Thursday, October 19, 2006

Apexindo Buyback Obligasi Rp 250 M

Jakarta, Investor Daily --- PT Apexindo Pratama Duta Tbk berencana membeli kembali (buyback) oblihasi senilai Rp 250 miliar mulai 1 November 2006. Obligasi yang akan dibeli kembali adalah Obligasi Apexindo Pratama Duta I Tahun 2005 senilai Rp 510 miliar dan Obligasi Syariah Ijarah Apexindo Pratama Duta I Tahun 2005 sebesar Rp 240 miliar.

“Pelaksanaan pemeblian kembali obligasi ini mulai dilakukan pada 1 November 2006 hingga 31 Desember 2007,” kata Direktur Apexindo Agustinus B Lomboan dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Surabaya (BES) di Jakarta, Selasa (17/10).

Menurut dia, tujuan buyback obligasi untuk disimpan dan dijual kembali perseroan di kemudian hari.

Perseroan menerbitkan, Obligasi Apexindo Pratama Duta I Tahun 2005 pada 8 April 2005 dan mulai dicatatkan di BES pada 11 April 2005. Surat utang memperoleh peringkat A- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). (gie)

Apexindo Buyback Sebesar Rp250 Miliar

JAKARTA, Media Indonesia: PT Apexindo Pratama Duta Tbk berencana membeli kembali (buyback) senilai maksimal Rp 250 miliar.

"Pelaksanaan pembelian kembali mulai 1 November 2006 hingga 31 Desember 2007," kata Direktur Apexindo Agustinus B Lomboan dalam penjelasannya kepada Bursa Efek Surabaya (BES) di Jakarta, Selasa (17/10).

Target buyback adalah Obligasi Apexindo Pratama Duta I Tahun 2005 senilai Rp510 miliar dan Obligasi Syariah Ijarah Apexindo Pratama Duta I tahun 2005 senilai Rp240 miliar.

Agustinus mengatakan tujuan buyback obligasi tersebut untuk disimpan dan dijual kembali oleh perseroan di kemudian hari.

Perseroan menerbitkan Obligasi Apexindo Pratama Duta I Tahun 2005 pada 8 April 2005 dan mulai dicatatkan di BES pada 11 April 2005. Surat utang tersebut memperoleh peringkat 'idA-' dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Obligasi Syariah Ijarah Apexindo Pratama Duta I Tahun 2005 liar diterbitkan dan dicatatkan di BES pada hari sama dengan Obligasi Apexindo Pratama Duta I tahun 2005. Kedua obligasi akan jatuh tempo pada 8 April 2010. (Ant/OL-06)

Apexindo akan beli balik obligasi

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Apexindo Pratama Duta Tbk berencana melakukan pembelian kembali (buyback) dua jenis obligasinya dengan nilai total Rp 250 miliar.

Dalam pengumuman resminya kepada PT Bursa Efek Jakarta (BEJ), Direktur Apexindo Agustinus Lomboan menyebutkan pelaksanaan pembelian kembali itu akan dilakukan mulai 1 November 2006 sampai 31 Desember 2007.

"Tujuan pembelian kembali tersebut untuk disimpan dan di kemudian hari dapat dijual kembali," tuturnya.

Kedua obligasi yang dibeli balik itu adalah obligasi I/ 2005 senilai Rp510 miliar dan obligasi syariah ijarah I/ 2005 sebesar Rp240 miliar. Keduanya akan jatuh tempo pada 8 April 2010. (Bisnis/ags)

Saturday, October 7, 2006

Kru Apexindo Raih Penghargaan


Gunung Salak, Investor Daily – Kru Rig 4 Apexindo Jojo Suwarjo (Mechanic) menjadi salah satu dari empat penerima penghargaan keselamatan dalam program Global Drilling & Completion (D&C) Behavioral Based Safety (BBS) dari Chevron.

Program D&C BBS tersebut melibatkan seluruh unit usaha Chevron di seluruh dunia, dan setiap bulannya akan dipilih empat pemenang yang dianggap telah menunjukkan perilaku keselamatan kerja yang memuaskan.

Jojo Suwarjo merupakan warga negara Indonesia pertama dari rekanan bisnis Indonesia yang menerima pengakuan internasional tersebut.

“Apexindo tentunya sangat bangga. Ini membuktikan bahwa budaya keselamatan yang telah dibangun Apexindo secara teliti dan komprehensif, telah membuahkan hasil”, kata Direktur Utama Apexindo Hertriono Kartowisastro di sela acara penyerahaan penghargaan tersebut.

