Monday, July 10, 2006

Apexindo Bayar Kupon Rp 21,9 M

JAKARTA, Jawa Pos - PT Apexindo Pratama Duta Tbk bakal membayar kupon bunga obligasi ke-5 dan cicilan fee ijarah Apexindo Pratama Duata I 2005 senilai Rp 21,9 miliar yang jatuh tempo pada 10 Juli 2006. Dirut Apexindo Hertiono Kartowsiastro mengatakan, total pembayaran tersebut terdiri dari kopon obligasi Rp 14,916 miliar dan cicilan fee ijarah Rp 6,986 miliar. "Dana pembayaran segera kami transfer ke Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai agen pembayaran," ujarnya kepada BEJ akhir pekan lalu.

Berdasarkan data yang tercatat di KSEI, pembayaran kupon ini dilakukan pada 10 Juli 2006 kepada pemegang obligasi yang tercatat (recording date) pada 29 Juni 2006. Obligasi ini memiliki jangka waktu 5 tahun dan kupon maupun cicilan fee ijarah 12,25 persen. Pada Februari 2005, perusahaan pemboran di bidang eksplorasi panas bumi itu menerbitkan obligasi Rp 750 miliar untuk membangun jack up rig dan melunasi utang.

Obligasi yang mendapatkan peringkat A- (stable outlook) dari lembaga pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) terdiri dari dua jenis obligasi. Yaitu obligasi Apexindo Pratama Duta I 2005 dengan tingkat bunga tetap dan obligasi syariah ijarah Apexindo Pratama Duta I 2005. (aan)

Saturday, July 8, 2006

Apexindo Bayar Bunga Obligasi

JAKARTA, Koran Tempo -- PT Apexindo Tbk. menyiapkan dana sebesar Rp 21,903 miliar untuk pembayaran bunga Obligasi Apexindo Pratama Duta I Tahun 2005 dan ijarah obligasi syariah Apexindo Pratama Duta I Tahun 2005. Pembayaran bunga dan ijarah jatuh pada 10 Juli 2006. "Kami telah siapkan dana dan akan ditransfer ke Kustodian Sentral Efek Indonesia," kata Direktur Utama Apexindo Hetriono Kartowsiastro dalam laporannya di Bursa Efek Surabaya kemarin.

Bunga dan ijarah dibayarkan setiap 3 bulan dengan tingkat 12,25 persen per tahun. Obligasi Apexindo Pratama Duta I memiliki nilai obligasi Rp 510 miliar. Masa jatuh tempo sampai 8 April 2010 dengan peringkat A-. Nilai obligasi syariah Apexindo Pratama Duta I sebesar Rp 240 miliar. Obligasi jatuh tempo pada 8 April 2010 dengan peringkat A-. Sebagai lembaga penjamin kedua obligasi adalah Bank Mega Tbk. Yuliawati

Apexindo Bayar Bunga Obligasi

Jakarta, Investor Daily – PT Apexindo Pratama Duta Tbk akan membayar kupon bunga obligasi ke-5 dan cicilan fee ijarah Apexindo Pratama Duta I/2005 sebesar Rp 21,9 miliar yang jatuh tempo pada 10 Juli 2006.

Dirut Apexindo Hertriono Kartowisastro dalam keterangan kepada Bursa Efek Jakarta, Jum’at (7/7) mengatakan, pembayaran tersebut terdiri atas kupon obligasi sebesar Rp 14,916 miliar dan cicilan fee ijarah sebesar Rp 6,986 miliar.

“Dana pembayaran ini akan segera kami transfer ke KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia) sebagai agen pembayaran,” ujarnya.

Berdasarkan data KSEI, pembayaran kupon ini akan dilakukan pada 10 Juli 2006 kepada pemegang obligasi yang tercatat pada 29 Juni 2006. Obligasi tersebut berjangka lima tahun, sedangkan kupon maupun cicilan fee ijarah sebesar 12,25%.

Apexindo menerbitkan obligasi senilai Rp 750 miliar pada Februari 2005 untuk membangun jack up rig dan melunasi utang. Obligasi yang mendapatkan peringkat A- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) itu terdiri atas dua jenis, yakni obligasi Apexindo Pratama Duta I/2005 dengan tingkat bunga tetap dan obligasi syariah ijarah Apexindo Pratama Duta I/2005. (amu)

Friday, July 7, 2006

Apexindo siap bayar bunga obligasi

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Apexindo Pratama Duta Tbk telah menyiapkan dana untuk pembayaran kupon bunga kelima dan cicilan fee ijarah ke lima.

Obligasi Apexindo Pratama Duta I/2005 sebesar Rp14,91 miliar dan obligasi syariah ijarah Apexindo Pratama Duta I/2005 sebesar Rp6,98 miliar.

