JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Medco Energi International Tbk membuat target baru soal divestasi 51,37% saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk yang sempat mundur. Penjualan saham perusahaan pengeboran itu ditargetkan tuntas pada triwulan I tahun ini.
"Negosiasi yang sempat terhenti, sekarang diteruskan kembali. Pokoknya dilakukan paralel dengan tiga calon pembeli sekaligus. Kami berharap keputusannya bisa segera diambil, targetnya triwulan I [2008]," tutur Presdir Medco Hilmi Panigoro saat dihubungi Bisnis, awal pekan ini.
Menurut dia, proses divestasi masih berlangsung. Tim divestasi pada pekan ini baru bertemu untuk berunding kembali setelah masa libur panjang akhir tahun lalu. Target baru penyelesaian divestasi tersebut, katanya, mencakup penutupan transaksi jual beli saham. Dalam proses akhir calon pembeli yang tercatat masih terlibat adalah Abacus Capital dan PT Bormindo Nusantara.
Dua pemodal lainnya yakni Recapital Investment Bank dan Texas Pacific Group yang juga meminati saham Apexindo sudah dipastikan tidak lolos dalam proses finalisasi pemenang.
Sementara itu, dua calon pembeli lainnya yakni Essar Oil dari India dan 3i Group Plc mengundurkan diri dari proses divestasi karena harga yang diminta Medco Energi, Rp2.700 per saham, dinilai terlampau mahal.
Berlangsung alot
Rencana penjualan mayoritas saham Apexindo oleh induknya yakni Medco berlangsung dengan alot. Manajemen Medco semula menyatakan divestasi saham Apexindo diperkirakan rampung sebelum Natal tahun lalu.
Namun, hingga akhir tahun lalu belum ada kabar signifikan mengenai proses divestasi tersebut. Proses divestasi bahkan diisukan berhenti untuk kedua kalinya, setelah pada akhir 2006 Medco gagal melepas mayoritas saham Apexindo.
Proses divestasi yang berkepanjangan mengakibatkan harga saham Apexindo tertekan. Harga saham berkode perdagangan APEX ini pada penutupan kemarin sore berada di level Rp2.025. Itu berarti sudah turun 21,4% dari level harga tertinggi sebesar Rp2.575 pada 5 Oktober 2007.
Hilmi menilai penurunan harga saham Apexindo tidak berpengaruh pada penetapan harga divestasi.
"Tidak ada pengaruhnya. Kami akan menggunakan harga penawaran."
Medco berencana menjual kepemilikannya di unit usaha pengeboran minyak dan gas karena akan memfokuskan bisnisnya pada pengembangan hulu minyak dan gas. Untuk melakukan divestasi tersebut, Medco telah menunjuk Credit Suisse sebagai penasihat keuangan.
Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia
Wednesday, January 16, 2008
Medco negosiasi dengan 3 calon pembeli Apexindo
Labels: Divestasi Apexindo
Tuesday, January 8, 2008
Apexindo siap bayar bunga obligasi
JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Apexindo Pratama Duta Tbk siap membayar bunga obligasi ke-11 dan cicilan fee ijarah ke-11 senilai total Rp21,96 miliar.
Berdasarkan surat yang dilayangkan ke Bursa Efek Indonesia pada 3 Januari 2008, Apexindo telah menyetor dana tersebut ke PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai agen pembayaran.
Berdasarkan hasil paparan publik Desember tahun lalu, Apexindo membatalkan rencana perseroan untuk membeli kembali obligasi yang awalnya bertujuan mengurangi hutang perseroan.
Pembatalan tersebut berkaitan dengan makin tingginya harga obligasi setiap tahun.
Tahun ini, perseroan memproyeksi dapat memperoleh dana kas internal yang cukup besar dengan proyeksi laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (earning before interest, tax, depreciation, and amortization/EBITDA) margin perseroan sebesar 54% dan belanja modal sebesar US$14 juta. (Bisnis/mcd)
Labels: Obligasi
Apexindo Lunasi Utang Obligasi
Jakarta, Investor Daily --- Perusahaan jasa pengeboran minyak dan gas, PT Apexindo Prtama Duta Tbk (Apexindo) menyiapkan dana senilai Rp 21, 96 miliar untuk membayar kupon bunga ke-11 dan cicilan fee ijarah ke-11. Direktur Keuangan Agustinus B Lomboan dalam keterangan tertulisnya kepada otoritas bursa dan pasar modal di Jakarta, Senin (7/1) mengatakan, perseroan telah menyiapkan dana sebelum dikurangi pajak untuk melunasi kupon bunga ke-11 Obligasi Apexindo Pratama Duta I Tahun 2005 sebesar Rp 15,00 miliar dan cicilan fee ijarah senilai Rp 6, 96 miliar.
Menurut dia, sesuai dengan tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan, sejumlah dana tersebut telah ditransfer kepada rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai agen pembayaran.
Sementara itu, pada perdagangan kemarin, harga saham ditutup terkoreksi Rp 25 menjadi Rp 2.075 per lembar. Nilai transaksi mencapai Rp 38, 5 juta.