General Manager Drilling & Completion IndoAsia Business Unit dari Chevron, Jim Barron mengatakan, Program BBS yang dilakukan oleh Chevron merupakan program yang difokuskan pada kegiatan pemboran dan workover dari seluruh unit bisnis Chevron seluruh dunia dan dilaksanakan untuk mendorong perilaku keselamatan, yang akan menciptakan budaya keselamatan di lingkungan kerja. (es)

Thursday, October 5, 2006

Apexindo Siapkan Rp 21,69 Miliar Bayar Kupon Bunga dan Cicilan Fee Ijarah ke-6 Obligasi I

JAKARTA, investorindonesia.com --- PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) telah menyiapkan dana Rp 14,77 miliar untuk pembayaran kupon bunga ke-6 Obligasi Apexindo Pratama Duta I Tahun 2005 dan Rp 6,92 miliar untuk cicilan fee ijarah ke-6 Obligasi Syariah Apexindo Pratama Duta I Tahun 2005.

Dana sebesar Rp 21,69 miliar tersebut akan ditransfer ke PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jelas Direktur Utama Apexindo, Hertriono Kartowsiastro, dalam laporannya kepada Ketua Bapepam-LK di Jakarta, Rabu, seperti dilansir Antara. PT Apexindo Pratama Duta Tbk bergerak di bidang usaha investasi, perdagangan, jasa dan lainnya merupakan anak perusahaan PT Medco Energi International Tbk dengan kepemilikan saham 51% per akhir Agustus 2006. Sementara pemegang saham lainnya adalah Asian Opportunities Fund I Segregated P 15,95 %, CLSA Ltd 15,95%, dan sisanya dikuasai oleh publik. (ant/gor)

Apexindo siap bayar bunga obligasi

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Apexindo Pratama Duta Tbk telah menyiapkan dana untuk membayar kupon keenam dan cicilan fee ijarah keenam atas obligasi syariahnya setelah dikurangi pajak yaitu senilai Rp21,68 miliar.

Direktur utama PT Apexindo Pratama Duta Tbk Hertriono Kartowisastro mengatakan Apexindo mempunyai obligasi I/2005 sebesar Rp14,76 miliar dan obligasi syariah ijarah sebesar Rp6,92 miliar.

"Sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan, maka sejumlah dana sebesar Rp21,68 miliar akan kami transfer ke PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai agen pembayaran," ujarnya dalam keterbukaan informasi kepada BEJ kemarin. (Bisnis/rni)

Wednesday, September 27, 2006

PT Apexindo Secures $125 Million in Financing

Rigzone.com, PT Apexindo 9/27/2006 --- PT Apexindo Pratama Duta Tbk has signed a loan facility in the amount of US $125 million for the construction of its newest jackup, Soehanah. This credit facility is an asset based financing, which is based on the asset value and the ability of the asset to generate income. The facility has a tenor of 10 years with a very competitive interest rate scheme at LIBOR+2.15% for the amortized portion, and at 10.5% fixed interest rate for the bullet payment portion.

This credit facility is a syndication credit facility led by Natexis Banques Populaires, as agent, security trustee and book runner with Goldman Sachs LLC, PMA Investment Advisors and Standard Chartered Bank as Joint Mandated Lead Arrangers, and United Overseas Bank Ltd. as Lead Arranger.

This facility is the first loan to obtain a tenor exceeding 7 years from foreign banks achieved by Indonesian company and this certainly is a big attainment for Apexindo. Agustinus B. Lomboan, Finance Director of Apexindo explained, "We would like to thank the credible foreign banks as well as foreign investors, which have given their trust to Apexindo to obtain a very long term loan with competitive interest rates in supporting the growth and business development of the Company".

The Soehanah is able to immediately generate income since the rig has successfully secured a 3 years contract valued at US $170 million with Total E&P Indonesie. Therefore, the cash flow of this asset can immediately be attained which is subsequently utilized to repay the creditors timely or even sooner than scheduled.

Apexindo is an established company, with international reputation and continuously growing. As the commitment in managing the Company based on good corporate governance and accurate business strategy, it is an appropriate decision from bankers or other creditors to provide loans for Apexindo in the future.

