Tuesday, June 17, 2008

Medco Belum Laporkan Penjualan Apexindo

JAKARTA, okezone.com - Bapepam-LK mengakui Senin 16 Juni kemarin, PT Medco Energi International Tbk, belum melaporkan transaksi penjualan 80,57 persen saham anak usahanya PT Apexindo Duta Pratama Tbk.

Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam-LK Nurhaida mengatakan, bahwa PT Medco Energi International Tbk belum melaporkan transaksi penjualan anak usahanya, PT Apexindo Duta Pratama Tbk kepada Bapepam-LK.

"Medco belum menyerakan dokumen transaksi materialnya ke Bapepam, jadi kita belum bisa memberi tanggapan atas kemungkinan mereka melakukan transaksi yang menyalahi aturan," paparnya di Jakarta Selasa (16/6/2008).

Nurhaida mengatakan, Medco seharusnya segera menyerahkan dokumen transaksinya terutama terkait besaran harga akuisisi, dan perubahan kegiatan usahanya pasca akuisisi. Sesuai keputusan Ketua Bapepam-LK Kep-02/PM/2001, nomor IXE2 tentang transaksi material, maka Medco wajib melaporkan transaksi materialnya. Terhitung sejak pelepasan 80,57 persen saham Apexindo pekan lalu, maka Medco masih memiliki waktu penyerahan dokumen transaksinya hingga dua pekan mendatang.

Sementara itu hingga kemarin Bapepam-LK masih menelaah dokumen transaksi PT Mitra Rajasa Tbk, sebagai pengendali baru saham Apexindo.

"Mitra Rajasa (MIRA) sudah menyampaikan dokumen mengenai transaksi materialnya, dan masih kita telaah. Yang ditelaah termasuk besaran harga dan dana pinjaman yang digunakan untuk akuisisi," imbuhnya.

Seperti diketahui, PT Medco Energi Internasional Tbk dan MIRA menandatangani kesepakatan jual beli Apexindo dengan harga Rp2.450 per saham. (Setiawan Ananto/Sindo/rhs)

Pertamina Pertanyakan Penjualan Saham Apexindo

JAKARTA, Investor Daily --- PT Pertamina mempertanyakan penjualan saham mayoritas PT Apexindo Pratama Duta Tbk kepada PT Mitra Rajasa Tbk. Sebab, BUMN tersebut menghargai saham Apexindo lebih tinggi dari penawaran Mitra Rajasa.

“Kami secepatnya mengirim surat kepada pemegang saham PT Medco Energi International Tbk dan Bapepam-LK untuk meminta penjelasan. Karena kami belum menerima pemberitahuan resmi mengenai transaksi itu,” kata Direktur Keuangan Pertamina Frederick Siahaan di sela rapat dengar pendapat Pertamina dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (16/6).

Berdasarkan surat Presiden Direktur Medco Energi Internasional Damoyo Doyoatmoarmoyo kepada Dirut Pertamina Ari H Soemarno pada 11 Juni 2008, perseroan menolak penawaran Pertamina untuk mengakuisisi 48,9% saham Apexindo. “Setelah berdiskusi internal tentang proses divestasi Apexindo, kami akhirnya memutuskan untuk tidak memproses penawaran Pertamina,” kata dia.

Frederick mengatakan, perseroan sangat tertarik untuk membeli saham Apexindo dari Medco Energi sebagai pemegang saham mayoritas. Alasannya, Apexindo merupakan perusahaan yang fokus pada penyediaan jasa pengeboran.

Ia juga menyayangkan, pemenang tender saham Apexindo justru perusahaan yang bukan bergerak pada sektor migas. Tapi, Frederick enggan menyebutkan harga penawaran yang diajukan oleh Pertamina kepada Medco Energi. “Pokoknya lebih besar dari Mitra Rajasa,” ujar dia.

Medco Energi menandatangani perjanjian jual beli saham Apexindo kepada Mitra Rajasa untuk menjual 48,72% saham, termasuk milik Encore International, pada harga Rp 2.450. Nilai akuisisi mencapai Rp 5,19 triliun. Padahal, Northern Offshore Drilling milik konglomerat John Frederiksen menawar seharga Rp 2.600 atau US$ 713 juta. Tapi, Medco Energi dan Encore yang juga dimiliki keluarga Arifin Panigoro lebih memilih Mitra Rajasa.

