Tuesday, June 10, 2008

Medco & Mitra ditandatangani jual beli, Saham Apexindo dihargai Rp2.450

JAKARTA, Bisnis Indonesia: Setelah mencoba melego saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk dalam dua tahun, PT Medco Energi Internasional Tbk akhirnya mencapai kesepakatan jual beli saham Apexindo dengan PT Mitra Rajasa Tbk pada harga Rp2.450 per saham.

Mitra berkomitmen untuk membeli 80,6% saham perusahaan pengeboran itu di level harga Rp2.450 per saham atau senilai total Rp5,16 triliun. Harga divestasi Rp2.450 per saham itu premium 11,36% dibandingkan dengan harga penutupan saham Apexindo kemarin Rp2.200.

Namun, harga jual Apexindo itu hanya premium Rp50 per saham atau 2,08% dibandingkan dengan harga beli saham Apexindo oleh Encore International Ltd dari dua pemegang saham sebelumnya Rp2.400 per saham.

Komisaris Utama Medco Energi Internasional Hilmi Panigoro mengatakan setelah melalui reli panjang negosiasi akhirnya Medco dan Encore sepakat menjual saham Apexindo ke Mitra Rajasa.

Penandatanganan kesepakatan penjualan Apexindo itu ditandatangani kemarin di Jakarta. Kesepakatan itu ditandatangani oleh Dirut Mitra Rajasa Beni Prananto, Dirut Medco Darmoyo Doyoatmojo, dan Direktur Encore Yani Panigoro.

Komisaris Utama Mitra Rajasa Tito Sulistio menambahkan Mitra Rajasa membeli 1,28 miliar saham (48,87%) Apexindo milik Medco dan 835 juta saham (31,7%) milik Encore.

Untuk membayar akuisisi saham Apexindo dari Medco, Mitra akan membayar tunai Rp2,5 triliun atau 79,8% dari nilai transaksi Rp3,13 triliun, sedangkan selebihnya Rp643,52 miliar melalui penerbitan surat utang bertenor satu tahun oleh Sabre Systems International, anak perusahaan Mitra yang berkedudukan di Singapura.

Mitra akan membayar tunai Rp1,62 triliun, 79,4% dari nilai pembelian Apexindo kepada Encore senilai Rp2,04 triliun, sedangkan selebihnya Rp417,5 miliar melalui penerbitan surat utang bertenor setahun oleh Sabre.

Penawaran tender

Sekretaris Perusahaan Mitra Rajasa Immaculata Watimena mengatakan ke depan perseroan segera bersiap untuk melaksanakan penawaran tender atas saham Apexindo yang kini dimiliki oleh pemegang saham publik.

"Kami menjadwalkan penyelesaian pengambilalihan saham ini akan terjadi pada pekan keempat Juli atau dua pekan setelah rapat umum pemegang saham Medco," tuturnya.

Perkiraan jadwal tersebut memperhitungkan permintaan restu dari rapat umum pemegang saham Mitra Rajasa pada 30 Juni dan Medco pada pertengahan Juli.

Pada perjanjian yang ditandatangani kemarin, harga saham Apexindo yang dibeli Mitra Rajasa sudah 'dikunci' di posisi Rp2.450. "Berdasarkan peraturan Bapepam-LK, dalam 90 hari ke depan apabila ada yang lebih tinggi dari harga yang kami kunci hari ini, kami akan ambil."

Satu analis dari broker lokal mengatakan risiko terbesar terletak pada sumber pembiayaan akuisisi. Itu juga menjadi persoalan calon pembeli saham Apexindo tahun lalu.

"Melihat kondisi saat ini, belum tentu ada pihak yang memberi dana ke Mitra dan Sabre, kecuali bunganya tinggi. Namun, Goldman Sach, yang mencarikan dana, bisa saja menyerap seluruh utang itu dengan menggunakan dana investor tertentu."

Mitra, ujar analis itu, juga berpeluang rights issue lagi untuk mencari dana segar, mengingat kondisi pasar utang global tidak kondusif

Christine Salim, Head of Research PT Samuel Sekuritas, menambahkan harga jual seharusnya lebih premium dibandingkan dengan harga Rp2.450 per saham karena ada risiko, mengingat pembayaran transaksi itu dilaksanakan secara bertahap.

Pada penutupan perdagangan kemarin, emiten berkode MIRA tersebut ditutup pada level Rp790 atau naik 14,49% dibandingkan dengan penutupan pekan lalu. Apabila mengacu harga saham itu, kapitalisasi pasar MIRA mencapai Rp2,16 triliun. (sylviana. pravita@bisnis.co.id/wisnu.wijaya@bisnis.co.id)

Oleh Sylviana Pravita R.K.N. & Wisnu Wijaya

Bisnis Indonesia

Friday, June 6, 2008

Medco Energi Hadapi Risiko Politik

INILAH.COM, Jakarta – Divestasi Medco Energi atas Apexindo dan tujuh blok migasnya mendekati tuntas. Berarti bakal ada tambahan dana ekspansi ladang yang lebih prospektif. Tapi, Medco juga dihadang peningkatan risiko politik.

