Sunday, June 22, 2008

Medco Pertanyakan Transaksi Jual Beli Apexindo

JAKARTA—Media Indonesia: Medco Energi melayangkan surat ke Bapepam-LK untuk mempertanyakan penandatanganan perjanjian transaksi jual beli antara Apexindo dan Mitra Rajasa. Surat itu telah disampaikan pada 9 Juni 2008 yang ditujukan ke Bapepam-LK dan BEI.

Surat bernomor MEI-159/Dir-DD/VI/08 yang ditandatangani Dirut Medco Darmoyo Doyoatmojo ini merupakan laporan atas keterbukaan informasi yang harus segera diumumkan kepada publik dan perturan BEI.

Sejumlah kalangan mempertanyakan transaksi akuisisi saham Apexindo oleh Mitra tersebut, selain karena harga penawaran yang lebih rendah, Mitra juga bukan perusahaan yang bergerak pada sektor migas.

Analis PT Sinarmas Sekuritas Alfiansyah mengatakan, Bapepam-LK perlu melakukan pemeriksaan mendalam atas transaksi tersebut demi menghindari kerugian investor publik di pasar modal.

"Pemeriksaan bisa saja terkait dengan kejanggalan sumber pendanaan akuisisi tersebut, atau hal lainnya sehingga ada unsur transparansi atau keterbukaan kepada publik," katanya.

Selain dorongan agar ada investigasi oleh Bapepam-LK terkait wajar atau tidaknya transaksi tersebut, pihak terkait lainnya yang harus turun tangan adalah Ditjen Pajak dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Peran Ditjen Pajak adalah memeriksa laporan keuangan Mitra Rajasa dan kemampuan keuangan emiten yang bergerak pada jasa transportasi darat ini. Sedangkan KPPU memeriksa sisi transaksi akuisisinya, apakah melanggar UU No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat.

"KPPU akan mengamati proses akuisisi itu. Monitoring atau pemeriksaan bisa dilakukan atas inisiatif sendiri maupun laporan pihak lain," ujar anggota KPPU M. Iqbal. (Ant/OL-2)

Thursday, June 19, 2008

Belum Ditemukan Pelanggaran dalam Akuisisi Apexindo

Jakarta, Investor Daily --- Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) belum menemukan pelanggaran dalam proses akuisisi 80,57% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) leh PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA).

“Murah atau mahalnya transaksi bukan urusan kami. Bapepam hanya mengawasi apalah ada keterbukaan informasi yang dilanggar atau tidak. Tapi, sejauh ini, belum ada,” kata Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany di Jakarta, Rabu (18/6).

Menurut dia, Bapepam akan campur tangan jika menemukan kecurangan dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Sebelumnya, Pertamina yang merupakan salah satu penawar saham Apexindo akan menyampaikan surat kepada Medco Energi Internasional Tbk dan Encore International Pte Ltd milik keluarga Panigoro terkait penjualan Apexindo. Surat itu juga akan ditembuskan ke Bapepam.

Pertamina telah menawar saham Apexindo lebih tinggi dari Mitra Rajasa yang hanya Rp 2.450 per saham. Begitu juga dengan Northern Drilling Company yang menghargai Apexindo Rp 2.600 per saham. Namun, Medco dan Encore melepasnya ke Mitra Rajasa dengan pertimbangan kemudahan dan kecepatan pembayaran. Total transaksinya Rp 5,19 triliun. (jau)

Wednesday, June 18, 2008

Soal Apexindo, Bapepam Tak Mau Ikut Campur

JAKARTA, okezone.com - Bapepam-LK menegaskan kasus penjualan saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) oleh PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) kepada PT Mitra Raharja Tbk (MIRA), bukanlah urusan Bapepam sebagai regulator.

Kepala Babepam-LK Fuad Rahmany mengatakan, pada dasarnya Bapepam tidak boleh ikut campur urusan operasional emiten, mengingat masing-masing emiten mempunyai pemegang saham.

"Kita nggak boleh ikut-ikutan di operasional emiten, jadi transkasi itu buakan urusan kita," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Masyarakat Investor Sekuritas Seluruh Indonesia (MISSI) Murdani meminta Bapepam untuk menelaah lebih lanjut harga akusisi Apexindo.