Sumber lain mengatakan, Prajogo Pangestu dan Goldman Sachs diduga ikut dalam akuisisi itu. Prajogo telah menyetor senilai US$ 100 juta dan Goldman US$ 175 juta.

Mitra Rajasa akan membayar pengalihan saham ini secara tunai sebesar US$ 272,71 juta. Sedangkan senilai US$ 68,18 juta bakal dibayar melalui guaranteed secured bonds yang diterbitkan anak usahanya, Sabre Systems International Pte.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada regulator pasar modal, transaksi ini merupakan material sesuai aturan Bapepam IX.E.2. Karena nilai transaksi melebihi 10% dari pendapatan Medco Energi dan melebihi 20% dari ekuitas perseroan.

Tunggu RUPS

Manajemen Medco mengatakan, transaksi ini baru dapat diselesaikan bila beberapa kondisi dalam perjanjian terpenuhi dan telah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) akhir bulan ini.

Sejumlah investor publik menyesalkan pelepasan saham Apexindo, karena ada peserta tender lain yang mengajukan harga yang lebih tinggi daripada Mitra Rajasa.

Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany menilai, harga penjualan saham Apexindo bukan merupakan wewenangnya. Pasalnya, otoritas pasar modal tidak berhak terlibat dalam kegiatan operasional, termasuk larangan jual beli saham. Pemegang saham dapat mengajukan keberatan atas transaksi itu melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Bahkan, mereka dapat menuntut para pemegang saham Medco Energi kepada pengadilan. (pya/kp)

Oleh Parluhutan Situmorang dan Heriyono

Pertamina Pertanyakan Akuisisi Apexindo

JAKARTA, Republika -- PT Pertamina (Persero) akan mengirim surat ke PT Medco Energi Internasional Tbk mempertanyakan proses akuisisi saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk. Direktur Keuangan Pertamina, Frederick Siahaan mengatakan, pihaknya juga menembuskan surat tersebut ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

"Kami memang belum terima pemberitahuan secara resmi mengenai transaksi tersebut. Namun, kami akan kirim surat ke Medco dengan 'cc' (tembusan) ke Bapepam-LK," katanya sebelum rapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (16/6).

Menurut Frederick, pihaknya sangat berminat membeli anak perusahaan Medco yang bergerak dalam bidang jasa pengeboran tersebut, karena akan semakin mengembangkan bisnis Pertamina. Mengenai harga penawaran Pertamina atas saham Apexindo, Frederick menolak untuk memberikan nilainya. Namun, tidak mengelak ketika ditanya harga penawaran Pertamina lebih baik dari Mitra.

Selain Pertamina, perusahaan migas Norwegia, Northern Offshore Drilling, juga diketahui menawar saham Apexindo lebih tinggi dibandingkan Mitra yakni senilai Rp 2.600 per saham atau 731 juta dolar AS. Pada awal Juni lalu, Mitra dan Medco telah menandatangani kesepakatan jual beli Apexindo pada harga Rp 2.450 per saham. Dengan membeli 80,6 persen saham Apexindo maka Mitra mengeluarkan dana Rp 5,16 triliun. Namun, transaksi tersebut mengundang pro dan kontra karena selain dimenangi perusahaan yang menawar lebih rendah, juga Mitra bukanlah perusahaan yang bergerak dalam sektor migas. Mitra diketahui hanyalah perusahaan jasa angkutan. Bapepam-LK telah menyatakan akan memeriksa transaksi akuisisi tersebut.

(ant/dia )

Pertamina Surati Medco Soal Apexindo

Jurnal Nasional --- Pengambilalihan Apexindo sebagai langkah ekspansi usaha PT PERTAMINA (Persero) akan mengirimkan surat ke PT Medco Energi Internasional Tbk, untuk meminta kejelasan soal penjualan 80,6 persen saham anak usaha Medco, PT Apexindo Pratama Duta Tbk kepada PT Mitra Rajasa Tbk. Langkah itu diambil, karena Pertamina dikabarkan menawar saham Apexindo dengan harga lebih tinggi, tapi tanpa diduga, Medco justru menjual ke Mitra Rajasa.

Direktur Keuangan PT Pertamina, Frederick Siahaan menyatakan, Pertamina merupakan salah satu pihak yang turut menanyakan, mengapa Apexindo bisa jatuh ke Mitra Rajasa, perusahaan yang selama ini bergerak di sektor transportasi.

