnu.wijaya@bisnis.co.id)

Oleh Sylviana Pravita R.K.N. & Wisnu Wijaya

Bisnis Indonesia

Monday, June 2, 2008

HARGA PENAWARAN AKUISISI RP 2.450, Mitra Rajasa Tender Offer Apexindo Rp 1,2 T

JAKARTA, Investor Daily --- PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA) siap menggelar penawaran tender 19,42% saham publik PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) pada Juli-Agustus 2008. Perseroan menyiapkan dana sebesar Rp 1,25 triliun yang bersumber dari pinjaman.

Mitra Rajasa akan menunjuk PT E-Capital Securities untuk menangani pembelian saham publik tersebut. Harga yang ditawarkan sekitar Rp 2.040 per saham yang merupakan harga tertinggi selama 90 hari, sebelum pengumuman informasi terkait akuisisi.

Perseroan hingga kini masih bernegosiasi dengan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan Encore International Ltd milik keluarga Panigoro terkait akuisisi 80,57% saham Apexindo. “Mitra Rajasa menginginkan akuisisi itu terjadi pada harga Rp 2.450 per saham,” ungkap sumber Investor Daily yang mengetahui transaksi itu, Minggu (1/6).

Sumber itu menambahkan, proses negosiasi antara Mitra Rajasa dan Medco hampir mencapai kesepakatan. Sebab, perseroan telah mendapatkan komitmen pendanaan yang nilainya sesuai harapan Medco dan Encore. “Penandatanganan perjanjian jual belinya ditargetkan selesai Juni 2008,” ujar dia.

Mitra Rajasa akan mengakuisisi 48,87% saham Medco dan 31,7% saham Encore pada Apexindo senilai Rp 5,19 triliun. Rinciannya saham Medco sebesar Rp 3,15 triliun, sedangkan Encore Rp 2,04 triliun.

Berdasarkan hasil penilai independen yang ditunjuk Mitra Rajasa, kata dia, nilai wajar akuisisi Apexindo berkisar antara Rp 5,17-5,86 triliun. Dalam suratnya kepada perseroan tertanggal 16 Mei 2008, penilai independen itu menyampaikan bahwa nilai wajar saham Apexindo sekitar Rp 2.435-2.762 per saham.

Mekanisme Pembayaran

Mitra Rajasa akan melunasi transaksi akuisisi itu dengan beberapa mekanisme pembayaran. Untuk Medco, perseroan akan membayar tunai secara bertahap sebesar Rp 2,5 triliun. Sisanya Rp 643,5 miliar melalui surat hutang berjangka waktu satu tahun yang akan diterbitkan oleh Sabre Systems International Pte Ltd (SSI), anak usaha Mitra Rajasa di Singapura.

Mekanisme serupa juga akan diterapkan pada Encore. Perseroan akan membayar tunai secara bertahap sebesar Rp 1,62 triliun, sedangkan sisanya Rp 417,5 miliar melalui surat hutang SSI.

SSI akan menjadi kendaraan bisnis Mitra Rajasa untuk mengakuisisi Apexindo. Perseroan akan memberikan pinjaman kepada SSI sekitar US$ 85 juta, kemudian ditambah kas internal SSI sebesar US$ 10 juta. Dengan begitu, modal awal akuisisi Apexindo oleh perseroan sebesar US$ 95 juta.

Di samping itu, SSI akan memperoleh pinjaman dari mitra strategis sebesar US$ 405 juta, sehingga total dana akuisisi yang disiapkan oleh Mitra Rajasa mencapai Seluruh dana yang akan diperoleh, atau sekitar US$ 500 juta. Belum termasuk pinjaman sebesar Rp 1,2 triliun untuk tender offer. Dengan demikian total dana yang disiapkan Mitra Rajasa mencapai Rp 6,4 triliun.

Sementara itu analis PT Reliance Securities Andrew Siahaan menilai, pendanaan akuisisi Apexindo yang mayoritas dari pinjaman bank lebih berisiko dibandingkan menerbitkan saham baru (rights issue). “Mungkin Mitra Rajasa melihat prospek yang menjanjikan pada Apexindo, sehingga berani mencari pendanaan dari bank,” tegas dia.

Analis PT CIC Securities Indonesia Willy Sanjaya mengatakan, Mitra Rajasa tampak serius untuk mengakuisisi Apexindo. “Meski demikian, pelaku pasar harus tetap mencermati prosesnya, sehingga tidak berhenti di tengah jalan,” ujar dia.