Direktur Utama PT Apexindo Hertriono Kartowisiastro mengatakan sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan, maka sejumlah dana sebesar Rp21,9 miliar akan ditransferkan ke PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai agen pembayaran. (Bisnis/rni)

Tuesday, July 4, 2006

Penjualan Saham Apexindo Danai Ekspansi Medco

Jakarta, Investor Daily --- Penjualan seluruh saham PT Medco Energi Internasional Tbk di PT Apexindo Pratama Duta Tbk (Apexindo) kepada investor asing akan meningkatkan modal kerja Medco. Dana hasil penjualan juga digunakan mengkusisi sejumlah ladang minyak di Indonesia dan luar negeri.

“Dananya akan dipakai mendanai ekspansi bisnis. Sebab Medco berencana mengakuisisi sejumlah ladang minyak tahun ini dan di masa mendatang,” ujar Chief Financial Officer D Cyril Noerhadi kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Medco dan Aban Lyod Chiles Offshore Ltd (ALCO) dari India tengah bernegosiasi serius terkait penjualan saham Apexindo. Selain ALCO, Asian Opportunities Fund I (AOF I) dan CLSA Ltd ikut terlibat sebagai investor minoritas di Apexindo. Medco adalah pemegang saham pengendali di perseroan.

ALCO bergerak di bisnis rig lepas pantai sekaligus penyedia jasa pengeboran lepas pantai dan sudah tercatat di bursa.

Mantan Dirut Bursa Efek Jakarta (BEJ) tersebut belum bersedia menjelaskan berapa dana yang akan diraup Medco dari hasil penjualan saham. Namun, berdasarkan harga saham Apexindo, nilai transaksi diduga mencapai Rp 5 triliun. Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham Apexindo stagnan di level Rp 1.400 per lembar, sedangkan harga saham Medco menguat Rp 100 dari Rp 3.725 menjadi Rp 3.825.

“ALCO masih melakukan due dilligence dan belum bisa diinformasikan berapa nilai transaksinya. Yang jelas, Medco akan melepas di atas harga premium,” tandas dia.

Terkait belanja modal Medco tahun ini, dia menegaskan perseroan pasti mengalokasikan senilai US$ 200 juta. Belanja modal tersebut digunakan untuk mempertahankan kapasitas produksi sebanyak 85.000 barrel per day (BPD).

Menurut dia, belanja modal masih bisa dinaikkan dan akan disesuaikan dengan peluang bisnis yang tersedia.

Sebelumnya, Dirut Medco Hilmi Panigoro mengatakan saham Apexindo dilego bukan karena prospek bisnisnya kurang menarik, tapi Medco ingin lebih fokus untuk mengembangkan usaha minyak dan gas.

Apexindo baru-baru ini memperoleh kontrak baru sebesar US$ 22,3 juta dari Star Energy Holdings Pte Ltd dan Magma Nusantara Limited, yang merupakan pengembang utama energi panas bumi di Indonesia. Melalui kontrak tersebut, perseroan akan bekerja untuk mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu di Jawa Barat. Kontrak kerja Apexindo dimulai pada Agustus 2006. Rig 5 Apexindo mengerjakan proyek pengeboran minimal selama satu tahun. (kp)

Thursday, June 29, 2006

Lima Emiten Tambah Pencatatan Saham di BEJ

JAKARTA, investorindonesia.com --- Sebanyak lima emiten berbagai sektor, yaitu PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX), PT Bank Niaga Tbk (BNGA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Indosat Tbk (ISAT), Kamis, menambah pencatatan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang berasal dari hasil konversi opsi.

Menurut Kadiv Pencatatan Sektor Jasa BEJ, Wan Wei Yiong, Perusahaan Gas Negara Tbk mencatatkan 82.500 saham hasil konversi opsi MSOP (Management Stocks Option Plan) tahap II sehingga sahamnya yang tercatat di BEJ menjadi 4.530.756.805 saham, sedangkan MSOP PGAS yang belum dikonversi sejumlah ekuivalen dengan 9.210.337 saham.

Kemudian, kata dia, Apexindo Pratama Duta Tbk mencatatkan 268.000 saham hasil konversi opsi ESOP (Employee Stocks Option Plan) sehingga sahamnya yang tercatat di BEJ menjadi berjumlah 2.612.501.500 saham, sedangkan opsi ESOP APEX yang belum dikonversi sejumlah ekuivalen dengan 47.348.500 saham.

Diikuti Bank Niaga Tbk mencatatkan 3000 saham hasil konversi ESOP sehingga sahamnya yang tercatat di BEJ seluruhnya menjadi 11.838.973.429 saham, sedangkan opsi ESOP Bank Niaga Tbk yang belum dikonversi sejumlah ekuivalen dengan 232.509.774 saham.

Selanjutnya, Bank Mandiri Tbk mencatatkan 26.896 saham hasil konversi opsi MSOP sehingga sahamnya yang tercatat di BEJ menjadi 20.101.543.482 saham, sedangkan opsi MSOP Bank Mandiri yang belum dikonversi sejumlah ekuivalen dengan 67.040.303 saham.