Pinjaman Jangka Panjang Apexindo US$125 Juta

JAKARTA, Media Indonesia: PT Apexindo Pratama Duta Tbk (Apexindo) mendapatkan pinjaman jangka panjang US$125 juta untuk pembangunan rig jack up Soehanah. Fasilitas pinjaman telah ditandatangani Senin (25/9).

"Fasilitas kredit yang diperoleh merupakan pembiayaan berdasar nilai aset dan kemampuan aset tersebut menghasilkan pendapatan (asset based financing)," kata Direktur Keuangan Apexindo Agustinus B Lomboan, di Jakarta, Selasa (26/9).

Pinjaman berjangka waktu 10 tahun dengan suku bunga kompetitif, yakni 2,15% di atas LIBOR (London Interbank Offered Rate/bunga pasar antarbank di London) untuk porsi amortisasi dan 10,5% bunga tetap untuk porsi bullet.

"Ini fasilitas kredit sindikasi dipimpin Natexis Banques Populaires sebagai agent, security trustee and book runner. Serta Goldman Sachs LLC, PMA Investment Advisors dan Standard Chartered Bank sebagai Joint Mandated Lead Arrangers, dan United Overseas Bank Ltd. sebagai Lead Arranger," jelas Agustinus.

Kredit berjangka lebih dari 7 tahun dari bank asing ini pertama kalinya diperoleh perusahaan Indonesia. Itu menandakan perbankan dan investor asing kredibel percaya kepada perseroan.

Aset Rig Soehanah yang didanai, jelas Agustinsu sudah langsung menghasilkan pendapatan. Sebab rig telah berhasil mendapat kontrak selama 3 tahun, senilai US$170 juta dengan Total E & P Indonesia.

Dengan demikian, arus kas aset dapat terbentuk yang dapat digunakan mengembalikan pinjaman kepada pihak kreditur secara lancar. Bahkan diperkirakan dapat lebih cepat dari waktunya. (Pia/OL-02).

Bangun Rig Soehanah, Apexindo Peroleh Pinjaman US$ 125 Juta


JAKARTA, Investor Daily --- PT Apexindo Pratama Duta Tbk (Apexindo) telah menandatangani fasilitas pinjaman sebesar US$ 125 juta untuk pembangunan rig jack- up baru bernama Soehanah pada Senin (25/9). Fasilitas kredit ini merupakan asset based financing yaitu pembiayaan berdasarkan nilai aset dan kemampuan aset tersebut untuk menghasilkan pendapatan (income).

Direktur Keuangan Apexindo Agustinus B. Lomboan mengatakan, fasilitas ini berjangka 10 tahun dengan suku bunga sangat kompetitif, yakni LIBOR + 2,15% untuk porsi amortisasi dan 10,5% bunga tetap untuk porsi bullet. “Fasilitas ini adalah fasilitas kredit berjangka lebih dari 7 tahun dari bank asing yang untuk pertama kalinya diperoleh oleh perusahaan Indonesia,” katanya, Selasa (26/9).

Fasilitas Kredit ini merupakan fasilitas kredit sindikasi yang dipimpin oleh Natexis Banques Populaires, sebagai agent, security trustee dan book runner, serta Goldman Sachs LLC, PMA Investment Advisors dan Standard Chartered Bank sebagai Joint Mandated Lead Arrangers, dan United Overseas Bank Ltd. sebagai Lead Arranger.

Aset Soehanah sudah dapat langsung menghasilkan income, karena rig tersebut telah berhasil mendapat kontrak selama 3 tahun senilai US$ 170 juta dengan Total E&P Indonesie. Sehingga arus kas dari aset ini dapat langsung terbentuk yang dapat digunakan untuk mengembalikan pinjaman kepada pihak kreditur secara lancar, bahkan dapat lebih cepat dari waktu yang ditentukan.

Sukses Launch

Sementara Dirut Apexindo Hertriono Kartowisastro mengatakan, rig Soehanah telah sukses melakukan launching test di PPL Shipyard Ltd. Singapura. “Ini menunjukkan proses pembangunan telah mencapai 80%. Penyelesaian Rig Soehanah diharapkan dapat sesuai jadwal dan rig tersebut dapat meninggalkan galangannya pada Januari 2007,” katanya.

Sementara Ong Tian Khiam, Managing Director PPL memastikan akan terus memberikan rig premium berkualitas tinggi kepada para pelanggan, termasuk Apexindo. “Suksesnya launching test ini menunjukkan hasil kerja dan usaha seluruh tim yang telah menjunjung tinggi kualitas dan tingkat keselamatan kerja” tuturnya.

