Monday, June 30, 2008

Harga jual Apexindo rugikan pemodal publik

JAKARTA, Bisnis Indonesia: Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyatakan pemodal publik kemungkinan besar dirugikan oleh transaksi penjualan saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk kepada PT Mitra Rajasa Tbk karena harga divestasi itu terlalu rendah.

Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam-LK Nur Haida mengatakan menerima penjelasan secara lisan dari manajemen PT Medco Energi Internasional Tbk atas divestasi anak perusahaan Medco, Apexindo.

Meski otoritas pasar modal masih menunggu laporan tertulis dari Medco, tetapi dia mengingatkan mekanisme akuisisi perusahaan terbuka seharusnya melalui lelang terbuka.

"Kami tetap menunggu laporan resmi secara tertulis. Kami akan menilai harga itu. Apabila di bawah harga wajar, kami akan mempertanyakan hal itu kepada Medco. Pada dasarnya harga akuisisi itu tidak boleh merugikan investor publik," tuturnya akhir pekan lalu.

Bapepam-LK hingga saat ini mengaku belum menerima laporan tertulis tentang divestasi anak perusahaan Medco tersebut, meski pada 9 Juni 2008 Medco telah memenangkan Mitra dalam tender penjualan saham Apexindo.

Perusahaan yang dikendalikan oleh keluarga Panigoro itu sepakat dengan Mitra untuk bertransaksi jual beli saham Apexindo pada harga Rp2.450 per saham.

PT Pertamina menawar saham Apexindo dengan kisaran harga teratas Rp2.625 per saham atau 7,14% lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual Apexindo kepada Mitra Rajasa.

Harga saham emiten berkode APEX itu ditutup pada level Rp2.150 pada Jumat pekan lalu, melonjak 10,26% dibandingkan dengan harga penutupan saham sebelumnya.

Pada 28 Juni 2008, Mitra Rajasa mengumumkan bahwa berdasarkan Peraturan No. IX. H. 1 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka dan No. IX. F. 1 tentang Penawaran Tender emiten berkode MIRA ini wajib menggelar penawaran tender atas saham publik Apexindo.

Patok harga

Komisaris Utama Mitra Rajasa Tito Sulistio mengatakan perseroan akan mematok harga penawaran tender pada level Rp2.450 atau sama dengan harga pembelian 2,12 miliar saham Apexindo.

"Harga itu termasuk premium karena harga tertinggi selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman adalah Rp1.930. Soal kami yang berhasil mengakuisisi Apexindo, saya mau bilang apa, bagi Medco kami adalah yang terbaik."

Saham Apexindo yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 26 Juni lalu adalah 2,64 miliar. Setelah dikurangi 2,12 miliar saham Medco dan Encore Limited, saham publik yang dapat diserap melalui penawaran tender adalah 524 juta saham.

Apabila mengacu pada patokan Rp2.450 per saham, total kebutuhan dana guna menyerap seluruh saham publik dalam penawaran tender itu Rp1,28 triliun.

Perseroan, lanjutnya, melalui Sabre Systems International Pte Ltd (SSI) atau anak perusahaan yang dibentuk SSI, yaitu perusahaan induk yang akan disokong melalui pinjaman yang diatur oleh Goldman Sach untuk mendanai penawaran tender.

Harga saham Mitra Rajasa ditutup pada level Rp740 atau naik 4,23% dibandingkan dengan penutupan perdagangan hari sebelumnya. Apabila mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar Mitra Rajasa mencapai Rp2,02 triliun. (sylviana.pravita@bisnis.co.id)

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.

Bisnis Indonesia

Thursday, June 26, 2008

Mitra Rajasa cari US$450 juta untuk membeli rig baru Apexindo, Pertamina merasa diperlakukan tak adil

JAKARTA, Bisnis Indonesia: BUMN migas terbesar di Indonesia PT Pertamina merasa diperlakukan tidak adil oleh PT Medco Energi Internasional Tbk dalam tender divestasi 80,6% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk.

Dirut Pertamina Ari H. Soemarno mengungkapkan keberatannya atas perlakukan itu seusai bertemu dengan Komisi VII DPR kemarin.