Pasalnya harga saham yang disetujui Rp2.450 per saham kepada Mitra Rajasa dinilai rendah oleh pembeli lainnya. Sehingga berpotensi merugikan kepentingan publik di Medco Energi.

Menurut Fuad, Bapepam lebih mengedapankan keterbukaan atau transparansi apalagi emiten atau perusahaan yang berbentuk perusahaan.

"Jual beli para pihak bukan urusan kita. Kalau ada indikasi persaingan usaha itu urusan KPPU," ujar Fuad.

Seperti diketahui, Medco Energi dan MIRA menandatangani kesepakatan jual beli Apexindo dengan harga Rp2.450 per saham. MIRA akan membeli 80,6 persen saham Apexindo dengan nilai total Rp5,16 triliun. Saham itu terdiri dari 1,28 miliar saham (48,87 persen) Apexindo milik Medco dan 835 juta saham (31,7 persen) milik Encore. Proses akuisisi Apexindo oleh MIRA mulai dicermati oleh KPPU. (Arif Sinaga/Trijaya/rhs)

Ditjen Pajak akan periksa Mitra Rajasa

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Mitra Rajasa Tbk akan diperiksa Ditjen Pajak pekan ini terkait dengan laporan keuangan perseroan dan kemampuan emiten itu mengakuisisi PT Apexindo Pratama Duta Tbk senilai Rp5,19 triliun.

Pemeriksaan Ditjen Pajak kepada Mitra Rajasa itu seiring dengan rencana pemeriksaan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kepada emiten ini.

"Tampaknya begitu. Namun yang pasti, kami akan menyampaikan bahwa pendanaan itu berasal dari utang dan selama ini kami taat pajak," ujar Komisaris Utama Mitra Rajasa Tito Sulistio setelah melaporkan detail penawaran tender ke Bapepam-LK, kepada Bisnis, kemarin.

Dia mengatakan guna pembiayaan itu dalam dua pekan Mitra Rajasa akan memfinalisasi seleksi atas tiga mitra strategis.

Mitra strategis yang akan digandeng dalam pembentukan anak perusahaan Sabre Systems International Pte Ltd dengan pendanaan berkisar Rp2,6 triliun guna mengambil alih saham Apexindo.

Kinerja konsolidasi Mitra Rajasa triwulan I (Rp miliar)

2008 2007

Pendapatan 65,56 27,89

Beban langsung jasa (37,93) (23,73)

Laba kotor 27,62 4,15

Beban usaha (4,86) (1,96)

Laba usaha 22,76 2,18

Beban lain-lain-Bersih (6,3) (1,82)

Laba sebelum taksiran pajak

penghasilan 16,45 0,35

Taksiran pajak penghasilan

Pajak kini (0,155) -

Pajak tangguhan (0,225) (0,067)

Laba bersih 16,07 0,29

Sumber : Mitra Rajasa

Sabre Systems International adalah suatu perusahaan yang dimiliki Mitra Rajasa secara langsung ataupun tidak langsung sebesar 100% dan berkedudukan di Singapura.

"Anak perusahaan Sabre itu berkedudukan di Singapura juga. Kami akan memfinalisasi pada pekan depan atau paling lambat dua pekan ke depan. Ada fund manager, bank investasi, dan perusahaan migas yang akan kami finalisasi."

Dia menuturkan perseroan siap menggelar penawaran tender pada medio pertengahan Agustus hingga pertengahan September mendatang.

Tito mengatakan perseroan akan mematok harga penawaran tender pada posisi Rp2.450 atau sama dengan harga pembelian saham Apexindo.

"Harga itu sudah premium karena harga tertinggi selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman di surat kabar 2 Juni 2008 adalah Rp1.930. Itu mengacu Peraturan Penawaran Tender Bapepam-LK tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka dan Penawaran Tender," ujarnya.

Dia menuturkan guna pembiayaan sisa saham publik yang akan dibeli Mitra Rajasa, saat ini perseroan masih menunggu revisi peraturan penawaran tender Bapepam-LK yang akan difinalisasi dalam waktu dekat.

Meski demikian, perseroan mengaku siap dalam hal pembiayaan penawaran tender dan disokong oleh Goldman Sachs. "Yang jelas, kami didukung 100% oleh bank investasi terbaik. Kami juga melaporkan ke Bapepam-LK dari sisi finansial, hukum dan administrasi," ujarnya.