PT Medco Energi Internasional (MEDC) akan menjual 48,87% sahamnya di PT Apexindo Pratama Duta (APEX) pada akhir pekan kedua bulan ini. Setidaknya sudah tiga investor yang tertarik, termasuk investor lokal PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA) yang telah menawarkan APEX pada harga Rp 2.450 per lembar.

Tim Riset Trimegah Securities, Jumat (6/6) mengungkapkan, selain melepas APEX, perusahaan juga berencana melepas penyertaan di tujuh blok minyak bumi dan gas. Antara lain di Blok Tuban, Blok Jeruk, dan Blok Kakap 18,75% serta 24% saham di Blok Lematang, 30% saham di Blok Bawean, 70% saham di Blok Langsa, dan 15% saham di Blok Rimau.

Khusus untuk blok-blok yang berada di lautan (offshore), MEDC berencana mencari mitra strategis. “Yang mengejutkan kami adalah divestasi tujuh blok migas di Indonesia, bukan divestasi APEX,” papar Trimegah.

Penjualan tujuh blok itu dapat memberikan tambahan dana bagi MEDC, selain untuk mengembangkan ladang-ladang yang lebih prospektif, juga mengurangi beban utang perusahaan.

Sementara riset Ciptadana Securities memaparkan, jika tidak ada halangan Sell Purchase agreement (SPA) antara MEDC dan pembeli Apexindo segera bisa ditandatangani akhir pekan depan.

Diharapkan, seluruh transaksi selesai dalam dua bulan ke depan setelah penandatanganan SPA. Ketiga calon pembeli, MIRA, serta dua perusahaan asing dari Asia dan AS hingga kini masih diseleksi. Yang jadi pertimbangan adalah harga, kendala penyelesaian transaksi, dan kecepatan closing.

“Sebagai catatan, MIRA telah mengajukan penawaran di harga Rp 2.450 per saham atau 11,87% upside dari harga penutupan saham APEX kemarin pada level Rp 2.190 per saham,” kata tim riset Ciptadana yang menyarankan sell on strength untuk saham MEDC jangka pendek dan beli untuk jangka panjang.

Yang menarik adalah riset dari Samuel Securities Indonesia. Menurut tim riset Samuel, MEDC mendapat ‘cobaan’ setelah DPR meminta pemerintah agar meninjau ulang pembangunan proyek kilang gas alam cair (Liquified Natural Gas/LNG) milik perusahaan itu di Senoro, Sulawesi Tengah.

Alasannya, estimasi biaya yang diajukan konsorsium MEDC dan Mitsubishi di luar dari kesepakatan awal. Bahkan, Wakil Kepala BP Migas Abdul Muin mengatakan, pihaknya akan mengkaji kembali proyek LNG Senoro.

Jika terbukti ada kenaikan harga di atas kesepakatan awal, pemerintah kemungkinan menender ulang proyek itu. MEDC memang dihantui peningkatan risiko politik seiring pergantian Kepala BP Migas dan Pemilu 2009.

“Kami menetapkan target harga Rp 6.050 untuk MEDC dengan upside potential 20,4%,” jelas Samuel. Tapi, perusahaan sekuritas itu masih merekomendasikan buy untuk saham MEDC pada proyeksi jangka pendek maupun panjang. [I3]

M Dindien Ridhotulloh

Pekan Depan, Medco Putuskan Pemenang Apexindo

JAKARTA, Investor Daily --- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan Encore International Ltd milik keluarga Panigoro akan memutuskan pemenang akuisisi 80,57% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) pekan depan.

Komisaris Utama Medco Energi Internasional Hilmi Panigoro mengatakan, perseroan sangat serius menjual perusahaan jasa pertambangan migas tersebut. “Mudah-mudahan, tidak mundur lagi, sehingga pekan depan sudah dapat diputuskan pemenangnya” kata dia di Jakarta, Kamis (5/6).

Hilmi mengakui, PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA) cukup serius mengambil alih Apexindo. Apalagi, harga yang ditawarkan Mitra Rajasa mencapai Rp 2.450 per saham, lebih tinggi 2% dibandingkan harga beli sebelumnya, yakni Rp 2.400.

Namun, kata dia, perseroan masih perlu bernegosiasi dengan Mitra Rajasa dan dua penawar lain dari Amerika Serikat (AS) dan Asia. Selain masalah harga, negosiasi juga menyangkut pembayaran. “Sampai saat ini, Mitra Rajasa dan dua penawar lainnya siap dengan pendanaan. Sebab, mereka tidak seperti penawar sebelumnya yang kesulitan dana, sehingga proses tender waktu itu terpaksa dihentikan,” tandas dia.

Sumber Investor Daily yang mengetahui rencana itu mengungkapkan, peluang Mitra Rajasa menguasai Apexindo cukup besar. Perseroan telah menyiapkan dana senilai Rp 5,19 triliun dan penawaran tender Rp 1,2 triliun. “Mitra Rajasa, Medco, dan Bapepam-LK sudah bertemu untuk membicarakan keseriusan jual beli saham Apexindo,” ujar dia.