"Kami merasa diperlakukan tidak fair, padahal kami mengajukan surat penawaran kepada Medco, tetapi tidak memperoleh panggilan," ujarnya.

Menurut dia, Pertamina merasa harga penawarannya hanya menjadi pembanding dari penawaran yang diajukan oleh PT Mitra Rajasa Tbk. "Setelah tidak ada panggilan, tiba-tiba saja diputuskan pemenangnya."

Pertamina, tuturnya, siap mengikuti kembali tender divestasi saham Apexindo jika proses itu nantinya diulang, mengingat emiten pengeboran migas itu mempunyai nilai strategis untuk Pertamina.

Medco memenangkan Mitra dalam tender penjualan saham Apexindo. Perusahaan yang dikendalikan oleh keluarga Panigoro itu sepakat dengan Mitra untuk bertransaksi jual beli saham Apexindo pada harga Rp2.450 per saham.

Pertamina menawar saham Apexindo dengan kisaran harga teratas Rp2.626 per saham, 7,14% lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual Apexindo kepada Mitra Rajasa.

Mitra berencana mencari pendanaan senilai US$450 juta atau setara dengan Rp4,18 triliun guna pembelian dua rig baru bagi Apexindo.

Menurut Komisaris Utama Mitra Tito Sulistio, perseroan optimistis dapat meraih pinjaman baru guna memenuhi kebutuhan pendanaan bagi pengembangan perusahaan yang diakuisisi Mitra Rajasa senilai Rp5,19 triliun itu.

"Kami memikirkan perkembangan perusahaan dan yakin bila kami memiliki visi pengembangan yang bagus, banyak yang tertarik untuk membiayai," ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini.

Dia mengatakan perseroan meyakini Apexindo dapat tumbuh signifikan terkait dengan adanya kekuatan keahlian yang dimiliki Apexindo di bidang migas.

Maka, lanjutnya, pengendali perseroan yang baru berencana tidak mengubah susunan direksi di Apexindo.

Namun, Mitra Rajasa akan menempatkan tambahan direksi dan komisaris di Apexindo.

Harga saham emiten berkode APEX ini ditutup di level Rp1.930, menurun 1,03% dibandingkan dengan harga penutupan hari sebelumnya. Apabila mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar Apexindo mencapai Rp5,1 triliun. (diena.lestari @bisnis.co.id/sylviana.pravita@bisnis. co.id)

Oleh Sylviana Pravita R.K.N & Diena Lestari

Bisnis Indonesia

Pertamina Anggap Transaksi Apexindo tidak Fair

JAKARTA, Republika -- PT Pertamina (Persero) menilai transaksi pembelian saham atau akuisisi PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA) terhadap PT Apexindo Pratama Duta Tbk tidak fair. Karena itu Pertamina masih menunggu penjelasan dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam - LK) atas transaksi tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Pertamina Ari Soemarno usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR-RI di Jakarta, Rabu (25/6). Menurut Ari perusahaannya sudah mengajukan penawaran namun tidak diajak berunding atas negosiasi pembelian Apexindo. ''Yang fair itu harusnya ada pembicaraan lisan. Apakah kita boleh menawar atau tidak. Kalau boleh, maka kita ajukan penawaran. Tapi begitu kita menawar tiba-tiba sudah diputuskan,'' papar dia.

Ari merasa, harga yang diajukan Pertamina hanya dijadikan pembanding saja. ''Kita minta Bapepam melihat ini. Karena ada masalah begini. Kita merasa diperlakukan tidak fair,'' tegasnya.

Saat ini Pertamina berharap, Bapepam-LK akan menetapkan supaya para pihak yang terlibat penjualan Apexindo untuk melakukan tender ulang. Ia menyatakan kalau sampai hal itu terjadi, maka Pertamina akan sangat tertarik untuk mengajukan penawaran lagi. ''Tapi terserah Bapepam, bukan otoritas kita. Kita tunggu saja jawaban dari Bapepam,'' tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Pertamina Frederick Siahaan mengatakan Pertamina sama sekali tidak mendapat pemberitahuan dari Medco Energi terkait transaksi MIRA dan Apexindo. Padahal, Pertamina sangat berkeinginan membeli anak perusahaan Medco yang bergerak dalam bidang jasa pengeboran tersebut. Pasalnya, keberadaan Apexindo akan sangat mendukung bisnis Pertamina. dia

Pertamina Minta Penjualan Saham Apexindo Ditender Ulang

JAKARTA Investor Daily -- PT Pertamina meminta penjelasan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) soal akuisisi 80,57% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) senilai Rp 5,19 triliun oleh PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA). Pertamina juga meminta penjualan saham Apexindo ditender ulang.

