Tuesday, June 6, 2006

Apexindo akan catatkan saham ESOP

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Apexindo Pratama Duta Tbk akan mencatatkan sebanyak 27.500 saham baru hasil konversi employee stock ownership plan (ESOP) di BEJ pada hari ini.

Berdasarkan surat dari Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom kepada otoritas BEJ pada 2 Juni lalu, emiten penyewaan rig untuk pengeboran migas tersebut telah melaksanakan ESOP sebanyak 27.500 sahamnya.

Kadiv Pencatatan Sektor Riil BEJ Yose Rizal dan Kadiv Perdagangan Supandi menyatakan dengan ESOP tersebut maka saham Apexindo yang tercatat di BEJ seluruhnya berjumlah 2.610.312.500 saham.

Sedangkan ESOP Apexindo yang belum dikonversi jumlahnya setara dengan 49.537.500 saham. (Bisnis/pul)

Wednesday, May 31, 2006

ALCO negosiasi beli saham Apexindo

JAKARTA, Bisnis Indonesia: Aban Loyd Chiles Offshore Ltd (ALCO) telah memulai negosiasi dengan Asian Opportunities Fund I dan CLSA Ltd, sebagai pemegang saham penjual, pada 26 Mei untuk membeli 835 juta saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Jakarta disebutkan jumlah saham itu sekitar 32,152% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh Apexindo. Pembelian saham Apexindo itu adalah investasi strategis.

ALCO, yang dibantu penasihat PT HSBC Securities Indonesia, adalah suatu perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum negara India dan bergerak di bisnis offshore drilling rigs dan jasa pengeboran. Saham ALCO juga tercatat di bursa efek India. (Bisnis/wiw)

Tuesday, May 23, 2006

Negosiasi Pemilik Baru Apexindo

JAKARTA, Koran Tempo - PT Apexindo Duta Pratama Tbk. melaporkan negosiasi PT Medco Energi Internasional Tbk. dengan Aban Loyd Chiles Offshore Ltd (India), investor yang berminat membeli 51,97 persen saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk., tengah berlangsung.

Presiden Direktur Apexindo Duta Pratama Hertriono Kartowisastro dalam suratnya kepada Bursa Efek Jakarta menjelaskan pihaknya telah menerima surat tertulis dari Medco, sebagai pemegang saham pengendali, tentang proses negosiasi tersebut. Menurut dia, perusahaan pengeboran minyak lepas pantai asal India itu berminat mengambil alih seluruh saham Medco di perseroan.

Seperti dilansir Reuters, Aban menyatakan kesiapan membeli saham perusahaan milik pengusaha Arifin Panigoro itu. Rencana Medco untuk melepas Apexindo sejatinya telah tersiar sejak April lalu. Ketika itu, Presiden Direktur Medco Hilmi Panigoro mengatakan perseroan siap melepas kepemilikan saham Apexindo karena bidang usaha Apexindo bukan merupakan bisnis inti Medco. "Tentunya pelepasan itu akan dilakukan jika ada tawaran yang menarik," katanya. Setri

Monday, May 22, 2006

Medco Belum Bahas Tawaran Peminat Apexindo

Jakarta, Koran Tempo --- PT Medco Energi Internasional Tbk. mengaku sudah menerima tawaran Aban Loyd Chiles Offshore Ltd., yang berencana mengakuisisi 51,97 persen saham unit usahanya, PT Apexindo Pratama Duta Tbk.

JAKARTA -- PT Medco Energi Internasional Tbk. mengaku sudah menerima tawaran Aban Loyd Chiles Offshore Ltd., yang berencana mengakuisisi 51,97 persen saham unit usahanya, PT Apexindo Pratama Duta Tbk.

Namun, menurut Sekretaris Perusahaan Medco Energi Andy Karamoy, tawaran itu hingga saat ini belum menghasilkan kesepakatan apa-apa. Pasalnya, penawaran yang diberikan perusahaan asal India itu dinilai kurang menarik.

"(Penawarannya) kurang menarik, jadi nggak diapa-apain," kata Andy kepada Tempo sambil menolak menjelaskan nilai penawaran yang disampaikan Aban Loyd.

Seperti dilansir Reuters akhir pekan lalu, eksekutif perusahaan pengeboran lepas pantai India itu menyampaikan kesiapannya mengambil mayoritas saham unit usaha perusahaan milik pengusaha Arifin Panigoro yang bergerak di bidang pengeboran minyak lepas pantai tersebut.