Dia menolak berkomentar terkait dengan laporan PT Pertamina (Persero) yang meminta penjelasan dari PT Medco Energi Internasional Tbk, penjual Apexindo, dan mempertanyakan kepada Bapepam-LK atas penjualan 80,6% saham Apexindo kepada Mitra Rajasa,

Namun, dia menampik kabar bahwa di balik penjualan Apexindo kepada Mitra Rajasa itu justru ada Medco Energi. "Kalau Medco ada di balik ini, tentunya bisa kami selesaikan dalam sepekan."

Harga saham Apexindo kemarin ditutup menurun 4,71% ke level Rp2.025 per saham dari hari sebelumnya Rp2.125. (sylviana.pravita@bisnis.co.id)

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.

Bisnis Indonesia

Medco Belum Laporkan Penjualan Apexindo

Jurnal Nasional --- BADAN Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyatakan belum menerima laporan resmi dari PT Medco Energi International Tbk atas penjualan 80,6 persen saham anak usahanya, PT Apexindo Duta Pratama Tbk sampai Senin 16 Juni kemarin. Padahal, sesuai aturan pemegang otoritas pasar modal itu, Medco mestinya harus langsung menyerahkan hasil transaksi setelah proses akuisisi berakhir pada pekan lalu.

Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam-LK, Nurhaida mengatakan, hingga kemarin pihaknya belum mendapat laporan dari Medco soal hasil transaksi penjualan Apexindo ke PT Mitra Rajasa Tbk. Karena itu, dia belum bisa memastikan, apakah Medco telah menyalahi aturan atau tidak dalam proses penjualan anak usahanya tersebut.

"Laporannya belum diserahkan. Dokumen transaksi materialnya kami juga belum terima. Jadi Bapepam tak bisa memberi tanggapan atas kemungkinan Medco melakukan transaksi yang menyalahi aturan," kata Nurhaida di Jakarta, Selasa (16/6).

Menurut dia, Medco seharusnya segera menyerahkan dokumen transaksi tersebut, terutama terkait besaran harga akuisisi, dan perubahan kegiatan usaha pasca akuisisi. Aturan ini sesuai keputusan Ketua Bapepam-LK Kep-02/PM/2001, nomor IXE2 tentang transaksi material. Karenanya, wajib bagi Medco melaporkan semua transaksi materialnya.

Tapi, kata Nurhaida, terhitung sejak pelepasan 80,6 persen saham Apexindo pekan lalu, maka perusahaan milikArifin Panigoro ini masih memiliki batas waktu penyerahan dokumen transaksi sampai dua pekan ke depan. "Kami masih tunggu."

Sementara itu hingga kemarin Bapepam-LK masih menelaah dokumen transaksi PT Mitra Rajasa Tbk, sebagai pengendali baru saham Apexindo.

Nurhaida menyatakan, perusahaan yang selama ini bergerak di sektor transportasi tersebut, sudah melaporkan dokumen terkait transaksi materialnya. "Masih kami kaji, termasuk besaran harga dan dana pinjaman yang digunakan untuk akuisisi," katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, Medco dan Mitra Rajasa sudah menandatangani kesepakatan jual beli Apexindo dengan harga Rp2.450 per saham, atau lebih tinggi dari harga penutupan pada 9 Juni 2008 lalu di level Rp2.200 per saham.

Komposisi kepemilikan saham di Apexindo sebelum Mitra Rajasa masuk terdiri dari Medco 48,9 persen dan Encore International 51,1 persen. Total saham yang beradar di Apexindo sendiri mencapai 2,64 miliar, terdiri dari saham Medco sebanyak 1.287.045.106 lembar dan Encore 835 juta.

Selama ini, Apexindo merupakan salah satu pemain utama di bisnis penyewaan jasa pengeboran minyak (rig).

Medco sebenarnya telah beberapa kali menawarkan saham Apexindo ke investor asing. Namun, akhirnya Mitra Rajasa berhasil mengalahkan sejumlah peminat Apexindo. Setidaknya, terdapat empat pihak yang telah menawar Apexindo antara lain Abacus Capital, Recapital Adviory, Texas Pacific Group, dan Bormindo Nusantara.