Menurut Direktur Utama PT Pertamina Ari H Soemarno, pihaknya merasa keberatan sekaligus mempertanyakan transaksi tersebut. Soalnya, Pertamina sudah mengajukan penawaran namun tidak diajak berunding dalam negosiasi pembelian Apexindo.

"Seharusnya yang fair adalah melakukan pembicaraan lisan. Apakah kami boleh menawar atau tidak. Kalau boleh, kami ajukan penawaran. Tapi begitu kami menawar, tiba-tiba sudah diputuskan," kata Ari di Jakarta, Rabu (25/6).

Dia menambahkan, dengan kejadian tersebut, berarti harga yang diajukan Pertamina hanya dijadikan pembanding. "Kami minta Bapepam melihat ini. Kami merasa diperlakukan tidak fair," tandasnya.

Ikut Lagi Penawaran

Pertamina, menurut Ari Soemarno, juga berharap Bapepam-LK menetapkan pihak-pihak yang terlibat penjualan saham Apexindo menggelar tender ulang. Jika itu terjadi, Pertamina siap mengajukan lagi penawaran. "Tapi terserah Bapepam, bukan otoritas kami. Kami tunggu saja jawaban dari Bapepam," paparnya.

PT Pertamina mengajukan penawaran harga Apexindo milik PT Medco Energi International Tbk dan Encore International Pte Ltd hingga Rp 2.625 per lembar. Angka itu tertinggi dari semua peserta.

Dalam surat yang dikirim kepada Dirut Medco Energi Internasional Darmoyo Doyoatmojo pada 17 Juni 2008, Dirut Pertamina Ari Soemarno menjelaskan, Pertamina menghargai 100% saham Apexindo US$ 650-750 juta. Itu berarti, nilai pembelian 80,57% saham Apexindo mencapai US$ 604,28 juta atau setara Rp 5,58 triliun.

“Jika Pertamina terpilih sebagai pemenang, kami siap membayar tunai dalam 60 hari setelah jual beli ditandatangani,” kata Ari Soermarno dalam suratnya.

Selain Pertamina, Northern Offshore Drilling menghargai 100% saham Apexindo US$ 731 juta atau seharga Rp 2.600 per lembar. Kendati Pertamina dan Northern Offshore mengajukan penawaran lebih tinggi, pemegang saham Medco dan Encore International yang dimiliki keluarga Arifin Panigoro tetap memilih Mitra Rajasa sebagai pemenang.

Padahal, Mitra Rajasa menghargai Rp 5,19 triliun pada harga Rp 2.450 atau 20% dari nilai ekuitas perusahaan penyedia jasa rig tersebut. Kedua pihak meneken jual beli saham Apexindo pada 9 Juni 2008.

Menurut Dirut Medco Energi Internasional Darmoyo Doyoatmojo, keputusan perseroan melepas perusahaan jasa pertambangan minyak dan gas bumi itu sudah dipertimbangkan secara matang.

“Banyak yang mengajukan penawaran dengan harga dan persyaratan berbeda. Tapi kami memilih Mitra Rajasa karena tidak ada persyaratan, meskipun harga yang ditawarkan Rp 2.450 per lembar,” tutur Darmoyo kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Dia menegaskan, perseroan tidak semata-mata mempertimbangkan harga, melainkan kemudahan dan kecepatan dalam transaksi. “Kami sudah berpengalaman dalam proses tender tahun lalu. Saat itu, hampir semua peserta mengajukan penawar harga tertinggi, tapi ternyata dananya tidak siap,” ujarnya.