Mitra Rajasa akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan akuisisi Apexindo pada 30 Juni 2008.

Pada pengumumannya kepada publik belum lama ini, Mitra Rajasa akan membeli 48,87% saham Medco dan 31,7% saham Encore International Ltd pada Apexindo. Harga dan skema pembayaran telah disepakati pihak terkait.

Berdasarkan hasil penilai independen yang ditunjuk oleh Mitra Rajasa, nilai wajar akuisisi Apexindo berkisar antara Rp 5,17-5,86 triliun atau seharga Rp 2.435-2.762 per lembar.

Rencananya, Mitra Rajasa melunasi pembelian saham lewat beberapa mekanisme. Perseroan bakal membayar tunai secara bertahap kepada Medco senilai Rp 2,5 triliun. Sedangkan sisanya Rp 643,5 miliar dilakukan melalui surat utang berjangka waktu satu tahun oleh Sabre Systems International Pte Ltd (SSI), anak usaha Mitra Rajasa di Singapura.

Mekanisme serupa juga akan dilakukan kepada Encore. Perseroan akan melunasi secara bertahap sebesar Rp 1,62 triliun, sisanya Rp 417,5 miliar melalui surat utang SSI.

Nilai Akuisisi US$ 500 Juta

SSI menjadi kendaraan Mitra Rajasa untuk mengakuisisi Apexindo. Untuk itu, perseroan akan memberikan pinjaman kepada SSI sekitar US$ 85 juta dan kemudian ditambah dari kas SSI senilai US$ 10 juta. Dengan begitu, modal awal akuisisi Apexindo mencapai US$ 95 juta. Selain itu, Mitra Rajasa bakal menyertakan aset SSI berupa satu unit FPSO Sea Good 101 sebagai setoran modal.

SSI juga akan memperoleh pinjaman dari mitra strategis sebesar US$ 405 juta, sehingga total dana akuisisi yang disiapkan Mitra Rajasa tercatat US$ 500 juta. Dana tersebut belum termasuk pinjaman Rp 1,2 triliun untuk penawaran tender (tender offer) sebesar19,42% saham investor publik Apexindo pada Juli-Agustus 2008.

Kepala Riset PT Sarijaya Permana Sekuritas Danny Eugene mengatakan, akuisisi Apexindo dapat memperkuat bisnis Mitra Rajasa pada bidang jasa pertambangan migas. Apalagi, perseroan memiliki fasilitas pengeboran migas lepas pantai di Madura, Jatim.

“Apexindo mempunyai teknologi pengeboran dan rigs. Dengan begitu, jika mereka bergabung, Mitra Rajasa menjadi perusahaan jasa pertambangan terpadu untuk industri hulu minyak,” jelas Danny.

Sementara itu, pada perdagangan kemarin, MIRA ditutup menguat Rp 10 (1,38%) ke level Rp 730. Saham Apexindo juga menguat Rp 240 (12,3%) ke posisi Rp 2.190. (c119)

Oleh Jauhari Mahardhika

Divestasi Apexindo Terlaksana Minggu Depan

Jakarta, Koran Tempo -- PT Medco Energi Internasional Tbk. akan menjual saham (divestasi) 48,87 persen sahamnya di PT Apexindo Pratama Duta Tbk. pada akhir minggu kedua bulan ini. "Akhir minggu depan mudah-mudahan perjanjian jual-beli sudah ditandatangani," kata Presiden Komisaris Medco Energi Hilmi Panigoro di Jakarta kemarin.

Meski begitu, Hilmi belum bersedia mengungkapkan pembeli saham Apexindo itu. Dia hanya mengatakan ada tiga investor yang menawar unit usaha Medco tersebut. Satu penawar dari dalam negeri, yaitu PT Mitra Rajasa Tbk., dan dua penawar lainnya merupakan perusahaan asing.

Ketiganya, kata dia, sama-sama berpeluang karena menawar di atas harga pada saat mengakuisisi Apexindo, yakni Rp 2.400 per lembar. "Ketiganya menawar di atas harga beli kami," kata Hilmi. Berdasarkan informasi yang berkembang, Mitra Rajasa menawar saham Apexindo pada harga Rp 2.450 per lembar.

Analis dari PT BNI Securities, M. Alfatih, mengatakan, dalam konsensus para analis saham, harga wajar saham Apexindo berada pada level Rp 2.400-2.500 per saham. "Penawaran oleh Mitra Rajasa itu merupakan harga yang wajar," katanya di Jakarta kemarin.

Selain melepas Apexindo, perusahaan minyak saham perusahan eksplorasi minyak dan gas milik keluarga Panigoro itu juga berencana melepas penyertaan (participating interest) di tujuh blok minyak dan gas. Blok yang akan dilepas antara lain blok Tuban, blok Jeruk, dan blok Kakap sebesar 18,75 persen, serta 24 persen saham di blok Lematang, 30 persen saham di Bawean, 70 persen saham di blok Langsa, dan 15 persen saham di blok Rimau.