Keberhasilan Mitra Rajasa tersebut mengejutkan banyak pihak, termasuk PT Pertamina. Sebab, Mitra Rajasa selama ini hanya fokus bergerak ke sektor jasa transportasi, bukan pemain bisnis minyak dan gas (Migas).

by : Turyanto

Tuesday, June 17, 2008

Pertamina persoalkan penjualan Apexindo

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Pertamina segera meminta penjelasan dari PT Medco Energi Internasional Tbk dan mempertanyakan kepada Bapepam-LK atas penjualan 80,6% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk kepada PT Mitra Rajasa Tbk.

Direktur Keuangan Pertamina Ferederick ST Siahaan mengatakan dalam proses penjualan Apexindo, Pertamina menawar harga saham perusahaan pengeboran itu dengan harga tinggi.

Namun, Pertamina hingga kini belum memperoleh pemberitahuan resmi tentang transaksi tersebut dari pemegang saham Apexindo, yakni PT Medco Energi Internasional Tbk dan Encore International Ltd.

"Sebagai penyedia jasa pengeboran, bisnis ini akan mendorong bisnis inti dari perusahaan," ujarnya di sela-sela rapat dengar pendapat antara Komisi VII DPR dan Pertamina, kemarin.

Medco, Encore, dan Mitra Rajasa menandatangani kesepakatan jual beli saham Apexindo dengan PT Mitra Rajasa Tbk pada harga Rp2.450 per saham pada 9 Juni.

Mitra berkomitmen untuk membeli 80,6% saham perusahaan pengeboran itu di level Rp2.450 per saham atau senilai total Rp5,16 triliun. Harga divestasi Rp2.450 per saham itu premium 11,36% dibandingkan dengan harga penutupan saham Apexindo kemarin Rp2.200.

Namun, harga jual Apexindo itu hanya premium Rp50 per saham atau 2,08% dibandingkan dengan harga beli saham Apexindo oleh Encore International Ltd dari dua pemegang saham sebelumnya Rp2.400.

Biasanya, penjualan saham dalam jumlah gelondongan dihargai premium dibandingkan dengan harga pasar. Itu wajar terjadi mengingat pembeli saham dalam jumlah besar memperoleh berbagai macam hak seperti menempatkan orang di perusahaan yang dibeli.

Norico Gaman, Kepala Riset BNI Securities, mengatakan pada umumnya pembeli lebih dari 50% saham bisa memberikan harga premium 15%-30% dari harga pasar, kecuali ada transaksi yang sesuai dengan kesepakatan dan ada sesuatu yang disembunyikan, sehingga nilai premiumnya tidak maksimal.

Menurut dia, kondisi Mitra Rajasa kini belum memungkinkan untuk membeli saham Apexindo kecuali ada pihak ketiga yang bersedia mendanai transaksi itu.

"Siapa di balik penopang pembiayaan Mitra Rajasa harus ditelusuri. Apakah pemberi dana itu terkait dengan Medco dan Encore, sehingga penjual bersedia melepas saham Apexindo dengan harga yang tidak terlalu tinggi?" tuturnya.

Harga saham Apexindo kemarin ditutup menurun ke posisi Rp2.125 per saham dari penutupan hari sebelumnya Rp2.175.

Harga Rp2.600

Belum lama ini, sumber Bisnis mengungkapkan Northern Offshore Drilling, sebuah perusahaan milik konglomerat asal Norwegia, menawar saham Apexindo senilai Rp2.600 per saham atau total US$731 juta melalui pembayaran tunai.

Pertamina juga dikabarkan menawar Apexindo pada kisaran harga yang sama.

Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam-LK Nuraida mengatakan hingga kemarin Medco belum menyerahkan laporan atas divestasi Apexindo.

"Segera setelah laporan itu masuk, kami akan menilai wajar atau tidaknya transaksi ini karena tergolong material."

Mengenai wajar atau tidaknya divestasi anak perusahaan Medco tersebut, Bapepam-LK akan meminta penilai independen untuk menilai kewajaran transaksi tersebut.

Komisaris Utama Medco Hilmi Panigoro dan Komisaris Utama Mitra Rajasa Tito Sulistio enggan berkomentar terkait dengan hal itu.