Sedangkan Indosat Tbk mencatatkan 60.000 saham hasil konversi opsi, sehingga jumlah saham ISAT yang tercatat di BEJ seluruhnya menjadi 5.401.278.500 saham, sedangkan opsi Indosat Tbk yang belum dikonversi sejumlah ekuivalen dengan 35.096.500 saham. (ant)

Wednesday, June 28, 2006

Apexindo Wins New Geothermal Contract

Jakarta, The Jakarta Post --- PT Apexindo Pratama Duta has won a new contract valued at US$22.3 million from Star Energy Holding Ltd. And Magma Nusantara Ltd. for geothermal drilling work in West Java, the publicly listed company’s president Hertriono Kartowisastro, revealed Tuesday.

He said Apexindo, a subsidiary of publicly listed PT Medco Energy International that offers oil, gas and geothermal drilling services, would work on development of the Wayang Windu geothermal power plant in Pengalengan, West Java.

He said the project would commence sometime in August 2006. “We will work on the project for a minimum period of 1 year, with an extension option,” he noted. - JP

Aneka Info Proyek dari Majalah TENDER

Tuesday, June 27, 2006

Pendapatan Apexindo diprediksi naik

JAKARTA, Bisnis Indonesia: Pendapatan PT Apexindo Pratama Duta Tbk diperkirakan meningkat, menyusul penandatanganan kontrak baru senilai US$22,3 juta yang berasal dari Star Energy Holdings Pte Ltd dan Magma Nusantara Limited.

Direktur Utama Apexindo Hertriono Kartowisastro mengatakan kontrak kerja Apexindo yang berlokasi di Pengalengan, Jawa Barat akan dimulai pada Agustus 2006. Melalui perjanjian tersebut, emiten pengeboran itu bekerja mendukung pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Wayang Windu.

"Kontrak yang didapatkan tersebut akan meningkatkan utilisasi rig darat perseroan dan tentunya akan mendukung peningkatan pendapatan, terlebih lagi harga sewa harian yang didapatkan dari perjanjian ini lebih baik dibandingkan sebelumnya," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis kemarin.

Menurut dia, kontrak baru itu akan membantu perseroan untuk meningkatkan pendapatan dan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi.

Rig lima Apexindo, kata dia, akan mengerjakan proyek pengeboran untuk jangka waktu minimal selama satu tahun dengan opsi perpanjangan.

Rig lima saat ini masih bekerja untuk joint operating body Pertamina-Amerada Hess Jambi Merang di Jambi dan segera setelah menyelesaikan kegiatan pemboran tersebut, rig tersebut akan dimobilisasi untuk memulai proyek pemboran panas bumi di Jawa Barat.

Apexindo melihat potensi panas bumi sebagai salah satu alternatif sumber energi yang saat ini terus dikembangkan. Bisnis pengeboran panas bumi merupakan kesempatan yang baik bagi manajemen untuk mengembangkan usaha, mengingat kompetensi perusahaan di bidang pengeboran, dan kemampuan memenuhi standar kualitas dan keselamatan internasional.

Sebelumnya, Apexindo juga telah memiliki pengalaman mengerjakan pengeboran panas bumi untuk Unocal Geothermal Indonesia, Karaha Bodas Co., PLN Geothermal Flores, dan terakhir untuk PLTP Gunung Salak yang dikelola oleh Chevron Geothermal Ltd. dengan menggunakan armada Rig 4 milik perseroan.

Namun demikian, kata dia, perseroan tetap selektif dalam memilih proyek-proyek panas bumi yang ada. Apexindo memprioritaskan bekerjasama dengan klien-klien potensial yang sudah memiliki reputasi baik di bidang eksplorasi panas bumi.

"Perseroan selalu berupaya mendapatkan proyek besar dari para pemilik konsensi dan komitmen jangka panjang. Di lain pihak, Apexindo juga selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada para pelanggan kami dan mengutamakan tingkat pengoperasian yang aman dan sangat baik," tutur Hertriono.

Oleh Rahayuningsih
Bisnis Indonesia

Apexindo Raih Kontrak USD22,3 Juta

Jakarta, Seputar Indonesia – PT Apexindo Pratama Duta Tbk mendapatkan kontrak baru senilai USD22,3 juta dari Star Energy Holdings Pte Ltd dan Magma Nusantara Limited, yang merupakan pengembang utama energi panas bumi di Indonesia. Demikian dipublikasikan perseroan, kemarin.

Direktur Utama Apexindo Hertriono Kartowisastro mengatakan, kontrak kerja Apexindo itu akan dimulai sekitar Agustus 2006 yang berlokasi di Pangalengan, Jawa Barat. Rig 5 Apexindo akan mengerjakan proyek pengeboran ini untuk jangka waktu minimal selama satu tahun dengan opsi perpanjangan.

Kontrak geothermal ini membuat Rig 5 Apexindo bekerja maksimal pada tahun ini. Saat ini, Rig 5 masih bekerja untuk JOB Pertamina-Amerada Hess Jambi Merang di Jambi. Setelah menyelesaikan kegiatan pengeboran tersebut, Rig 5 segera dimobilisasi untuk memulai proyek penegboran panas bumi di Jawa Barat. (rakhmat)