Pertamina sebenarnya begitu berminat memiliki Apexindo. Sebab, anak usaha Medco ini fokus bergerak di sektor jasa pengeboran minyak (rig). Jika berhasil diakuisi Pertamina, berpotensi ikut mendulang bisnis perseroan.

"Tapi, tanpa kami tahu malah sudah dimiliki Mitra Rajasa. Memang kami belum terima pemberitahuan secara resmi mengenai transaksi ini. Kami akan kirim surat ke Medco dengan ditembuskan ke Bapepam-LK," kata Frederick di sela-sela rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (16/6).

Padahal sebelumnya Pertamina telah menawar Apexindo. Namun, apa daya perusahaan milik Arifin Panigoro ini tetap jatuh ke tangan Mitra yang justru sama sekali tak bergerak di bidang minyak dan gas (migas).

Saat ditanya, apakah penawaran Pertamina lebih tinggi ketimbang Mitra Rajasa, Frederick hanya tersenyum dan mengangguk, tanpa menyebut angka penawaran pasti dari Pertamina. "Bisa lebih tinggi."

Sebelumnya, Mitra Rajasa berhasil memiliki saham PT Medco Energi Internasional Tbk sebanyak 1.287.045.106 lembar saham dan milik Encore 835 juta saham. Total saham yang beredar di Apexindo mencapai 2,64 miliar hingga dengan pembelian itu Mitra Rajasa secara pasti menguasai 80,6 persen saham perusahaan ini.

Mitra Rajasa membeli saham Apexindo seharga Rp2.450 per saham, atau lebih tinggi dari harga penutupan pada 9 Juni 2008 di level Rp2.200 per saham. Komposisi kepemilikan saham di Apexindo sebelum Mitra Rajasa masuk terdiri dari, Medco 48,9 persen dan Encore International 51,1 persen.

Selama ini, Apexindo merupakan salah satu pemain utama di bisnis penyewaan rig. Medco sebenarnya beberapa kali menawarkan saham Apexindo ke investor asing. Akhirnya Mitra Rajasa berhasil mengalahkan sejumlah peminat Apexindo, termasuk Pertamina. Setidaknya, ada empat pihak yang menawar Apexindo antara lain Abacus

Capital, Recapital Adviory, Texas Pacific Group, dan Bormindo Nusantara.

Direktur Utama Apexindo, Hertiono Kartowisastro menyatakan, siapapun pemilik baru perusahaan ini, berharap dapat memberikan modal guna pengembangan usaha. "Kinerja kami sudah bagus. Kami ingin berkembang terus dengan bagus."

Menurut dia, sesuai arahan pemegang saham, Medco memang ingin melepas seluruh saham di Apexindo agar bisa lebih fokus di bisnis migas. Selain itu, Medco juga memerlukan tambahan modal guna mengembangkan bisnis perusahaan.

Direktur Utama Mitra Rajasa, Beni Prananto mengungkapkan, pengambilalihan Apexindo sebagai langkah ekspansi usaha. "Semua ini merupakan bagian mengembangkan usaha."

Menurut Beni, sebagai uang muka dalam pengambilalihan saham Apexindo ini, perusahaan menggunakan dana hasil right issue yang sebelumnya senilai Rp55 miliar. Mulanya, dana ini akan digunakan membangun floating production storage and offloading (FSPO).

Namun, dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan yang diadakan 30 April lalu, berhasil disetujui perubahaan penggunaan dana right issue untuk pembayaran uang muka pra-akuisisi saham Apexindo. Turyanto

----

Kutipan: Mitra Rajasa membeli saham Apexindo seharga Rp2.450 per saham, atau lebih tinggi dari harga penutupan pada 9 Juni 2008 di level Rp2.200 per saham

Monday, June 16, 2008

Divestasi Apexindo Paling Adil Lewat Lelang

JAKARTA, Investor Daily --- Penjualan saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan Encore International Pte sebesar 80,5% pada PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) paling tepat dilakukan melalui mekanisme lelang.

Ketua Umum Masyarakat Investor Indonesia (Misi) ND Murdani mengatakan, saham Apexindo seharusnya dijual pada harga tertinggi. Sebab, Medco Energi merupakan perusahaan terbuka yang sebagian sahamnya dimiliki oleh investor publik. “Jadi, saham itu bagian dari publik. Guna mendapatkan harga adil, Medco dan Encore International harus menggelar lelang sebagaimana diterapkan oleh Herald Resources dari Australia,” kata Murdani kepada Investor Daily di Jakarta, Minggu (15/6).