Presiden Direktur Apexindo Hertriono Kartowisastro mengatakan pihaknya tidak dilibatkan dalam transaksi tersebut. (diena.lestari@bisnis.co.id/sylviana.pravita@bisnis.co.id/wisnu.wijaya@bisnis.co.id)

Oleh Diena Lestari, Sylviana Pravita R.K.N., & Wisnu Wijaya

Bisnis Indonesia

Medco Belum Laporkan Penjualan Apexindo

JAKARTA, okezone.com - Bapepam-LK mengakui Senin 16 Juni kemarin, PT Medco Energi International Tbk, belum melaporkan transaksi penjualan 80,57 persen saham anak usahanya PT Apexindo Duta Pratama Tbk.

Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam-LK Nurhaida mengatakan, bahwa PT Medco Energi International Tbk belum melaporkan transaksi penjualan anak usahanya, PT Apexindo Duta Pratama Tbk kepada Bapepam-LK.

"Medco belum menyerakan dokumen transaksi materialnya ke Bapepam, jadi kita belum bisa memberi tanggapan atas kemungkinan mereka melakukan transaksi yang menyalahi aturan," paparnya di Jakarta Selasa (16/6/2008).

Nurhaida mengatakan, Medco seharusnya segera menyerahkan dokumen transaksinya terutama terkait besaran harga akuisisi, dan perubahan kegiatan usahanya pasca akuisisi. Sesuai keputusan Ketua Bapepam-LK Kep-02/PM/2001, nomor IXE2 tentang transaksi material, maka Medco wajib melaporkan transaksi materialnya. Terhitung sejak pelepasan 80,57 persen saham Apexindo pekan lalu, maka Medco masih memiliki waktu penyerahan dokumen transaksinya hingga dua pekan mendatang.

Sementara itu hingga kemarin Bapepam-LK masih menelaah dokumen transaksi PT Mitra Rajasa Tbk, sebagai pengendali baru saham Apexindo.

"Mitra Rajasa (MIRA) sudah menyampaikan dokumen mengenai transaksi materialnya, dan masih kita telaah. Yang ditelaah termasuk besaran harga dan dana pinjaman yang digunakan untuk akuisisi," imbuhnya.

Seperti diketahui, PT Medco Energi Internasional Tbk dan MIRA menandatangani kesepakatan jual beli Apexindo dengan harga Rp2.450 per saham. (Setiawan Ananto/Sindo/rhs)

Pertamina Pertanyakan Penjualan Saham Apexindo

JAKARTA, Investor Daily --- PT Pertamina mempertanyakan penjualan saham mayoritas PT Apexindo Pratama Duta Tbk kepada PT Mitra Rajasa Tbk. Sebab, BUMN tersebut menghargai saham Apexindo lebih tinggi dari penawaran Mitra Rajasa.

“Kami secepatnya mengirim surat kepada pemegang saham PT Medco Energi International Tbk dan Bapepam-LK untuk meminta penjelasan. Karena kami belum menerima pemberitahuan resmi mengenai transaksi itu,” kata Direktur Keuangan Pertamina Frederick Siahaan di sela rapat dengar pendapat Pertamina dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (16/6).

Berdasarkan surat Presiden Direktur Medco Energi Internasional Damoyo Doyoatmoarmoyo kepada Dirut Pertamina Ari H Soemarno pada 11 Juni 2008, perseroan menolak penawaran Pertamina untuk mengakuisisi 48,9% saham Apexindo. “Setelah berdiskusi internal tentang proses divestasi Apexindo, kami akhirnya memutuskan untuk tidak memproses penawaran Pertamina,” kata dia.

Frederick mengatakan, perseroan sangat tertarik untuk membeli saham Apexindo dari Medco Energi sebagai pemegang saham mayoritas. Alasannya, Apexindo merupakan perusahaan yang fokus pada penyediaan jasa pengeboran.

Ia juga menyayangkan, pemenang tender saham Apexindo justru perusahaan yang bukan bergerak pada sektor migas. Tapi, Frederick enggan menyebutkan harga penawaran yang diajukan oleh Pertamina kepada Medco Energi. “Pokoknya lebih besar dari Mitra Rajasa,” ujar dia.