Oleh Jauhari Mahardhika dan Arinto TW

Thursday, May 29, 2008

Mitra Rajasa akan gaet pemodal strategis, 80% Biaya akuisisi Apexindo dari utang

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Mitra Rajasa Tbk segera meraih utang US$560 juta atau setara dengan Rp5,15 triliun dari pinjaman bank dan suntikan dana segar dari mitra strategis.

Pinjaman dan suntikan dari mitra strategis itu untuk membiayai 80% dari kebutuhan biaya akuisisi 80,6% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) senilai US$700 juta.

Dirut Mitra Rajasa Beni Prananto mengatakan struktur pembiayaan akuisisi emiten pengeboran yang juga anak perusahaan PT Medco Energi Internasional Tbk itu akhirnya selesai setelah memperhitungkan kondisi ekuitas perusahaan, syarat, dan kondisi pinjaman bank, suntikan dari mitra strategis, dan bunga pinjaman.

"Dari kebutuhan pinjaman sebanyak 80% atau US$560 juta, mitra strategis membiayai 50% dan selebihnya berasal dari pinjaman bank," ujarnya kepada Bisnis kemarin.

Menurut dia, kekurangan biaya akuisisi itu nantinya dari ekuitas Mitra Rajasa seperti rencana penerbitan obligasi Rp800 miliar dan pengalihan dana pembangunan kapal tanker yang dilengkapi fasilitas penyimpangan produksi (floating production storage & offloading) senilai Rp55 miliar.

Dia menyatakan perseroan sedang memfinalisasi tiga perusahaan yang akan menjadi mitra strategis Mitra Rajasa dalam aksi korporasi itu.

"Saya belum bisa menjelaskan perusahaan apa saja yang menjadi mitra strategis dalam akuisisi Apexindo itu. Kami akan membahas hal ini dalam rapat umum pemegang saham akhir Juni. Medco akan menggelar rapat umum setelah Mitra Rajasa menghasilkan keputusan dalam rapat pemegang saham," tuturnya.

Perseroan juga segera menunjuk tiga bank investasi, yaitu Goldman Sachs, Merrill Lynch, dan Raiffeisen Zentralbank Osterreich AG (RZB) dalam pembiayaan tersebut.

Komut Medco Hilmi Panigoro menambahkan kebutuhan dana untuk akuisisi 80,6% saham Apexindo minimal US$700 juta atau setara dengan Rp6,44 triliun.

"Kami meminta agar mereka mempersiapkan pendanaan minimal US$700 juta dan itu menjadi harga jual minimum yang kami minta karena ada kebutuhan soal biaya penawaran tender," ujarnya. (Bisnis, 26 Mei)

Mitra Rajasa menyatakan serius ingin mengakuisisi 80,6% saham atau 2,11 miliar saham Apexindo milik Medco Energi dan Encore Limited. Mitra Rajasa ingin membeli 1,28 miliar saham (48,9%) Apexindo milik Medco dan 835 juta saham (31,7%) milik Encore. Pengambilalihan saham tersebut untuk pengembangan usaha Mitra Rajasa.

Diminta keterangan

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) meminta penjelasan Medco Energi karena otoritas pasar modal belum menerima laporan mengenai rencana divestasi Apexindo.

Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam LK Nur Haida mengatakan Medco dan Mitra Rajasa pada awal pekan ini dimintai keterangan soal jual beli saham Apexindo.

"Kami meminta keterangan dari Medco dan Mitra Rajasa tentang sejauh mana rencana divestasi dan akuisisi itu karena nilai aksi korporasi ini besar," katanya.

Dia mengatakan otoritas pasar modal akan terus mengamati perkembangan aksi korporasi tersebut.

Sekretaris Perusahaan Mitra Rajasa Imaculata T.M. Watimena mengatakan guna ekspansi, Mitra meraih pinjaman bank Rp73,8 miliar untuk membeli 250 truk pengangkut semen.

Perseroan kemarin memperoleh pinjaman dari Bank Ekonomi senilai Rp33,8 miliar dan pada 7 Mei Bank Windu Kentjana menyetujui pinjaman Rp40 miliar.

"Dana pembelian 250 truk itu totalnya Rp93 miliar," katanya.

Harga saham emiten berkode MIRA itu pada perdagangan kemarin ditutup Rp1.780 atau naik 1,14% dari Rp1.760 pada 27 Mei. Apabila mengacu harga saham itu, kapitalisasi pasar Mitra Rajasa mencapai Rp2,43 triliun. (sylviana.pravita@bisnis.co.id)

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.