Menurut dia, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) perlu meneliti secara rinci rencana akuisisi Apexindo oleh PT Mitra Rajasa Tbk. Sebab, investor minoritas Medco Energi dirugikan.

Medco dan Encore International telah menandatangani perjanjian jual beli saham Apexindo dengan PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA). Nilai akuisisi mencapai Rp 5,19 triliun atau seharga Rp 2.450 per unit.

Sejumlah investor publik menyesalkan pelepasan saham Apexindo karena ada investor lain mengajukan harga yang lebih tinggi dari Mitra Rajasa. Northern Offshore Drilling milik konglomerat John Frederiksen pernah menawar seharga Rp 2.600 atau US$ 713 juta. PT Pertamina juga mengajukan harga yang lebih tinggi dari Mitra Rajasa. Namun, Medco Energi dan Encore yang dimiliki keluarga Arifin Panigoro justru memilih Mitra Rajasa.

Sumber Investor Daily sebelumnya mengatakan, Prajogo Pangestu dan Goldman Sachs diduga ikut dalam akuisisi Apexindo. Prajogo yang juga komisaris utama PT Barito Pacifik Tbk menyetor senilai US$ 100 juta (Rp 920 miliar) dan Goldman senilai US$ 175 juta.

Menurut Murdani, otoritas pasar modal sebaiknya memanggil sejumlah investor yang pernah ikut menawar saham Apexindo. Sebab, Bapepam dapat memanfaatkan wewenangnya guna meminta Medco dan Enrico agar bersedia melelang divestasi saham anak usahanya secara transparan sesuai prinsip pasar modal.

Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany mengatakan, pihaknya menilai harga penjualan saham Medco pada Apexindo bukan merupakan wewenangnya. Karena Bapepam tidak berhak terlibat dalam kegiatan operasional emiten, termasuk larangan jual beli sahamnya. “Itu urusan komisaris perusahaan. Kami hanya melihat jika ada masalah dalam laporan keuangan, transaksi atau mempertanyakan transaksi yang tidak dilaporkan,”kata dia akhir pekan lalu.

Tuntut ke Pengadilan

Dia menegaskan, pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) perseroan wajib menyampaikan protes terkait transaksi saham tersebut. Bahkan, mereka juga dapat menuntut para pemegang saham Medco ke pengadilan.

Sementara itu, Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK Noor Rachman mengatakan, transaksi penjualan saham Apexindo harus mengikuti peraturan No IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama. Aturan ini mewajibkan keterbukaan informasi transaksi saham Apexindo oleh Mitra Rajasa.

Sekretaris Perusahaan Mitra Rajasa Imaculata TM Wattimena menjelaskan, pihaknya siap diperiksa oleh regulator terkait akuisisi 80,57% saham Apexindo. Perseroan menilai telah mematuhi peraturan pasar modal dengan mengumumkan rencana akuisisi Apexindo kepada publik dan melaporkan ke Bapepam serta Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mitra Jasa juga sudah menunjuk PT Zodiac Perintis, penilai independen yang terdaftar di Bapepam, terkait nilai akuisisi saham Apexindo. Nilai wajar saham Apexindo berkisar Rp 5,17-5,86 triliun atau seharga Rp 2.435-Rp 2.762 per lembar.

Dirut Encore International Yani Panigoro menegaskan, keputusan melepas Apexindo kepada Mitra Rajasa tidak semata-mata masalah harga. Namun, ada pertimbangan lain, seperti kemudahan dan kecepatan transaksi yang ditawarkan Mitra Rajasa.

Finalisasi akuisisi Apexindo masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB Medco Energi pada Juli 2008. (hut)

Oleh Deviana Chuo

Apexindo Dibeli MIRA, Pertamina Surati Medco

Jakarta, detikFinance - Pembelian 80,6% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk oleh PT Mitra Rajasa Tbk terus mendapat sorotan. MIRA yang notabene perusahaan transportasi mengejutkan pasar dan Pertamina dengan pembelian tersebut.

Pertamina yang kabarnya menawar Apexindo dengan harga tinggi harus gigit jari ketika Medco menjualnya ke MIRA.