Oleh Happy Amanda Amalia

Pertamina Masih Inginkan Apexindo

Jurnal Nasional --- Pertamina merupakan penawar potensial yang memiliki minat tinggi mengakuisisi Apexindo. MEDCO Energi International sebagai induk perusahaan PT Apexindo Pratama Duta Tbk telah menandatangani kesepakatan jual beli 80,6 persen sahamnya kepada PT Mitra Rajasa Tbk. Meski demikian, PT Pertamina masih berharap dapat mengakuisisi Apexindo. "Kalau tender diulang kami siap mengajukan penawaran lagi," kata Direktur Utama (Dirut) Pertamina Ari Soemarno usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu (25/6).

Pertamina telah melayangkan surat ke Medco yang mempertanyakan proses transaksi saham Apexindo tersebut pada 17 Juni lalu. Surat satu halaman itu juga ditembuskan kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Ahmad Fuad Rahmany dan Dirut PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah.

Menurutnya, langkah itu diambil karena Pertamina menawar saham Apexindo dengan harga lebih tinggi, yakni Rp2.625 per saham. Tapi tanpa diduga, Medco justru menjual ke Mitra yang menawar Rp2.450 per saham. Apalagi, Mitra tak pernah berkecimpung di sektor minyak bumi dan gas. Mitra selama ini bergerak di sektor transportasi. "Jadi surat dikirimkan karena kami merasa diperlakukan tidak fair ," kata Ari.

Dia menjelaskan, sebenarnya Pertamina sudah mengadakan pembicaraan lisan terlebih dahulu dengan Medco terkait kemungkinan membeli Apexindo. Karena diperbolehkan, Pertamina pun mengajukan penawaran. Pertamina sangat berminat mengakuisisi Apexindo karena anak perusahaan Medco ini fokus bergerak di bidang jasa pengeboran minyak (rig). Jika berhasil diakuisisi Pertamina, Apexindo berpotensi ikut mendulang bisnis perseroan. "Namun, jangankan dipilih. Dipanggil pun tidak. Seolah-oleh penawaran kami hanya sebagai pembanding," katanya.

Karena itu, dia berharap Bapepam dapat melihat kejanggalan dalam transaksi ini. Pertamina menyerahkan sepenuhnya apakah ada kesalahan prosedur. "Kami masih tunggu keputusan Bapepam," katanya.

Sebelumnya, kesiapan Pertamina mengakuisisi saham Apexindo tertuang dalam surat Dirut Pertamina Ari Soemarno, bernomor 841/C0000/2008-80 tertanggal 17 Juni 2008, kepada Dirut PT Medco Energi International Tbk Darmoyo Doyoatmojo.

Ari mengatakan, Pertamina merupakan penawar potensial yang memiliki minat tinggi mengakuisisi Apexindo. "Kami juga berasumsi bahwa Pertamina telah memberikan penawaran proposal secara komprehensif dan kompetitif," kata Ari dalam suratnya.

Pertamina berpendapat bahwa harga pembelian Apexindo berkisar antara US$650-750 juta untuk 100 persen saham. Ari juga menilai, nilai modal Apexindo seharusnya tidak berada di bawah US$700 juta untuk 100 persen saham. Demikian pula, harga per saham tidak boleh di bawah Rp2.459 dengan kurs Rp9.245 per dolar AS.

Hal lain yang tercantum dalam surat tersebut adalah kesanggupan Pertamina memenuhi pembayaran secara tunai atas akuisisi 80,6 persen saham Apexindo tersebut dalam jangka waktu 60 hari (dua bulan) setelah diserahkan secara eksklusif ke Pertamina. "Kami percaya bahwa penawaran di atas akan menguntungkan Anda (Medco) dan berharap dapat segera dimaterialkan dalam transaksi," katanya.

by : Adhitya Cahya Utama

Tuesday, June 24, 2008

Pertamina Siap Bayar Tunai Akuisisi Apexindo

JAKARTA, Republika -- Pertamina sangat berminat untuk mengakuisisi PT Apexindo Pratama Duta Tbk. Bentuk keseriusan badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang pertambangan ini antara lain ditunjukan dengan mengajukan tawaran yang tinggi ke Apexindo.

PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapannya mengajukan penawaran harga penjualan 80,6 persen saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk dengan harga maksimal Rp 2.625 per saham atau lebih tinggi dari harga jual kepada PT Mitra Rajasa Tbk sebesar Rp 2.450 per saham.

Kesiapan Pertamina mengakuisisi saham Apexindo tertuang dalam surat Dirut Pertamina Ari Soemarno, bernomor 841/C0000/2008-80 tertanggal 17 Juni 2008, kepada Dirut PT Medco Energi International Tbk Darmoyo Doyoatmojo.

Diketahui pada 9 Juni 2008, Mitra dan Medco Energi International sebagai induk perusahaan Apexindo menandatangani kesepakatan jual beli Apexindo pada harga hanya Rp 2.450 per saham. Dalam surat satu halaman yang ditembuskan kepada Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany dan Dirut PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah itu, Ari Soemarno menyatakan, Pertamina merupakan penawar potensial yang memiliki minat tinggi mengakuisisi Apexindo. "Kami juga berasumsi bahwa Pertamina telah memberikan penawaran proposal secara komprehensif dan kompetitif," sebut Ari dalam surat yang dokumennya diterima Antara, Ahad.

Pertamina berpendapat bahwa harga pembelian Apexindo berkisar antara 650-750 juta dolar AS untuk 100 persen saham. Ari juga menilai, nilai modal Apexindo seharusnya tidak berada di bawah 700 juta dolar AS untuk 100 persen saham. Demikian pula, harga per saham tidak boleh di bawah Rp 2.459 dengan kurs Rp 9.245 per dolar AS.

Hal lain yang tercantum dalam surat tersebut adalah kesanggupan Pertamina memenuhi pembayaran secara tunai atas akuisisi 80,6 persen saham Apexindo tersebut dalam jangka waktu 60 hari (dua bulan) setelah diserahkan secara eksklusif ke Pertamina. "Kami percaya bahwa penawaran di atas akan menguntungkan Anda (Medco) dan berharap dapat segera dimaterialkan dalam transaksi," tulis Ari.

Sebelumnya Direktur Keuangan Pertamina Frederick Siahaan mengatakan, Pertamina akan melayangkan surat ke Medco yang mempertanyakan proses transaksi saham Apexindo tersebut. Menurut Frederick, Pertamina sangat berminat mengakuisisi Apexindo karena perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengeboran itu akan sejalan dengan pengembangan bisnis Pertamina.

Untuk menjawab pertanyaan atas penandatanganan perjanjian transaksi jual beli antara Apexindo dan Mitra Rajasa tersebut, Medco Energi telah melayangkan surat pada 9 Juni 2008 yang ditujukan ke Bapepam-LK dan BEI. Surat bernomor MEI-159/Dir-DD/VI/08 yang ditandatangani Dirut Medco Darmoyo Doyoatmojo ini merupakan laporan atas keterbukaan informasi yang harus segera diumumkan kepada publik dan perturan BEI.

Sejumlah kalangan mempertanyakan transaksi akuisisi saham Apexindo oleh Mitra tersebut, selain karena harga penawaran yang lebih rendah, Mitra juga bukan perusahaan yang bergerak pada sektor migas. Analis PT Sinarmas Sekuritas Alfiansyah mengatakan, Bapepam-LK perlu melakukan pemeriksaan mendalam atas transaksi tersebut demi menghindari kerugian investor publik di pasar modal. "Pemeriksaan bisa saja terkait dengan kejanggalan sumber pendanaan akuisisi tersebut, atau hal lainnya sehingga ada unsur transparansi atau keterbukaan kepada publik," katanya. ant/dia