Medco Energi menandatangani perjanjian jual beli saham Apexindo kepada Mitra Rajasa untuk menjual 48,72% saham, termasuk milik Encore International, pada harga Rp 2.450. Nilai akuisisi mencapai Rp 5,19 triliun. Padahal, Northern Offshore Drilling milik konglomerat John Frederiksen menawar seharga Rp 2.600 atau US$ 713 juta. Tapi, Medco Energi dan Encore yang juga dimiliki keluarga Arifin Panigoro lebih memilih Mitra Rajasa.

Sumber lain mengatakan, Prajogo Pangestu dan Goldman Sachs diduga ikut dalam akuisisi itu. Prajogo telah menyetor senilai US$ 100 juta dan Goldman US$ 175 juta.

Mitra Rajasa akan membayar pengalihan saham ini secara tunai sebesar US$ 272,71 juta. Sedangkan senilai US$ 68,18 juta bakal dibayar melalui guaranteed secured bonds yang diterbitkan anak usahanya, Sabre Systems International Pte.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada regulator pasar modal, transaksi ini merupakan material sesuai aturan Bapepam IX.E.2. Karena nilai transaksi melebihi 10% dari pendapatan Medco Energi dan melebihi 20% dari ekuitas perseroan.

Tunggu RUPS

Manajemen Medco mengatakan, transaksi ini baru dapat diselesaikan bila beberapa kondisi dalam perjanjian terpenuhi dan telah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) akhir bulan ini.

Sejumlah investor publik menyesalkan pelepasan saham Apexindo, karena ada peserta tender lain yang mengajukan harga yang lebih tinggi daripada Mitra Rajasa.

Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany menilai, harga penjualan saham Apexindo bukan merupakan wewenangnya. Pasalnya, otoritas pasar modal tidak berhak terlibat dalam kegiatan operasional, termasuk larangan jual beli saham. Pemegang saham dapat mengajukan keberatan atas transaksi itu melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Bahkan, mereka dapat menuntut para pemegang saham Medco Energi kepada pengadilan. (pya/kp)

Oleh Parluhutan Situmorang dan Heriyono

Pertamina Pertanyakan Akuisisi Apexindo

JAKARTA, Republika -- PT Pertamina (Persero) akan mengirim surat ke PT Medco Energi Internasional Tbk mempertanyakan proses akuisisi saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk. Direktur Keuangan Pertamina, Frederick Siahaan mengatakan, pihaknya juga menembuskan surat tersebut ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

"Kami memang belum terima pemberitahuan secara resmi mengenai transaksi tersebut. Namun, kami akan kirim surat ke Medco dengan 'cc' (tembusan) ke Bapepam-LK," katanya sebelum rapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (16/6).

Menurut Frederick, pihaknya sangat berminat membeli anak perusahaan Medco yang bergerak dalam bidang jasa pengeboran tersebut, karena akan semakin mengembangkan bisnis Pertamina. Mengenai harga penawaran Pertamina atas saham Apexindo, Frederick menolak untuk memberikan nilainya. Namun, tidak mengelak ketika ditanya harga penawaran Pertamina lebih baik dari Mitra.

Selain Pertamina, perusahaan migas Norwegia, Northern Offshore Drilling, juga diketahui menawar saham Apexindo lebih tinggi dibandingkan Mitra yakni senilai Rp 2.600 per saham atau 731 juta dolar AS. Pada awal Juni lalu, Mitra dan Medco telah menandatangani kesepakatan jual beli Apexindo pada harga Rp 2.450 per saham. Dengan membeli 80,6 persen saham Apexindo maka Mitra mengeluarkan dana Rp 5,16 triliun. Namun, transaksi tersebut mengundang pro dan kontra karena selain dimenangi perusahaan yang menawar lebih rendah, juga Mitra bukanlah perusahaan yang bergerak dalam sektor migas. Mitra diketahui hanyalah perusahaan jasa angkutan. Bapepam-LK telah menyatakan akan memeriksa transaksi akuisisi tersebut.

(ant/dia )

Pertamina Surati Medco Soal Apexindo

Jurnal Nasional --- Pengambilalihan Apexindo sebagai langkah ekspansi usaha PT PERTAMINA (Persero) akan mengirimkan surat ke PT Medco Energi Internasional Tbk, untuk meminta kejelasan soal penjualan 80,6 persen saham anak usaha Medco, PT Apexindo Pratama Duta Tbk kepada PT Mitra Rajasa Tbk. Langkah itu diambil, karena Pertamina dikabarkan menawar saham Apexindo dengan harga lebih tinggi, tapi tanpa diduga, Medco justru menjual ke Mitra Rajasa.