Direktur Keuangan Pertamina Frederick Siahaan ikut mempertanyakan akuisisi Apexindo oleh MIRA. Untuk itu, Pertamina akan melayangkan surat ke PT Medco Energi Internasional Tbk dan Bapeppam-LK untuk meminta kejelasan.

"Kami memang belum terima pemberitahuan secara resmi mengenai transaksi tersebut. Tapi kami akan kirim surat ke Medco dengan cc ke Bapepam-LK," kata Frederick, disela-sela rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (16/6/2008).

Menurut Frederick, sebenarnya Pertamina sangat tertarik untuk membeli Apexindo karena perusahaan tersebut fokus pada penyediaan jasa pengeboran. Hal ini tentu saja bisnis Pertamina makin berkembang.

Namun apa daya, meski sudah melakukan penawaran, Apexindo tetap jatuh ke tangan Mitra yang justru tidak bergerak di bidang migas.

Ketika ditanya apakah penawaran Pertamina lebih tinggi dari Mitra, Frederick hanya tersenyum dan mengangguk, tapi tidak menyebutkan berapa angka penawaran Pertamina.

MIRA membeli saham milik PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebanyak 1.287.045.106 saham dan milik Encore sebanyak 835.000.000 saham.

Total saham beredar APEX mencapai 2,64 miliar saham sehingga dengan pembelian tersebut MIRA menguasai 80,6% saham Apexindo.

MIRA membeli saham Apexindo seharga Rp 2.450 per saham yang lebih tinggi dari harga penutupan 9 Juni 2008 di level Rp 2.200 per saham.

Apexindo merupakan salah satu pemain utama di bisnis penyewaan rig. Medco telah beberapa kali menawarkan saham Apexindo ke investor asing namun akhirnya kesepakatan yang terjalin pilihannya ke MIRA.

( lih / ir )


Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Medco: MIRA Lebih Unggul

JAKARTA (SINDO) – PT Medco Energi Internasional Tbk menilai tawaran akuisisi PT Mitra Rajasa Tbk atas PT Apexindo Pratama Duta Tbk lebih menarik dibandingkan pesaingnya.

Tawaran Mitra Rajasa (MIRA) memiliki keunggulan dari segi harga, kecepatan, dan penyelesaian transaksi ketimbang penawar lain sehingga Medco kemudian memilihnya sebagai pihak yang berhak mendapatkan Apexindo (APEX). Investor Relation Medco Energi Internasional Nusky Suyono mengatakan, secara umum pemilihan pembeli Apexindo berdasarkan atas liabilitas kas calon pembeli, penyelesaian transaksi secepat mungkin, dan tidak memiliki prasyarat atau kondisikondisi yang nantinya dapat menyulitkan Medco.

”Yang penting penyelesaiannya cepat dan transparan,” ujarnya kepada SINDO di Jakarta kemarin. Dia menegaskan, meski ada penawar yang mengajukan harga lebih tinggi, tapi memerlukan waktu pembayaran yang lebih panjang, Medco tidak bisa memilihnya. Pasalnya, penjualan Apexindo sudah terlalu lama molor dari yang direncanakan.

”Meski harganya tinggi, tapi dicicil dan membutuhkan waktu lama, ya tidak bisa,” tandasnya. Nusky mengungkapkan hal tersebut untuk menjawab keberatan beberapa pihak terhadap penjualan Apexindo ke Mitra Rajasa,di antaranya dari Pertamina. Namun dia tidak mau berkomentar apakah memang Pertamina pernah menyatakan minatnya kepada Apexindo.

”Saya tidak mau bilang karena dapat melanggar confidential (rahasia),”elaknya. Pihak Pertamina kemarin menyatakan niatnya mengirimkan surat kepada Medco Energi serta Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) terkait pelepasan saham Apexindo kepada Mitra Rajasa.

”Kami akan melayangkan surat kepada Medco dengan cc ke Bapepam-LK,” ujar Direktur Keuangan Pertamina Frederick Siahaan di selasela rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Jakarta kemarin. Menurut dia, Pertamina tidak mendapat pemberitahuan dari Medco Energi terkait transaksi MIRA dan Apexindo.

Padahal, pihaknya sangat berminat membeli anak perusahaan Medco yang bergerak dalam bidang jasa pengeboran tersebut karena akan semakin mendukung bisnis Pertamina.Namun, dia enggan mengungkapkan harga penawaran yang diajukan Pertamina untuk mengakuisisi saham Apexindo. Seperti diketahui, Medco dan MIRA baru saja menandatangani kesepakatan jual beli saham Apexindo dengan harga Rp2.450 per lembar saham.