Monday, June 23, 2008

Pertamina Siap Akuisisi Apexindo

Jakarta, Kompas --- PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapannya mengajukan penawaran harga penjualan 80,6 persen saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk dengan harga maksimal Rp 2.625 per saham atau lebih tinggi dari harga jual kepada PT Mitra Rajasa Tbk sebesar Rp 2.450 per saham. Kesiapan Pertamina mengakuisisi saham Apexindo tertuang dalam surat Dirut Pertamina Ari Soemarno tertanggal 17 Juni 2008 kepada Dirut PT Medco Energi International Tbk Darmoyo Doyoatmojo yang dokumennya diperoleh Antara News di Jakarta, Minggu kemarin. Pada 9 Juni 2008, Mitra dan Medco Energi International sebagai induk perusahaan Apexindo menandatangani kesepakatan jual beli Apexindo pada harga Rp 2.450 per saham. Ari menyatakan, Pertamina merupakan penawar potensial yang memiliki minat tinggi mengakuisisi Apexindo. ”Pertamina telah memberikan penawaran proposal secara komprehensif dan kompetitif,” ujar Ari.(antara/gun)

Pertamina tawar Apexindo Rp2.625 per saham

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Pertamina akhirnya membuka harga penawaran terhadap 80,6% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk. BUMN migas terbesar itu mengajukan harga maksimal Rp2.625 per saham.

Harga penawaran dari Pertamina itu 7,14% lebih tinggi dari kesepakatan harga jual saham emiten pengeboran migas itu kepada PT Mitra Rajasa Tbk senilai Rp2.450 per saham.

Terkait dengan adanya penawaran harga yang lebih tinggi itu, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) langsung berinisiatif memeriksa transaksi jual beli saham emiten pengeboran migas yang juga anak perusahaan PT Medco Energi Internasional Tbk.

Bapepam-LK akan memfokuskan pemeriksaan pada transaksi material saham Apexindo, sedangkan KPPU pekan ini mulai menggelar pengawasan (monitoring) hingga tiga bulan ke depan.

"Otoritas pasar modal akan menilai transaksi itu berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No. IX. E. 2 tentang Transaksi Material," ujar Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK M. Noor Rachman.

Kesiapan Pertamina mengakuisisi saham Apexindo itu tertuang dalam surat Dirut Pertamina Ari Soemarno bernomor 841/C0000/2008-80 tertanggal 17 Juni 2008 kepada Dirut PT Medco Energi International Tbk Darmoyo Doyoatmojo.

Minat tinggi

Dalam surat satu halaman yang ditembuskan kepada Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany dan Dirut PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah itu, Ari Soemarno menyatakan Pertamina merupakan penawar potensial yang memiliki minat tinggi mengakuisisi Apexindo.

"Kami juga berasumsi bahwa Pertamina memberikan penawaran proposal secara komprehensif dan kompetitif," ujar Ari dalam suratnya, seperti dikutip Antara.

Pertamina berpendapat bahwa harga pembelian Apexindo berkisar US$650 juta-US$750 juta untuk 100% saham.

"Sehingga, nilai modal Apexindo seharusnya tidak berada di bawah US$700 juta untuk 100% saham. Demikian pula, harga per saham tidak boleh di bawah Rp2.459 dengan kurs Rp9.245 per US$."

Hal lain yang tercantum dalam surat tersebut adalah kesanggupan Pertamina memenuhi pembayaran secara tunai atas akuisisi 80,6% saham Apexindo tersebut dalam jangka waktu 60 hari setelah diserahkan secara eksklusif ke Pertamina.

"Kami percaya bahwa penawaran di atas akan menguntungkan Anda [Medco] dan berharap dapat segera dimaterialkan dalam transaksi," kata Ari.

Komisaris Utama Mitra Rajasa Tito Sulistio tidak bersedia berkomentar terkait dengan penawaran dari Pertamina dan Northern Offshore Drilling yang harganya lebih tinggi. "Saya mau bilang apa, bagi Medco kami adalah yang terbaik."

Analis saham PT Optima Securities Ikhsan Binarto menilai harga saham yang ditawarkan Pertamina jelas lebih menarik dengan mekanisme pembayaran yang lebih cepat dan lebih mudah.

"Namun, bisa jadi lobby Pertamina kurang kepada Medco dan ke depan Medco bila membutuhkan rig akan lebih mudah bagi Medco berhubungan dengan Mitra Rajasa," ujarnya.

Anggota KPPU M. Iqbal mengatakan KPPU mulai mengumpulkan data dan mengundang pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan terkait dengan transaksi tersebut dan menilainya berdasarkan UU No. 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat.