Rig Soehanah dibangun berdasarkan desain Baker Marine Pacific Class 375 Deep Drilling Jack-up yang dapat beroperasi pada kedalaman air 375 kaki dengan kemampuan membor hingga kedalaman 30,000 kaki dan mampu menampung 120 kru. (ari)

Apexindo peroleh pinjaman US$125 juta

JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Apexindo Pratama Duta Tbk berhasil mendapatkan pinjaman bertenor 10 tahun sebesar US$125 juta untuk biaya pembangunan jack-up rig Soehanah.

Direktur Keuangan Apexindo Agustinus Lomboan mengatakan pinjaman baru akan ditarik saat proses pembangunan jack-up rig Soehanah selesai pada awal atau paling lambat akhir Januari 2007.

"Sesuai perjanjian yang sudah kami tanda tangani, dana ini akan digunakan untuk membiayai pembangunan rig. Dimana pinjaman baru dicairkan setelah pembangunan Soehanah selesai pada awal atau selambat-lambatnya akhir Januari 2007," kata Agustinus saat dihubungi Bisnis, kemarin.

Pinjaman itu, jelas Agustinus, terbagi ke dalam dua tranche, yaitu tranche A berupa bullet tranche untuk 40% jumlah pinjaman dengan bunga sebesar 10,5%. Sedangkan tranche B berupa amortisasi dari 60% pinjaman yang diperoleh perseroan.

"Jadi, 40% dari total pinjaman senilai US$125 juta dibayarkan sekaligus pada tahun ke-10. Sedangkan sisanya yang 60% dicicil selama 10 tahun dengan tingkat bunga tiga bulan Libor ditambah margin 2,15% per tahun," paparnya.

Adapun masa jatuh tempo pinjaman ini tidak lebih dari 31 Maret 2017.

Menurut Agustinus, dengan pinjaman ini Apexindo memecahkan rekor pinjaman bertenor paling lama yang pernah diperoleh perusahaan nasional. Di samping itu biaya pinjamannya juga paling murah.

Dia mengklaim, "Kami adalah perusahaan nasional yang pertama kali mendapatkan pinjaman dengan tenor paling lama. Ini merupakan terobosan terbaru."

Lead arranger

Dia mengatakan pengatur utama (lead arranger) pinjaman tersebut ada empat yakni Natexis Singapura, Standard Chartered Singapura, Goldman Sachs Hong Kong, dan PMA, hedge fund asal Hong Kong.

Sedangkan bank yang terlibat hanya satu yakni UOB Singapura, yang mengambil porsi pinjaman sebesar US$20 juta. Sementara selebihnya terbagi merata oleh keempat arranger.

Menurut Agustinus, kelima lembaga keuangan tersebut tidak menjual pinjaman itu kepada pihak lain melainkan menyimpannya sebagai aset perusahaan. "Mereka tidak melakukan sindikasi lagi. Mereka simpan itu [pinjaman] sebagai aset."

Jack-up rig Soehanah diperkirakan tiba di Indonesia sekitar pertengahan Februari-Maret 2007. Adapun biaya pembuatannya mencapai US$150 juta, di mana US$30 juta telah dilunasi terlebih dahulu.

Soehanah merupakan alat pengeboran sekaligus produksi minyak dan gas lepas pantai. Menurut perseroan, jack-up rig ini dibangun dengan standar yang paling mewah. Sementara kemampuan pakainya bisa mencapai 35 tahun.

Meski masih dalam proses pembuatan, Soehanah menjadi satu-satunya penawar atas tender pengeboran yang digelar Total untuk lapangan Sisi dan Nubi, dekat Bontang, Kalimantan Timur, senilai US$200 juta.

Dengan demikian, ketika jack-up rig itu tiba di Indonesia dapat langsung menggarap proyek baru dan menyumbangkan pendapatn bagi perseroan.

Nama Soehanah diambil dari nama ibu Hilmi Panigoro, pendiri PT Medco Energi Internasional, yang merupakan induk perusahaan dari Apexindo.

Terkait dengan kinerja perseroan, Agustinus memperkirakan pada triwulan ketiga ini pendapatan maupun laba yang diperoleh perseroan meningkat signifikan.

"Untuk penjualan saja sudah lebih tinggi 20% dibandingkan perolehan tahun lalu." (pudji.lestari@bisnis.co.id)

Oleh Pudji Lestari

Bisnis Indonesia