Untuk blok Rimau, yang merupakan ladang minyak lepas pantai (offshore), Medco juga akan mencari mitra strategis untuk mengelola ladang itu. "Sebagian besar ladang sudah siap diproduksi, jadi kami lepas. Untuk offshore kami mencari mitra strategis karena kurang piawai," kata Hilmi.

Menurut Alfatih, waktu pelepasan saham Apexindo saat ini tepat karena kinerja keuangan perusahaan cukup baik walau trennya menurun. Pada 2006, Apexindo membukukan laba bersih Rp 380 miliar, padahal pada 2005 masih rugi. Tapi tahun lalu laba bersih Apexindo turun menjadi Rp 313 miliar. "Rasanya tidak sulit menjualnya," kata dia.

Pelepasan saham di Apexindo ataupun di blok minyak dan gas akan berdampak positif bagi Medco nantinya. Perusahaan ini bisa mengubah portofolio bisnisnya ke ladang baru yang lebih prospektif.

Dalam perdagangan kemarin, harga saham Medco Energi ditutup naik Rp 150 menjadi Rp 5.025, sedangkan saham Apexindo naik Rp 240 menjadi Rp 2.190 per lembar. Ari Astri Yunita

Bapepam periksa kesepakatan harga Apexindo

JAKARTA, Bisnis Indonesia: Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) akan memeriksa soal kesepakatan harga akuisisi 80,57% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk dalam prospektus yang dikeluarkan oleh PT Mitra Rajasa Tbk.

"Kami akan lihat, detailnya tolong cek ke Pak Noor Rachman [Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK]," ujar Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany kemarin.

Noor menambahkan Bapepam-LK akan mengecek soal perbedaan informasi tentang kesepakatan harga lebih dahulu.

Dalam prospektus akuisisi itu disebutkan Mitra Rajasa dengan PT Medco Energi International Tbk dan Encore International Ltd masih bernegosiasi mengenai syarat dan ketentuan pengambilalihan saham Apexindo yang akan dituangkan dalam perjanjian jual beli saham.

"Namun, hal-hal pokok mengenai harga, objek, dan skema pembayaran telah disepakati," ungkap prospektus itu.

Di sisi lain, Komut Medco Hilmi Panigoro bersikeras menyatakan belum ada kesepakatan harga penjualan saham Apexindo dengan Mitra Rajasa.

Mitra ingin membeli 48,87% saham Apexindo milik Medco Energi dan 31,7% saham Apexindo milik Encore International Ltd pada harga Rp2.450 per saham, lebih tinggi Rp50 per saham dari harga beli saham Apexindo oleh Encore dari perusahaan asing beberapa waktu lalu Rp2.400.

Saat dikonfirmasi mengenai kesepakatan harga itu, Komisaris Utama Mitra Rajasa Tito Sulistio enggan berkomentar. Mitra tengah masuk pada proses finalisasi perjanjian jual beli (sale and purchase agreement/ SPA) saham Apexindo.

Dirut Mitra Rajasa Beni Prananto mengakui hingga saat ini Mitra Rajasa dan Medco belum menandatangani kesepakatan harga. Pernyataan itu bertentangan dengan isi prospektus yang dikeluarkan oleh Mitra Rajasa belum lama ini.

Hilmi menambahkan Mitra Rajasa telah menyampaikan keseriusan minatnya. Namun, katanya, belum ada kesepakatan antara pihaknya dan perusahaan pendukung jasa migas itu.

"Kalau yang namanya deal [sepakat] itu sudah tanda tangan SPA dan closing [penutupan transaksi] sekitar dua bulan setelah itu. Kesepakatan harga juga pada saat penandatanganan SPA," katanya seusai rapat umum pemegang saham luar biasa yang gagal mencapai kuorum, kemarin.

Menurut dia, masih ada dua penawar lain yang berasal dari Eropa dan Timur Tengah. Hilmi menginginkan calon pembeli mempunyai keunggulan dalam hal harga penawaran, kemudahan, dan kecepatan menutup transaksi.

Calon pembeli yang sudah ada di depan mata itu, katanya, mempunyai harga penawaran yang lebih tinggi dari nilai beli Encore atas Apexindo di level Rp2.400 per saham.

Akhir pekan depan

Medco menargetkan bisa menuntaskan kesepakatan jual beli dengan calon pembeli Apexindo pada akhir pekan depan. "Pokoknya akhir pekan depan saya sudah bisa mengumumkan siapa yang menandatangani SPA Apexindo, insya Allah," ujarnya.

Pada perdagangan kemarin, harga saham Apexindo ditutup melonjak 16,92% atau Rp316,97 ke level Rp2.190. Mandiri Sekuritas terlihat paling banyak memperdagangkan saham berkode APEX ini, dengan volume transaksi mencapai 6,61 juta saham bernilai Rp13,76 miliar.