Bisnis Indonesia

Wednesday, May 28, 2008

Akumulasi Saham Apexindo

Investor Daily -- PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA) akan menggelar penawaran tendet minoritas saham publik pada PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) dengan harga Rp 2.425 per saham pada Juli 2008. Rencana itu tengah dimatangkan karena perseroan berpeluang besar mengakuisisi 80% saham Apexindo.

Menurut sumber Investo Daily, Mitra Rajasa segera mengajukan penawaran resmi akuisisi Apexindo dengan harga Rp 2.400 per saham. Sebab, kata dia, harga tersebut sesuai harapan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan Encore Internasional Ltd selaku pihak penjual. Pada perdagangan kemarin, Apexindo ditutup menguat Rp 10 (0,5%) ke level 2.000. (jau)

Monday, May 26, 2008

Medco minta harga jual Apexindo minimal Rp3.050

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Medco Energi Internasional Tbk menetapkan perusahaan yang akan mengakuisisi anak perusahaannya di bidang pengeboran minyak yaitu PT Apexindo Pratama Duta Tbk membutuhkan pendanaan minimal US$700 juta atau setara dengan Rp6,44 triliun.

"Kami meminta agar mereka mempersiapkan pendanaan minimal US$700 juta dan itu menjadi harga jual minimum yang kami minta karena ada kebutuhan soal biaya penawaran tender," ujar Komut Medco Hilmi Panigoro kepada Bisnis akhir pekan lalu.

PT Mitra Rajasa Tbk menyatakan serius ingin mengakuisisi 80,6% saham atau 2,11 miliar saham Apexindo milik PT Medco Energi Tbk dan Encore Limited. Mitra Rajasa ingin membeli 1,28 miliar saham (48,9%) Apexindo milik Medco dan 835 juta saham (31,7%) milik Encore. Pengambilalihan saham tersebut ditujukan untuk pengembangan usaha Mitra Rajasa.

Apabila dihitung dari dana minimal Rp6,44 triliun, berarti Medco menetapkan harga jual minimal Apexindo Rp3.052 atau dibulatkan Rp3.050 per saham, premium 1,5 kali lipat dari harga penutupan saham Apexindo Jumat pekan lalu Rp1.930 per saham, menurun dari penutupan sebelumnya Rp1.980. Harga saham Mitra Rajasa Jumat pekan lalu ditutup menurun 1,25% menjadi Rp1580 dari perdagangan hari sebelumnya yaitu Rp1.600.

Mitra Rajasa saat ini bersaing ketat dengan investor asal Timur Tengah dan Eropa yang juga berminat mengakuisisi Apexindo.

Hilmi menambahkan Medco segera memfinalisasi akuisisi tersebut setelah Mitra Rajasa mengantongi pembiayaan.

"Sejauh ini kami menilai yang sangat serius dalam akuisisi ini adalah Mitra Rajasa. Setelah mereka siap secara pendanaan. Kami akan bertemu sekali lagi dan memfinalisasi ini," tuturnya.

Encore membeli saham Apexindo dari dua perusahaan pengelola dana Asia di level Rp2.400 per saham. Encore merupakan perusahaan induk dari emiten migas Medco Energi.

Perusahaan asal Timur Tengah dan Eropa itu, katanya, dinilainya kurang serius dalam akuisisi itu. Dalam divestasi saham Apexindo, beberapa perusahaan yang berminat membeli perusahaan pengeboran itu yakni Abacus Capital, Recapital Advisory, Texas Pacific Group, dan Bormindo Nusantara.

Komisaris Utama Mitra Rajasa Tito Sulistio menambahkan keseriusan emiten berkode MIRA itu ditunjukkan dengan mempersiapkan pendanaan dari bank investasi dan dimungkinkan pula dari mitra strategis.

"Insya Allah, kami siap memfinalisasi pendanaan US$700 juta ini dalam waktu dekat. Setelah pendanaan siap, kami segera menggelar rapat umum pemegang saham. Kami juga telah menyampaikan hal ini kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan," katanya. (sylviana.pravita@bisnis.co.id)

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.

Bisnis Indonesia

Wednesday, May 21, 2008

Divestasi Apexindo belum pasti

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Medco Energi Internasional Tbk belum memutuskan kepastian penjualan saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk kepada sejumlah calon pembeli.

Direktur Keuangan Medco Darwin Cyril Noerhadi mengatakan pada saat ini perseroan menerima sejumlah penawaran dari calon pembeli saham Apexindo termasuk PT Mitra Rajasa Tbk.