Direktur Keuangan PT Pertamina, Frederick Siahaan menyatakan, Pertamina merupakan salah satu pihak yang turut menanyakan, mengapa Apexindo bisa jatuh ke Mitra Rajasa, perusahaan yang selama ini bergerak di sektor transportasi.

Pertamina sebenarnya begitu berminat memiliki Apexindo. Sebab, anak usaha Medco ini fokus bergerak di sektor jasa pengeboran minyak (rig). Jika berhasil diakuisi Pertamina, berpotensi ikut mendulang bisnis perseroan.

"Tapi, tanpa kami tahu malah sudah dimiliki Mitra Rajasa. Memang kami belum terima pemberitahuan secara resmi mengenai transaksi ini. Kami akan kirim surat ke Medco dengan ditembuskan ke Bapepam-LK," kata Frederick di sela-sela rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (16/6).

Padahal sebelumnya Pertamina telah menawar Apexindo. Namun, apa daya perusahaan milik Arifin Panigoro ini tetap jatuh ke tangan Mitra yang justru sama sekali tak bergerak di bidang minyak dan gas (migas).

Saat ditanya, apakah penawaran Pertamina lebih tinggi ketimbang Mitra Rajasa, Frederick hanya tersenyum dan mengangguk, tanpa menyebut angka penawaran pasti dari Pertamina. "Bisa lebih tinggi."

Sebelumnya, Mitra Rajasa berhasil memiliki saham PT Medco Energi Internasional Tbk sebanyak 1.287.045.106 lembar saham dan milik Encore 835 juta saham. Total saham yang beredar di Apexindo mencapai 2,64 miliar hingga dengan pembelian itu Mitra Rajasa secara pasti menguasai 80,6 persen saham perusahaan ini.

Mitra Rajasa membeli saham Apexindo seharga Rp2.450 per saham, atau lebih tinggi dari harga penutupan pada 9 Juni 2008 di level Rp2.200 per saham. Komposisi kepemilikan saham di Apexindo sebelum Mitra Rajasa masuk terdiri dari, Medco 48,9 persen dan Encore International 51,1 persen.

Selama ini, Apexindo merupakan salah satu pemain utama di bisnis penyewaan rig. Medco sebenarnya beberapa kali menawarkan saham Apexindo ke investor asing. Akhirnya Mitra Rajasa berhasil mengalahkan sejumlah peminat Apexindo, termasuk Pertamina. Setidaknya, ada empat pihak yang menawar Apexindo antara lain Abacus

Capital, Recapital Adviory, Texas Pacific Group, dan Bormindo Nusantara.

Direktur Utama Apexindo, Hertiono Kartowisastro menyatakan, siapapun pemilik baru perusahaan ini, berharap dapat memberikan modal guna pengembangan usaha. "Kinerja kami sudah bagus. Kami ingin berkembang terus dengan bagus."

Menurut dia, sesuai arahan pemegang saham, Medco memang ingin melepas seluruh saham di Apexindo agar bisa lebih fokus di bisnis migas. Selain itu, Medco juga memerlukan tambahan modal guna mengembangkan bisnis perusahaan.

Direktur Utama Mitra Rajasa, Beni Prananto mengungkapkan, pengambilalihan Apexindo sebagai langkah ekspansi usaha. "Semua ini merupakan bagian mengembangkan usaha."

Menurut Beni, sebagai uang muka dalam pengambilalihan saham Apexindo ini, perusahaan menggunakan dana hasil right issue yang sebelumnya senilai Rp55 miliar. Mulanya, dana ini akan digunakan membangun floating production storage and offloading (FSPO).

Namun, dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan yang diadakan 30 April lalu, berhasil disetujui perubahaan penggunaan dana right issue untuk pembayaran uang muka pra-akuisisi saham Apexindo. Turyanto

----

Kutipan: Mitra Rajasa membeli saham Apexindo seharga Rp2.450 per saham, atau lebih tinggi dari harga penutupan pada 9 Juni 2008 di level Rp2.200 per saham