Selain penjualan Apexindo, dia mengharapkan dapat menuntaskan divestasi sekaligus menggaet mitra strategis untuk tujuh blok migas lokal yang dimilikinya. "Sebelum akhir Juni saya harap sudah ada bayangan, dan closing tiga bulan setelah itu berarti sekitar September atau sebelum Lebaran." (sylviana.pravita@bisnis.co.id/ pudji.lestari@bisnis.co.id)

Oleh Sylviana Pravita R.K.N. & Pudji Lestari

Bisnis Indonesia

Wednesday, June 4, 2008

Goldman biayai Mitra Rajasa akuisisi Apexindo

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Mitra Rajasa Tbk segera mengantongi pendanaan akuisisi PT Apexindo Pratama Duta Tbk senilai Rp4,1 triliun dari bank investasi Goldman Sachs, menyusul finalisasi pendanaan yang ditandatangani di Hong Kong, kemarin. Selanjutnya, Mitra Rajasa akan berutang Rp1 triliun dan akan dibayar tahun depan.

Perseroan juga akan membatalkan rencana penerbitan obligasi senilai Rp800 miliar, meski sudah disetujui oleh rapat umum pemegang saham.

Menurut Dirut Mitra Rajasa Beni Prananto, pendanaan akuisisi itu ditandatangani oleh Komisaris Utama Mitra Rajasa Tito Sulistio dan pihak Goldman di Hong Kong.

Goldman, lanjutnya, akan membiayai porsi pembayaran secara tunai dan bertahap sebesar Rp2,5 triliun guna membeli 48,87% saham Medco. Sisanya, Rp643,52 miliar akan dibayar melalui penerbitan surat utang bertenor satu tahun oleh Sabre, anak perusahaan yang dimiliki 100% dan berkedudukan di Singapura.

Selanjutnya, Goldman juga akan membiayai pembelian 31,7% saham Encore atas Apexindo senilai Rp1,62 triliun secara tunai dan bertahap. Sisanya, Rp417,5 miliar juga dibiayai melalui penerbitan surat utang bertenor satu tahun oleh Sabre.

"Jadi, kami menegaskan tidak akan menerbitkan obligasi. Bahkan, rencana penerbitan obligasi Mitra senilai Rp800 miliar akan kami batalkan, karena pendanaannya sudah diambil alih dari Goldman Sachs," tuturnya, kepada Bisnis, kemarin.

Mengenai perbedaan keterangan antara prospektus Mitra Rajasa dan pernyataan Medco tentang adanya kesepakatan harga pembelian Apexindo, Beni mengatakan memang hingga saat ini Mitra Rajasa dan Medco belum menandatangani kesepakatan harga.

Isi prospektus yang dikeluarkan oleh Mitra Rajasa menyatakan antara perseroan dengan Medco dan Encore masih melakukan pembicaraan atau negosiasi mengenai syarat dan ketentuan pengambilalihan saham Apexindo yang akan dituangkan dalam perjanjian jual beli saham.

"Namun, hal-hal pokok mengenai harga, objek, dan skema pembayaran telah disepakati," ungkap prospektus itu.

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.

Bisnis Indonesia

Tuesday, June 3, 2008

TERKAIT AKUISISI APEXINDO, Medco Menerima Tawaran Mitra Rajasa

JAKARTA, Investor Daily --- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) merespons positif tawaran PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA) yang mengajukan harga akuisisi PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) sebesar Rp 2.450 per saham. Sebab, harga itu di atas harga beli sebelumnya sebesar Rp 2.400.

Komisaris Utama Medco Energi Internasional Hilmi Panigoro mengatakan, pihaknya tengah meneliti lebih mendalam tawaran tersebut. “Yang pasti, harga Rp 2.450 sudah di atas harga beli waktu itu,” ujar dia kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (2/6).

Selain harga, kata dia, Medco akan menegosiasikan masalah kecepatan dan kemudahan pembayaran seiring kesiapan dana Mitra Rajasa. Untuk itu, Hilmi meminta Mitra Rajasa dapat melunasi pembayaran dalam waktu yang tidak terlalu lama apabila kedua pihak sudah menyepakati jual beli saham.

“Kami menargetkan perjanjian jual belinya dapat ditandatangani pada pertengahan Juni tahun ini,” tutur Hilmi yang juga komisaris utama Apexindo.

Hal yang sama juga diungkapkan Direktur Mitra Rajasa Anton Natakoesoemah. Menurut dia, perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham pada 30 Juni 2008. Salah satu agendanya adalah persetujuan terkait akuisisi 80,57% saham Apexindo. “Untuk itu, kami berharap, perjanjian jual beli saham antara kami dan Medco dapat tuntas sebelum RUPS,” kata Anton.

Pada pengumuman kepada publik, kemarin, Mitra Rajasa menyatakan keseriusannya untuk mengakuisisi Apexindo. Perseroan akan membeli 48,87% saham Medco dan 31,7% saham Encore International Ltd milik keluarga Panigoro pada perusahaan jasa pertambangan migas tersebut.