"Kami berencana menggelar monitoring selama tiga bulan terhadap semua pihak terkait. Tim monitoring akan bekerja memanggil pihak terkait guna menilai apakah ada dugaan pelanggaran UU No.5/1999," ujarnya. (sylviana.pravita@bisnis.co.id)

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.

Bisnis Indonesia

Pertamina Tawar Saham Apexindo Rp 5,58 T

JAKARTA, Investor Daily --- PT Pertamina mengajukan penawaran harga PT Apexindo Duta Pratama Tbk (APEX) hingga Rp 2.625 per lembar, tertinggi dari semua peserta.

Nilai pembelian 80,57% saham Apexindo milik PT Medco Energi International Tbk dan Encore International Pte Ltd mencapai US$ 604,28 juta atau setara Rp 5,58 triliun (dengan kurs Rp 9.245).

Dalam suratnya kepada Dirut Medco Energi Internasional Darmoyo Doyoatmojo pada 17 Juni 2008, Presiden dan CEO Pertamina Ari R Soemarno mengatakan, BUMN migas itu menghargai 100% saham Apexindo sekitar US$ 650-750 juta. Itu berarti, nilai pembelian 80,57% saham Apexindo mencapai US$ 604,28 juta.

“Jika Pertamina terpilih sebagai pemenang, kami siap membayar tunai dalam 60 hari setelah jual beli ditandatangani,” kata Ari Soermarno dalam suratnya kepada Medco Energi.

Penawaran tersebut juga disampaikan kepada Chairman Encore International Hilmi Panigoro, Ketua Bapepam-LK A Fuad Rahmany, dan Dirut PT Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah.

Selain Pertamina, Northern Offshore Drilling juga menghargai 100% saham Apexindo US$ 731 juta seharga Rp 2.600 per lembar. Kalau perusahaan yang berbasis di Housten milik konglomerat John Frederiksen dari Norwegia ini membeli 80,57% saham Apexindo, nilainya mencapai US$ 588,96 juta atau setara Rp 5,45 triliun.

Kendati Pertamina dan Norwegia mengajukan penawaran lebih tinggi, pemegang saham Medco dan Encore International yang dimiliki keluarga Arifin Panigoro tetap memilih Mitra Rajasa sebagai pemenang. Padahal, Mitra Rajasa menghargai Rp 5,19 triliun pada harga Rp 2.450 atau 20% dari nilai ekuitas perusahaan penyedia jasa rig tersebut. Kedua pihak sudah menandatangani jual beli saham Apexindo pada 9 Juni 2008.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Pertamina Frederick Siahaan mengungkapkan, perseroan segera mengirimkan surat kepada Medco Energi dan Bapepam-LK guna mempertanyakan proses penjualan saham Apexindo.

“Kami belum menerima pemberitahuan secara resmi mengenai transaksi itu. Jadi, kami secepatnya kirim surat kepada Medco Energi dan otoritas pasar modal. Sebab, Pertamina sangat berminat membeli saham Apexindo guna mendukung pertumbuhan bisnis,” ungkap dia, belum lama ini.

Sumber Investor Daily pernah mengungkapkan, Prajogo Pangestu dan Goldman Sachs diduga ikut membeli saham Apexindo lewat Mitra Rajasa. Prajogo yang juga Komisaris Utama PT Barito Pacific Tbk telah menyetorkan dana sebesar US$ 100 juta, sedangkan Goldman US$ 175 juta.

Banyak Syarat

Sementara itu, Dirut Medco Energi Internasional Darmoyo Doyoatmojo mengatakan, jual beli 80,6% saham Apexindo bersifat rahasia. Namun, keputusan perseroan melepas perusahaan jasa pertambangan minyak dan gas bumi itu sudah dipertimbangkan secara matang.

“Banyak yang mengajukan penawaran dengan harga dan persyaratan yang berbeda. Tapi, kami memilih Mitra Rajasa, karena tidak ada persyaratan, meskipun harga yang ditawarkan Rp 2.450 per lembar,” tegas dia kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.

Oleh Jauhari Mahardhika dan Karidun Pardosi

Pertamina Tawar Tinggi Apexindo

Jurnal Nasional --- PT PERTAMINA (Persero) siap menawar harga penjualan 80,6 persen saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk, milik keluarga Panigoro, dengan harga maksimal Rp2.625 per saham, atau lebih tinggi dari harga jual kepada PT Mitra Rajasa Tbk, Rp2.450 per saham.