Sebenarnya kabar Medco akan melepas Apexindo telah berembus sejak April lalu. Saat itu Presiden Direktur Medco Energi Hilmi Panigoro mengatakan perseroan akan menjual sahamnya di anak perusahaan yang bergerak di kontraktor pengeboran itu. Walau sewa peralatan pengeboran sedang bagus, kata Hilmi, jenis usaha Apexindo bukanlah core business perseroan. "Jika harganya bagus, bisa saja melepas saham di Apexindo. Tapi sampai saat ini belum ada pembicaraan formal," kata Hilmi.

Maret lalu, Apexindo membangun sebuah rig jack up baru senilai US$ 137 juta di galangan kapal PTL Ship Yard Sembawang, Singapura. Pembiayaan pembuatan rig baru itu 20 persennya diambil dari kas internal. "Sudah dibayarkan awal 2005 sebagai uang muka," kata Sekretaris Perusahaan Apexindo Ade Satari. Sisanya akan dibayarkan saat PTL mengantarkan rig itu.

Apexindo berencana menggaet investor-investor itu untuk membentuk konsorsium pendanaan, yang totalnya mencapai US$ 120 juta. Kontrak untuk rig yang akan bernama Soehanah itu bahkan sudah ditawarkan di beberapa tempat. Rig Soehanah adalah rig jack up kedua Apexindo setelah Raniworo. Suliyanti Pakpahan

Thursday, May 18, 2006

Aban Loyd Chiles to Buy Stake in PT Apexindo

Rigzone.com, Aban Loyd Chiles 5/18/2006 --- Aban Loyd Chiles Offshore Ltd has commenced negotiations to acquire 1,352,873,106 (one billion three hundred and fifty two million eight hundred and seventy three thousand one hundred and six) issued and paid up shares (the "Shares") in PT Apexindo Pratama Duta Tbk. (the "Target Company") from PT Medco Energi Internasional Tbk. ("Medco"). The Shares constitute approximately 51.97% of the issued and paid up shares of the Target Company.

ALCO is a company incorporated in India and having its registered office at Janpriya Crest, 113, Pantheon Road, Egmore, Chennai 600 008, India. ALCO is engaged in the business of owning offshore drilling rigs and providing offshore drilling services. ALCO's equity shares are listed on the stock exchanges in India.

The purpose of the proposed acquisition is for strategic investment.

Negotiation will be done pursuant to advice from our financial advisor. Matters to be discussed during the negotiation will cover the terms and conditions of the acquisition, including the price, the rights and obligations of the parties, and the procedures for completion of the acquisition.

Wednesday, May 10, 2006

S&P Revisi “Outlook” PT Medco Energi Internasional

Jakarta, Kompas --- Lembaga pemeringkat Strandard & Poor’s merevisi outlook untuk PT Medco Energi Internasional dari negatif menjadi stabil. Peringkat kredit perusahaan masih B plus. Sementara untuk obligasi 170 juta dollar AS yang hendak diterbitkan Medco CB Finance BV, S&P memberikan peringkat B plus. Adapun perusahaan minyak lainnya, PT Apexindo Pratama Duta yan juga anak perusahaan Medco, memperoleh kontrak jasa pengeboran darat dengan total nilai maksimum 1,874 juta dollar AS. Demikian, dikatakan Ade R Satari, Corporate Secretary Apexindo, di Jakarta, Selasa (9/5). (JOE)

Friday, May 5, 2006

Apexindo tetapkan gaji dan tunjangan

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Apexindo Pratama Duta Tbk menyetujui untuk memberikan gaji beserta tunjangan lain kepada seluruh anggota dewan komisaris dan direksi maksimal US$1,45 juta pada tahun ini.

Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunannya kemarin, perseroan juga menyetujui masuknya Cyril Noerhadi dalam jajaran dewan komisaris perseroan, yang dikepalai oleh Hilmi Panigoro.

Perseroan juga menyatakan telah menerima fax of order dari Total E&P Indonesie untuk mengerjakan proyek di ladang gas Sisi dan Nubi, Kalimantan. Proyek senilai US$170 juta ini akan diberikan kepada jack-up rig baru bernama Soehanah.

"Proyek pemboran ini diharapkan dimulai pada kuartal I 2007 dan akan menggunakan rig baru jack-up 202 yang sedang dibangun di Singapura," tulis siaran pers perseroan.