Perseroan akan menyiapkan dana sebesar Rp 5,19 triliun. Rinciannya saham Medco senilai Rp 3,15 triliun, sedangkan Encore Rp 2,04 triliun. Berdasarkan hasil penilai independen yang ditunjuk Mitra Rajasa, nilai wajar akuisisi Apexindo berkisar antara Rp 5,17-5,86 triliun dengan harga Rp 2.435-2.762 per saham.

Rencananya, Mitra Rajasa akan melunasi pembelian saham itu dengan beberapa mekanisme pembayaran. Perseroan bakal membayar tunai secara bertahap kepada Medco sebesar Rp 2,5 triliun. Sisanya Rp 643,5 miliar melalui surat utang berjangka waktu satu tahun Sabre Systems International Pte Ltd (SSI), anak usaha Mitra Rajasa di Singapura.

Mekanisme serupa juga akan diterapkan pada Encore. Perseroan akan membayar tunai secara bertahap sebesar Rp 1,62 triliun, sedangkan sisanya Rp 417,5 miliar melalui surat utang SSI.

SSI akan menjadi kendaraan bisnis Mitra Rajasa untuk mengakuisisi Apexindo. Untuk itu, perseroan akan memberikan pinjaman kepada SSI sekitar US$ 85 juta, kemudian ditambah kas internal SSI sebesar US$ 10 juta. Dengan begitu, modal awal akuisisi Apexindo oleh perseroan sebesar US$ 95 juta. Perseroan juga akan menyertakan aset SSI berupa satu unit FPSO Sea Good 101 sebagai setoran modal.

Di samping itu, SSI akan memperoleh pinjaman dari mitra strategis sebesar US$ 405 juta, sehingga total dana akuisisi yang disiapkan oleh Mitra Rajasa mencapai US$ 500 juta. Dana tersebut belum termasuk pinjaman sebesar Rp 1,2 triliun untuk tender offer 19,42% saham publik Apexindo pada Juli-Agustus 2008.

Analis PT Reliance Securities Andrew Siahaan menilai, pendanaan akuisisi Apexindo yang mayoritas dari pinjaman lebih berisiko dibandingkan menerbitkan saham baru (rights issue). “Mungkin Mitra Rajasa melihat prospek yang menjanjikan pada Apexindo, sehingga berani mencari pinjaman,” tegas dia.

Oleh Jauhari Mahardhika

Harga akuisisi Apexindo belum disepakati, Penawaran Mitra akan diadu

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Medco Energi Internasional Tbk akan mengadu harga penawaran dari PT Mitra Rajasa Tbk terhadap 80,57% saham atau 2,12 miliar lembar PT Apexindo Pratama Duta Tbk dengan harga dari dua pemodal asal Timur Tengah dan Eropa.

Dalam prospektus yang disampaikan oleh manajemen Mitra Rajasa kemarin disebutkan perusahaan itu berencana membeli saham Apexindo senilai total Rp5,19 triliun atau Rp2.450 per saham, 22,5% lebih tinggi daripada harga penutupan saham Apexindo kemarin Rp2.000.

Harga penawaran dari Mitra Rajasa itu juga hanya premium 2,08% dari harga beli saham Apexindo dari perusahaan investasi beberapa waktu lalu. Medco, perusahaan milik keluarga Panigoro, berencana mempercepat penyelesaian divestasi saham Apexindo itu pada minggu kedua Juni tahun ini.

Komisaris Utama Medco Energi Hilmi Panigoro mengatakan Medco dan Encore hingga saat ini belum menyepakati harga penawaran yang diajukan oleh Mitra Rajasa.

"Tidak betul pernyataan Mitra Rajasa bahwa kami sudah sepakat soal harga karena kami masih menunggu harga penawaran dari pemodal Eropa dan Timur Tengah hingga pekan kedua bulan ini. Kalau mereka [Mitra Rajasa] menyatakan sudah disepakati, mana surat kesepakatannya?" katanya kepada Bisnis, kemarin.

Hal itu bertolak belakang dengan isi prospektus yang dikeluarkan oleh Mitra Rajasa yang menyatakan antara perseroan dengan Medco dan Encore masih melakukan pembicaraan atau negosiasi mengenai syarat dan ketentuan pengambilalihan saham Apexindo yang akan dituangkan dalam perjanjian jual beli saham.

"Namun, hal-hal pokok mengenai harga, objek, dan skema pembayaran telah disepakati," ungkap prospektus itu.

Transaksi pengambilalihan saham Apexindo akan dilakukan secara tidak langsung atau melalui anak perusahaan yang dibentuk oleh Sabre. Sabre adalah anak perusahaan yang dimiliki 100% oleh Mitra Rajasa.

Beauty contest

Hilmi menjelaskan soal harga hingga saat ini perseroan masih dalam proses beauty contest. Bagi Medco, perseroan akan memilih perusahaan 'tercantik' yang akan mengakuisisi Apexindo. "'Cantik' itu relatif. Kami menilai 'cantik' itu dari kecepatan waktu closing, kemudahan, dan 'keindahan' harga," tuturnya.