"Namun, saat ini perseroan masih dalam taraf negosiasi mengenai ketentuan-ketentuan komersial dengan para calon pembeli tersebut dan belum terdapat keputusan yang pasti apakah perseroan akan melakukan penjualan saham Apexindo dengan salah satu calon pembeli," tuturnya dalam keterbukaan informasinya pada Senin pekan ini.

Dengan demikian, Medco belum dapat menyampaikan informasi mengenai calon pembeli yang terpilih kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagaimana disyaratkan dalam Peraturan No. I-E mengenai Kewajiban Penyampaian Informasi.

"Apabila Medco telah memperoleh kesepakatan yang pasti dengan salah satu calon pembeli maka perseroan akan segera menyampaikan informasi tersebut kepada BEI dalam rangka menaati peraturan BEI tersebut di atas." (Bisnis/pul)

Friday, May 16, 2008

Medco butuh US$1,3 miliar untuk tujuh proyek utama

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Medco Energi Internasional Tbk membutuhkan dana investasi sebesar US$1,3 miliar untuk mengembangkan tujuh proyek pengembangan utama dalam tiga tahun ke depan.

Komisaris Utama Medco Hilmi Panigoro mengatakan kebutuhan dana tersebut akan ditutup dari gabungan ekuitas dan pendanaan proyek, yang berasal dari mitra strategis. Medco memang kerap menggandeng mitra strategis dalam mengembangkan bisnisnya.

Tujuh proyek yang dimaksud adalah pengembangan proyek LNG Senoro-Toili, Sulawesi Tengah; realisasi gas di Blok A, Nanggroe Aceh Darussalam; realisasi gas di Lematang, Sumatra Selatan, serta pengembangan minyak dan gas ikutan di Blok 47, Libia.

Selain itu, ada pula proyek enhanced oil recovery di Rimau, Sumatra Selatan; pengembangan proyek panas bumi Sarulla, Sumatra Utara, dan pengoperasian kilang etanol di Lampung.

"Untuk ketujuh proyek itu dalam tiga tahun ke depan kami membutuhkan dana US$1,3 miliar. [Sumbernya] gabungan antara internal dan project financing, dengan porsi 30% ekuitas dan pendanaan 70%," tuturnya kepada pers seusai rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa (RUPST & LB) Medco, kemarin.

Rapat tersebut menyetujui pengunduran diri Hilmi dari jabatannya sebagai direktur utama perseroan, untuk kemudian menempati posisi sebagai komisaris utama. Sebagai gantinya, direktur utama kini dijabat oleh Darmoyo Doyoatmojo.

Selain itu, kakak tertua Hilmi, yakni Arifin M. Panigoro bersama dengan Sudono N.S. juga mengundurkan diri dari dewan komisaris. Rashid I. Mangunkusumo juga mundur dari jajaran direksi.

Hal ini karena perseroan kini mempunyai kebijakan baru untuk membatasi usia anggota dewan direksi sampai 60 tahun dan 70 tahun untuk posisi di dewan komisaris perusahaan.

Meskipun batasan umur itu tidak menjadi kendala bagi Hilmi, dia mundur dengan alasan peningkatan standar tata kelola perusahaan yang baik. "Saya ingin direksi lebih independen, bukan terdiri dari pemegang saham pengendali," ujar Hilmi.

Beli kembali

Rapat juga menyetujui rencana Medco untuk membeli kembali sebanyak 3,29% saham perseroan di pasar dengan batas harga Rp9.000 per saham, dan total cadangan dana US$80 juta.

Dalam kesempatan itu, Dirut Medco Darmoyo Doyoatmojo mengatakan pemegang saham memutuskan untuk tidak membagikan dividen karena perolehan laba tahun lalu relatif kecil, yakni US$6,5 juta dibandingkan dengan pembukukan 2006 sebesar US$38,2 juta.

Perseroan juga tidak lagi memakai jasa penasihat keuangan dalam proses divestasi PT Apexindo Pratama Duta Tbk.

"Sebagai dampak dari krisis keuangan yang terjadi baru-baru ini, kini kami tidak melakukan formal auction [penawaran resmi], tapi menjual langsung," katanya.

Dia menilai kebutuhan investasi Apexindo pada masa datang akan menjadi tanggung jawab pemilik barunya nanti, jika unit pengeboran migas itu berhasil dilego.