MIRA akan membeli 80,6% saham Apexindo dengan nilai total Rp5,16 triliun. Saham itu terdiri atas 1,28 miliar saham (48,87%) Apexindo milik Medco dan 835 juta saham (31,7%) milik Encore. Sementara itu, Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam- LK Nurhaida mengatakan, sejauh ini Medco belum melaporkan transaksi penjualan anak usahanya tersebut.

”Medco belum menyerahkan dokumen transaksi materialnya ke Bapepam. Jadi, kami belum bisa memberi tanggapan atas kemungkinan mereka melakukan transaksi yang menyalahi aturan,” paparnya. Nurhaida mengatakan, Medco seharusnya segera menyerahkan dokumen transaksinya, terutama terkait besaran harga akuisisi, dan perubahan kegiatan usahanya pascaakuisisi.

Sesuai keputusan Ketua Bapepam-LK Kep-02/PM/2001 Nomor IXE2 tentang Transaksi Material, Medco wajib melaporkan transaksi materialnya.Terhitung sejak pelepasan 80,6% saham Apexindo pekan lalu, Medco masih memiliki waktu penyerahan dokumen transaksinya hingga dua pekan mendatang.

Di lain pihak, hingga kemarin Bapepam-LK masih menelaah dokumen transaksi Mitra Rajasa sebagai pengendali baru saham Apexindo.” Mitra Rajasa (MIRA) sudah menyampaikan dokumen mengenai transaksi materialnya dan masih kami telaah. Yang ditelaah termasuk besaran harga dan dana pinjaman yang digunakan untuk akuisisi,”tuturnya. (nunung a/ferial t/setiawan a)

Saturday, June 14, 2008

Menguji Kapital Mitra Rajasa

INILAH.COM, Jakarta – Penjualan PT Apexindo Pratama Duta Tbk oleh Grup Medco kepada PT Mitra Rajasa Tbk masih menuai persoalan. Mitra diminta mendukung pembelian rig baru senilai Rp 4,18 triliun. Padahal, kapitalisasi mereka hanya Rp 1,91 triliun.

Banyak hal yang membuat transaski penjualan ini terdengar sumir. Pertama, harga jualnya dinilai terlalu rendah. Bahkan, lebih rendah dibanding penawar lain. Kedua, kemampuan Mitra Rajasa sebagai pemilik baru juga masih diragukan.

Tak heran, jika transaksi ini, selain masih diteliti Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), juga dipantau Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Lembaga itu mulai mengumpulkan informasi awal terkait dugaan unsur persaingan tidak sehat.

Bapepam-LK mempersilakan pihak yang menilai transaksi pembelian Apexindo terlalu murah dapat melaporkan hal itu. “Bapepam-LK tidak ikut campur urusan operasional mereka. Kalau mereka anggap harganya kemurahan, mereka bisa saja menuntut atau melaporkan hak itu,” kata Ketua Bapepam-LK, Ahmad Fuad Rahmany.

Dia mengatakan Bapepam-LK akan lebih fokus pada penilaian laporan keuangan Mitra Rajasa dan Apexindo. Soal lain, mereka menyerahkan kepada pihak lain yang berkompeten.

Transaksi akuisisi saham Apexindo terjadi pada 9 Juni ketika Medco dan Mitra Rajasa menandatangani kesepakatan jual beli pada harga Rp 2.450 per saham. Mitra berkomitmen membeli 80,57% saham perusahaan pengeboran itu dengan total nilai saham Rp5,16 triliun. Harga divestasi Rp 2.450 per saham itu premium 11,36% dibandingkan dengan harga penutupan saham Apexindo pada 9 Juni Rp 2.200.

Namun, harga jual Apexindo itu hanya premium Rp 50 per saham atau 2,08% dibandingkan harga beli saham Apexindo oleh Encore dari dua pemegang saham sebelumnya Rp 2.400 per saham.

Di lantai bursa beredar kabar bahwa Northern Offshore Drilling, sebuah perusahaan milik konglomerat asal Norwegia, menawar saham Apexindo senilai Rp 2.600 per saham atau total US$ 731 juta melalui pembayaran tunai. PT Pertamina (Persero) juga dikabarkan menawar Apexindo pada kisaran harga yang sama.