Pemegang saham baru Apexindo akan melaksanakan penawaran tender terhadap 16% saham perusahaan pengeboran yang kini masih dimiliki publik dalam waktu dua bulan ke depan.

Alif Sasetyo, analis saham PT Mandiri Sekuritas, mengatakan pemodal menunggu kepastian divestasi Apexindo karena terlalu lama penjualannya ditunda. "Investor khawatir terhadap pembiayaan Mitra Rajasa dan keseriusan Medco dalam menjual Apexindo karena dahulu calon pembeli juga kesulitan pembiayaan."

Harga saham Mitra Rajasa kemarin ditutup di level Rp830 atau naik 2,47% dari perdagangan 30 Mei. Harga saham Apexindo kemarin naik tipis 0,5% ke level Rp2.000 dari penutupan Jumat pekan lalu di posisi Rp1.990. Kapitalisasi pasar saham Apexindo Rp5,27 triliun. (sylviana.pravita@bisnis.co.id/wisnu.wijaya@bisnis.co.id)

Oleh Sylviana Pravita R.K.N. & Wisnu Wijaya

Bisnis Indonesia

Monday, June 2, 2008

HARGA PENAWARAN AKUISISI RP 2.450, Mitra Rajasa Tender Offer Apexindo Rp 1,2 T

JAKARTA, Investor Daily --- PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA) siap menggelar penawaran tender 19,42% saham publik PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) pada Juli-Agustus 2008. Perseroan menyiapkan dana sebesar Rp 1,25 triliun yang bersumber dari pinjaman.

Mitra Rajasa akan menunjuk PT E-Capital Securities untuk menangani pembelian saham publik tersebut. Harga yang ditawarkan sekitar Rp 2.040 per saham yang merupakan harga tertinggi selama 90 hari, sebelum pengumuman informasi terkait akuisisi.

Perseroan hingga kini masih bernegosiasi dengan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan Encore International Ltd milik keluarga Panigoro terkait akuisisi 80,57% saham Apexindo. “Mitra Rajasa menginginkan akuisisi itu terjadi pada harga Rp 2.450 per saham,” ungkap sumber Investor Daily yang mengetahui transaksi itu, Minggu (1/6).

Sumber itu menambahkan, proses negosiasi antara Mitra Rajasa dan Medco hampir mencapai kesepakatan. Sebab, perseroan telah mendapatkan komitmen pendanaan yang nilainya sesuai harapan Medco dan Encore. “Penandatanganan perjanjian jual belinya ditargetkan selesai Juni 2008,” ujar dia.

Mitra Rajasa akan mengakuisisi 48,87% saham Medco dan 31,7% saham Encore pada Apexindo senilai Rp 5,19 triliun. Rinciannya saham Medco sebesar Rp 3,15 triliun, sedangkan Encore Rp 2,04 triliun.

Berdasarkan hasil penilai independen yang ditunjuk Mitra Rajasa, kata dia, nilai wajar akuisisi Apexindo berkisar antara Rp 5,17-5,86 triliun. Dalam suratnya kepada perseroan tertanggal 16 Mei 2008, penilai independen itu menyampaikan bahwa nilai wajar saham Apexindo sekitar Rp 2.435-2.762 per saham.

Mekanisme Pembayaran

Mitra Rajasa akan melunasi transaksi akuisisi itu dengan beberapa mekanisme pembayaran. Untuk Medco, perseroan akan membayar tunai secara bertahap sebesar Rp 2,5 triliun. Sisanya Rp 643,5 miliar melalui surat hutang berjangka waktu satu tahun yang akan diterbitkan oleh Sabre Systems International Pte Ltd (SSI), anak usaha Mitra Rajasa di Singapura.

Mekanisme serupa juga akan diterapkan pada Encore. Perseroan akan membayar tunai secara bertahap sebesar Rp 1,62 triliun, sedangkan sisanya Rp 417,5 miliar melalui surat hutang SSI.

SSI akan menjadi kendaraan bisnis Mitra Rajasa untuk mengakuisisi Apexindo. Perseroan akan memberikan pinjaman kepada SSI sekitar US$ 85 juta, kemudian ditambah kas internal SSI sebesar US$ 10 juta. Dengan begitu, modal awal akuisisi Apexindo oleh perseroan sebesar US$ 95 juta.

Di samping itu, SSI akan memperoleh pinjaman dari mitra strategis sebesar US$ 405 juta, sehingga total dana akuisisi yang disiapkan oleh Mitra Rajasa mencapai Seluruh dana yang akan diperoleh, atau sekitar US$ 500 juta. Belum termasuk pinjaman sebesar Rp 1,2 triliun untuk tender offer. Dengan demikian total dana yang disiapkan Mitra Rajasa mencapai Rp 6,4 triliun.

Sementara itu analis PT Reliance Securities Andrew Siahaan menilai, pendanaan akuisisi Apexindo yang mayoritas dari pinjaman bank lebih berisiko dibandingkan menerbitkan saham baru (rights issue). “Mungkin Mitra Rajasa melihat prospek yang menjanjikan pada Apexindo, sehingga berani mencari pendanaan dari bank,” tegas dia.