Dirut Apexindo Hertriono Kartowisastro mengatakan gembira dengan tanpa adanya masa tunggu kontrak bagi Soehanah. Rig baru ini diperkirakan akan selesai dan dikirimkan pada 5 Januari 2007. (Bisnis/pul)

Apexindo Terima Kontrak Total

Jakarta, Investor Daily – PT Apexindo Pratama Duta Tbk (Apexindo) telah menerima Fax of Order (FOO) dari Total E&P Indonesie (Total) untuk mengerjakan proyek di ladang gas Sisi dan Nubi, Kalimantan Timur dalam jangka waktu 3 tahun, senilai US$170 juta. Kedua pihak saat ini sedang memfinalisasi kontrak untuk segera ditandatangani.

Direktur Utama Apexindo Hertriono Kartowisastro mengatakan, berdasarkan FOO itu proyek pemboran diharapkan akan dimulai kuartal pertama 2007 dengan menggunakan rig baru perseroan, Rig jack-up 202 yang sedang dibangun di Singapura dan dijadualkan selesai Januari 2007. “Kontrak diperoleh tanpa adanya masa tunggu (waiting period),” katanya, Kamis (5/4).

Rig dengan nama Soehanah termasuk rig jack-up super premium di dunia dengan tipe Baker Marine Pacific Class 375 dan mampu membor dengan kedalaman sumur lebih dari 25.000 kaki. “Kontrak ini mendukung peningkatan kegiatan migas Indonesia sekaligus mendukung upaya pemerintah meningkatkan produksi migas di lapangan migas di Kalimantan Timur,” paparnya. (ari)

Wednesday, April 26, 2006

Kuartal Pertama, Apexindo Untung Besar

JAKARTA, Koran Tempo - PT Apexindo Duta Pratama Tbk. membukukan laba bersih sebesar Rp 149,1 miliar pada kuartal pertama 2006. Kenaikan laba itu lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu yang rugi sebesar Rp 5,3 miliar.

Direktur Keuangan Apexindo Agustinus Lomboan dalam siaran pers menyebutkan perolehan laba bersih sangat dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan dan kemampuan perseroan menekan beban usaha. Seiring dengan penguatan rupiah, kata dia, Apexindo berhasil membukukan keuntungan kurs sebesar Rp 19,9 miliar, atau naik dibanding periode yang sama tahun lalu rugi kurs Rp 22.

Apexindo juga berhasil menekan beban bunga sekitar 54 persen menjadi Rp 12,9 miliar dari sebelumnya Rp 28,3 miliar. "Ini dipicu pelunasan utang kepada Medco Energi Finance Overseas dan keuntungan nonkas dari transaksi swap senilai Rp 115,6 miliar," katanya. padjar

Sunday, April 23, 2006

Harga Sewa Rig Minyak Semakin Tinggi

JAKARTA, Koran Tempo -- Meningkatnya harga minyak mentah dunia hingga melebihi US$ 70 per barel membuat harga sewa rig pengeboran minyak naik hingga tiga kali lipat. Peningkatan ini karena jumlah rig terbatas, sedangkan permintaan sangat tinggi.

"Peningkatan ini akibat euforia pengusaha minyak yang ingin mengebor lantaran harga minyak sedang tinggi," kata Ade R. Satari, Sekretaris Perusahaan PT Apexindo Pratama Duta Tbk., di Jakarta, Kamis lalu.

Dia mencontohkan, rig jenis jack up milik Apexindo yang dinamai Raniworo saat ini disewa oleh perusahaan minyak dan gas bumi Santos sebesar US$ 145 ribu per hari. Padahal, pada akhir tahun lalu, saat kontrak lama berakhir masih US$ 50 ribu per hari.

Apexindo memberlakukan kontrak sewa rig maksimal tiga tahun sehingga harga sewa tidak optimal. "Perusahaan lain banyak yang menawarkan rig sekitar US$ 160 ribu dengan spesifikasi yang sama dengan Raniworo," ujarnya.

Menurut Ade, kontrak rig dibatasi tiga tahun karena harga minyak sulit diprediksi sehingga kecenderungan untuk terus berfluktuasi tetap ada. Dengan harga sewa tetap sepanjang tahun, bila ada kenaikan harga ataupun penurunan harga, tidak dapat dilakukan perubahan harga untuk kedua pihak. MUHAMAD FASABENI