Sebelumnya, Apexindo mengatakan membutuhkan dana sebesar US$450 juta untuk menambah dua rig baru guna menopang pertumbuhan.

Harga saham Medco ditutup turun Rp150 atau 3% menjadi Rp4.850 pada perdagangan kemarin. Saham Apexindo bahkan tergerus lebih dalam sebesar 4,94% atau Rp100 menjadi Rp1.925.

Yani Panigoro, Direktur Medco Group sekaligus Komisaris Medco, mengatakan Medco Holding ingin menginvestasikan US$50 juta dalam rangka ekspansi seperti mengembangkan unit usaha pertambangan dan perkebunan.

Medco Agro, katanya, dapat mengakuisisi lahan hingga 1 juta ha dari saat ini 200.000 ha di Papua. Medco Mining juga membelanjakan US$10 juta untuk membeli kuasa pertambangan batu bara dan besi di Sumatra dan Kalimantan. (pudji.lestari@bisnis.co.id)

Oleh Pudji Lestari

Bisnis Indonesia

Thursday, May 15, 2008

Divestasi mundur, Apexindo kehilangan potensi US$300 juta

JAKARTA, Bisnis Indonesia: Ketidakpastian proses divestasi 80,6% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk oleh induknya PT Medco Energi Internasional Tbk membuat perusahaan pengeboran migas kehilangan potensi pendapatan US$300 juta atau setara Rp2,76 triliun.

Presdir Apexindo Hertriono Kartowisastro mengatakan perseroan absen dari dua tender proyek pengeboran migas, menyusul tertundanya penjualan saham Apexindo milik Medco Energi.

Dia menjelaskan tender tersebut adalah yang digelar oleh Total Brunei dan Total Indonesie pada Desember 2007. Perseroan memilih absen dari tender karena khawatir calon pemegang saham Apexindo yang baru tidak sejalan dengan rencana bisnis perseroan.

"Kalau memenangi tender dan kami tidak bisa menjamin dapat mengantar rig itu nanti pada pertengahan 2009, hal itu akan menodai reputasi kami di pasar. Kami bisa dimasukkan daftar hitam [black list], apalagi kami ini perusahaan kecil," ujarnya saat berdiskusi dengan redaksi Bisnis Indonesia dalam kunjungannya, kemarin.

Di samping itu, katanya, dalam proses tender pengeboran, Apexindo juga harus mendapat persetujuan dari Medco selaku pemegang saham pengendali. Sayangnya, Medco sudah berniat untuk melepas kepemilikannya di Apexindo sejak 2006.

Dalam kesempatan itu, Hertriono didampingi pula oleh Direktur Keuangan Apexindo Agustinus Lomboan dan Sekretaris Perusahaan Ade R. Satari beserta staf.

Kendati demikian, Hertriono mengatakan Apexindo akan berupaya untuk tetap mengikuti tender. "Kami akan ikut semuanya sampai ke hitung-hitungan, tetapi ya lihat perkembangan dalam dua bulan ini lah."

Dua kali tender

Dengan kegagalan Apexindo mengikuti dua kali tender tersebut, Agustinus menambahkan perseroan kehilangan potensi pendapatan hingga US$300 juta. Ini dihitung dari perkiraan tarif rata-rata US$30.000 per hari untuk dua rig [anjungan pengeboran migas] selama tiga tahun, rata-rata masa kontrak yang diraih oleh perseroan.

"Nilai kontrak ini [US$30.000] masih lebih kecil dibandingkan dengan nilai kontrak yang diperoleh perusahaan asing sebesar US$35.000-US$40.000 per hari. Kalau misalnya kami meraih US$175.000-US$185.000 [termasuk biaya] per hari saja, ada arus kas bebas US$145.000."

Ketidakpastian divestasi saham Apexindo juga membuat manajemen menunda rencana penambahan jack-up rig, yang sudah direncanakan sejak tahun lalu. Manajemen Apexindo mengharapkan pada akhir tahun ini dan awal 2009, kegiatan bisnis bisa berjalan normal kembali karena kalau tidak maka bakal terjadi stagnasi.

Menurut Agustinus, pertumbuhan perseroan dari kontrak yang didapat bakal flat pada 2010, sehingga diperoleh kontrak baru untuk mempertahankan pertumbuhan pendapatan sebesar 27% dan laba bersih 52% sebagaimana pada tahun lalu. (sylviana.pravita@bisnis.co.id/pudji.lestari@bisnis.co.id)

Oleh Sylviana Pravita R.K.N. & Pudji Lestari

Bisnis Indonesia