Analis PT CIC Securities Indonesia Willy Sanjaya mengatakan, Mitra Rajasa tampak serius untuk mengakuisisi Apexindo. “Meski demikian, pelaku pasar harus tetap mencermati prosesnya, sehingga tidak berhenti di tengah jalan,” ujar dia.

Oleh Jauhari Mahardhika dan Arinto TW

Thursday, May 29, 2008

Mitra Rajasa akan gaet pemodal strategis, 80% Biaya akuisisi Apexindo dari utang

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Mitra Rajasa Tbk segera meraih utang US$560 juta atau setara dengan Rp5,15 triliun dari pinjaman bank dan suntikan dana segar dari mitra strategis.

Pinjaman dan suntikan dari mitra strategis itu untuk membiayai 80% dari kebutuhan biaya akuisisi 80,6% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) senilai US$700 juta.

Dirut Mitra Rajasa Beni Prananto mengatakan struktur pembiayaan akuisisi emiten pengeboran yang juga anak perusahaan PT Medco Energi Internasional Tbk itu akhirnya selesai setelah memperhitungkan kondisi ekuitas perusahaan, syarat, dan kondisi pinjaman bank, suntikan dari mitra strategis, dan bunga pinjaman.

"Dari kebutuhan pinjaman sebanyak 80% atau US$560 juta, mitra strategis membiayai 50% dan selebihnya berasal dari pinjaman bank," ujarnya kepada Bisnis kemarin.

Menurut dia, kekurangan biaya akuisisi itu nantinya dari ekuitas Mitra Rajasa seperti rencana penerbitan obligasi Rp800 miliar dan pengalihan dana pembangunan kapal tanker yang dilengkapi fasilitas penyimpangan produksi (floating production storage & offloading) senilai Rp55 miliar.

Dia menyatakan perseroan sedang memfinalisasi tiga perusahaan yang akan menjadi mitra strategis Mitra Rajasa dalam aksi korporasi itu.

"Saya belum bisa menjelaskan perusahaan apa saja yang menjadi mitra strategis dalam akuisisi Apexindo itu. Kami akan membahas hal ini dalam rapat umum pemegang saham akhir Juni. Medco akan menggelar rapat umum setelah Mitra Rajasa menghasilkan keputusan dalam rapat pemegang saham," tuturnya.

Perseroan juga segera menunjuk tiga bank investasi, yaitu Goldman Sachs, Merrill Lynch, dan Raiffeisen Zentralbank Osterreich AG (RZB) dalam pembiayaan tersebut.

Komut Medco Hilmi Panigoro menambahkan kebutuhan dana untuk akuisisi 80,6% saham Apexindo minimal US$700 juta atau setara dengan Rp6,44 triliun.

"Kami meminta agar mereka mempersiapkan pendanaan minimal US$700 juta dan itu menjadi harga jual minimum yang kami minta karena ada kebutuhan soal biaya penawaran tender," ujarnya. (Bisnis, 26 Mei)

Mitra Rajasa menyatakan serius ingin mengakuisisi 80,6% saham atau 2,11 miliar saham Apexindo milik Medco Energi dan Encore Limited. Mitra Rajasa ingin membeli 1,28 miliar saham (48,9%) Apexindo milik Medco dan 835 juta saham (31,7%) milik Encore. Pengambilalihan saham tersebut untuk pengembangan usaha Mitra Rajasa.

Diminta keterangan

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) meminta penjelasan Medco Energi karena otoritas pasar modal belum menerima laporan mengenai rencana divestasi Apexindo.

Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam LK Nur Haida mengatakan Medco dan Mitra Rajasa pada awal pekan ini dimintai keterangan soal jual beli saham Apexindo.

"Kami meminta keterangan dari Medco dan Mitra Rajasa tentang sejauh mana rencana divestasi dan akuisisi itu karena nilai aksi korporasi ini besar," katanya.

Dia mengatakan otoritas pasar modal akan terus mengamati perkembangan aksi korporasi tersebut.

Sekretaris Perusahaan Mitra Rajasa Imaculata T.M. Watimena mengatakan guna ekspansi, Mitra meraih pinjaman bank Rp73,8 miliar untuk membeli 250 truk pengangkut semen.

Perseroan kemarin memperoleh pinjaman dari Bank Ekonomi senilai Rp33,8 miliar dan pada 7 Mei Bank Windu Kentjana menyetujui pinjaman Rp40 miliar.

"Dana pembelian 250 truk itu totalnya Rp93 miliar," katanya.

Harga saham emiten berkode MIRA itu pada perdagangan kemarin ditutup Rp1.780 atau naik 1,14% dari Rp1.760 pada 27 Mei. Apabila mengacu harga saham itu, kapitalisasi pasar Mitra Rajasa mencapai Rp2,43 triliun. (sylviana.pravita@bisnis.co.id)

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.

Bisnis Indonesia