Pada penutupan perdagangan saham 13 Juni, harga saham Mitra Rajasa ditutup pada level Rp 700 atau turun Rp 10 bila dibandingkan perdagangan hari sebelumnya. Apabila mengacu harga saham itu, kapitalisasi pasar Mitra Rajasa mencapai Rp 1,91 triliun.

Dalam situasi seperti itulah, manajemen Apexindo meminta pemilik baru yang menguasai 80,57% saham Apexindo yaitu Mitra Rajasa mampu mendukung pengembangan perseroan melalui pembelian dua rig baru senilai US$ 450 juta atau setara dengan Rp 4,18 triliun.

Presiden Direktur Apexindo Hertriono Kartowisastro mengatakan setelah Mitra Rajasa menguasai Apexindo, pengendali baru itu diharapkan bisa menopang pengembangan ke depan sesuai dengan rencana awal manajemen perusahaan pengeboran migas tersebut.

Hingga saat ini manajemen Apexindo belum menggelar rapat dengan Mitra Rajasa. Namun, pertemuan guna membahas langkah perseroan ke depan pascaakuisisi itu dijadwalkan pada pertengahan pekan ini.

Meski manajemen Apexindo tidak terlibat dalam pengambilalihan itu, Hertriono menilai PT Medco Energi Internasional Tbk dan Encore International Ltd semestinya memiliki pertimbangan tersendiri. Apexindo merupakan anak perusahaan Medco dan Encore.

“Medco dan Encore setuju melepas Apexindo ke Mitra Rajasa, itu tak lain karena saya perkirakan Mitra Rajasa merupakan pembeli yang paling serius. Bukan karena hal lain,” tuturnya. [I4]


Ibrahimsyah, Kontributor INILAH.COM

KPPU Dipersilahkan Periksa MIRA

JAKARTA, okezone.com - Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany mempersilahkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk memeriksa PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA).

"Kalau KPPU menganggap itu bermasalah silahkan diperiksa. Tapi Bapepam tidak mengurusi persoalan operasional, misalnya transaksi dilakukan di bawah harga, itu urusan pemegang saham," jelas Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany, di Jakarta.

Bapepam-LK, kata dia, tidak bisa terlibat lebih jauh dalam operasional perusahaan, pasalnya pihaknya tidak memiliki kemampuan untuk mengaudit persoalan operasional perusahaan terbuka, yang jumlahnya mencapai 380 perusahaan.

"Jika mereka salah membuat laporan keuangan akan kita tanya. Dan jika mereka tidak melaporkan transaksi, maka baru kita beri sanksi," ungkapnya.

Seperti diketahui, PT Medco Energi Internasional Tbk dan MIRA menandatangani kesepakatan jual beli Apexindo dengan harga Rp.2.450 per saham. MIRA akan membeli 80,6 persen saham Apexindo dengan nilai total Rp5,16 triliun. Saham itu terdiri dari 1,28 miliar saham (48,87 persen) Apexindo milik Medco dan 835 juta saham (31,7 persen) milik Encore. Proses akuisisi Apexindo oleh MIRA mulai dicermati oleh KPPU. (Setiawan Ananto/Sindo/rhs)

Bapepam Telaah Akuisisi Apexindo Oleh MIRA

JAKARTA, okezone.com - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mulai menelaah proses akuisisi PT Apexindo Pratama Duta Tbk (Apexindo) oleh PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA).

"Mitra Rajasa (MIRA) sudah menyampaikan dokumen mengenai transaksi materialnya, dan itu yang masih kita telaah," jelas Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK M Noor Rachman Jumat (13/6/2008) sore.

Sesuai aturan Bapepam Nomor IXE2 tentang transaksi material, maka MIRA harus menyediakan data tentang transaksi material dan menyampaikanya ke Bapepam-LK.

Seperti diketahui, PT Medco Energi Internasional Tbk dan MIRA menandatangani kesepakatan jual beli Apexindo dengan harga Rp.2.450 per saham. MIRA akan membeli 80,6 persen saham Apexindo dengan nilai total Rp5,16 triliun. Saham itu terdiri dari 1,28 miliar saham (48,87 persen) Apexindo milik Medco dan 835 juta saham (31,7 persen) milik Encore. Proses akuisisi Apexindo oleh MIRA mulai dicermati oleh KPPU. (Setiawan Ananto/Sindo/rhs)