Kesiapan Pertamina mengakuisisi saham Apexindo itu, tertuang dalam surat Direktur Utama PT Pertamina, Ari H Soemarno, bernomor 841/C0000/2008-80 pada 17 Juni 2008. Surat Ari tersebut ditujukan langsung kepada Direktur Utama PT Medco Energi International Tbk, Darmoyo Doyoatmojo.

Dalam surat satu halaman yang ditembuskan kepada Ketua Bapepam-LK, Ahmad Fuad Rahmany dan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Erry Firmansyah, Ari menyatakan Pertamina penawar potensial yang memiliki minat tinggi mengakuisisi Apexindo. "Kami juga berasumsi Pertamina telah memberikan penawaran proposal secara komprehensif dan kompetitif," kata Ari Soemarno dalam suratnya.

Perseroan berpendapat harga pembelian Apexindo berkisar antara US$650-US$750 juta untuk 100 persen saham. Karena itu, nilai modal Apexindo seharusnya juga tak berada di bawah US$700 juta untuk 100 persen saham. "Harga per saham tak boleh di bawah Rp2.459 dengan kurs Rp9.245 per dolar AS."

Hal lain yang tercantum dalam surat ini adalah kesanggupan Pertamina memenuhi pembayaran secara tunai atas akuisisi 80,6 persen saham Apexindo dalam jangka waktu 60 hari (dua bulan), setelah diserahkan secara eksklusif ke Pertamina.

"Kami percaya penawaran di atas akan menguntungkan Anda (Medco) dan berharap dapat segera dimaterialkan dalam transaksi," tulis Ari.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Pertamina Frederick Siahaan mengatakan, Pertamina akan melayangkan surat ke Medco yang mempertanyakan proses transaksi saham Apexindo kepada PT Mitra Rajasa Tbk. Pada 9 Juni 2008, Mitra Rajasa dan Medco sudah meneken kesepakatan jual beli Apexindo pada harga Rp2.450 per saham.

Menurut Frederick, Pertamina sangat berminat mengakuisisi Apexindo karena perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengeboran itu akan sejalan dengan pengembangan bisnis Pertamina.

Atas penandatanganan perjanjian transaksi jual beli antara Apexindo dan Mitra Rajasa ini, Medco Energi telah melayangkan surat pada 9 Juni 2008 yang ditujukan ke Bapepam-LK dan BEI. Surat bernomor MEI-159/Dir-DD/VI/08 yang ditandatangani Dirut Medco Darmoyo Doyoatmojo ini merupakan laporan atas keterbukaan informasi yang harus segera diumumkan kepada publik dan perturan BEI.

Sejumlah kalangan mempertanyakan transaksi akuisisi saham Apexindo oleh Mitra ini. Selain harga penawaran lebih rendah, Mitra juga bukan perusahaan yang bergerak di sektor migas.

Analis PT Sinarmas Sekuritas Alfiansyah mengatakan, Bapepam-LK perlu memeriksa mendalam atas transaksi ini demi menghindari kerugian investor publik di pasar modal.

"Pemeriksaan bisa saja terkait dengan kejanggalan sumber pendanaan akuisisi tersebut, atau hal lain hingga ada unsur transparansi atau keterbukaan kepada publik," ucap dia.

Selain dorongan agar ada investigasi oleh Bapepam-LK terkait wajar atau tidaknya transaksi tersebut, pihak terkait lainnya yang harus turun tangan adalah Ditjen Pajak dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Peran Ditjen Pajak adalah memeriksa laporan keuangan Mitra Rajasa dan kemampuan keuangan emiten yang bergerak pada jasa transportasi darat ini. KPPU memeriksa sisi transaksi akuisisinya, apakah melanggar UU No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat. "KPPU akan mengamati proses akuisisi itu. Monitoring atau pemeriksaan bisa dilakukan atas inisiatif sendiri maupun laporan pihak lain," kata anggota KPPU, M. Iqbal.

by : Turyanto