Sebelumnya, Apexindo juga berniat mempercepat pelunasan utang kepada US$ 150 juta. Utang tersebut dibayar kepada sejumlah bank seperti UOB Bank,dan Standard Chartered Bank. (kp)
Labels: Obligasi
Apexindo Bayar Cicilan Obligasi
JAKARTA, Koran Tempo - PT Apexindo Pratama Duta Tbk. akan membayar kupon bunga obligasi dan cicilan ijarah Apexindo Pratama Duta I 2005 sebesar Rp 21,985 miliar. "Pembayaran itu merupakan pelunasan terhadap kupon bunga obligasi ke-11 dan cicilan obligasi ijarah ke-11 setelah dikurangi pajak," kata Direktur Apexindo Agustinus Lomboan.
Menurut Agustinus, obligasi Apexindo Pratama Duta I 2005 yang harus dibayar adalah Rp 15,003 miliar. Sementara itu, obligasi syariah ijarah Apexindo Pratama Duta I 2005 sebesar Rp 6,955 miliar. "Sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan, maka sejumlah dana tersebut akan kami transfer ke rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai agen pembayaran," katanya. Wahyudin Fahmi
Labels: Obligasi
Monday, January 7, 2008
Apexindo Siapkan Dana Rp21 M untuk Cicilan Obligasi
JAKARTA, okezone.com - PT Apexindo Pratama Duta Tbk telah menyiapkan dana sebesar Rp21,958 miliar untuk melunasi cicilan dan kupon ke 11 untuk obligasi kedua dan cicilan ke 11 obligasi ijarah kedua.
Direktur Apexindo Agustinus Lomboan mengatakan, dana tersebut untuk membayar bunga obligasi Apexindo Pratama Duta I tahun 2005 sebesar Rp15,003 miliar dan obligasi Syariah Ijarah Apexindo Pratama Duta I tahun 2005 sebesar Rp6,955 miliar.
"Kami telah menyiapkan dana sebesar Rp21,958 miliar yang akan kami transfer ke rekening agen pembayaran, yaitu PT Kustodian Sentral Efek Indonesia," katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (7/1/2007). (mbs)
Hadi Suprapto - Okezone
Labels: Obligasi
Apexindo Siap Bayar Cicilan Obligasi
Jakarta, detik.com - PT Apexindo Pratama Duta Tbk telah menyiapkan dana sebesar Rp 21,958 miliar untuk melunasi kupon bunga ke 11 obligasi dan cicilan obligasi ijarah ke 11.
Demikian disampaikan Direktur Apexindo Agustinus Lomboan dalam pengumumannya ke Bursa Efek Indonesia, Senin (7/1/2007).
Menurutnya, dana tersebut untuk membayar bunga obligasi Apexindo Pratama Duta I tahun 2005 sebesar Rp 15,003 miliar dan obligasi Syariah Ijarah Apexindo Pratama Duta I tahun 2005 sebesar Rp 6,955 miliar.
"Sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan, maka sejumlah dana sebesar Rp 21,958 miliar akan kami transfer ke rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai agen pembayaran," ujarnya. (ard/ir)
Ardian Wibisono - detikfinance
Labels: Obligasi
Friday, December 28, 2007
Ralat Berita
Koran Tempo --- Dalam pemberitaan Koran Tempo edisi Rabu, 26 Desember 2007, yang berjudul "Apexindo Dapat Kontrak Besar" terdapat sedikit kesalahan. Pada alinea pertama tertulis: "Ini kontrak terbesar sepanjang sejarah perseroan," kata Direktur Utama Apexindo Hertriono Kartowisastro.
Seharusnya kalimat yang benar adalah: "Ini kontrak pengeboran darat terbesar sepanjang sejarah perseroan," kata Direktur Utama Apexindo Hertriono Kartowisastro. Redaksi
Labels: Koreksi Berita
Wednesday, December 26, 2007
Apexindo Dapat Kontrak Besar
Jakarta, Koran Tempo - PT Apexindo Pratama Duta Tbk. berhasil mendapat perpanjangan kontrak baru dari Virginia Indonesia Co. untuk Rig 9 dan 10 dalam proyek pengeboran di Kalimantan Timur. Nilai kontrak masing-masing sebesar US$ 34,8 juta dan US$ 35,7 sehingga totalnya mencapai US$ 71 selama 2 tahun. "Ini kontrak terbesar sepanjang sejarah perseroan," kata Direktur Utama Apexindo Pratama Duta, Hertriono Kartowisastro, dalam siaran pers kemarin.Menurut dia, Rig 9 dan Rig 10 termasuk rig darat dengan kekuatan terbesar yang dimiliki Apexindo dengan kekuatan rata-rata 2.000 tenaga kuda. Dari delapan Rig yang dimiliki, enam rig darat memiliki kekuatan di atas 1.000 tenaga kuda. “Rig ini dapat bekerja cepat dan efisien.” PADJAR
Labels: Rig 9 dan Rig 10
Monday, December 24, 2007
Apexindo Akan Buyback Obligasi US$79 Juta
warta ekonomi.com --- Agustinus Lomboan, direktur keuangan PT Apexindo Pratama Tbk, menyatakan buy back obligasi sebesar US$79 juta akan dilakukan perusahaan tersebut pada 2008. Hal ini diharapkan mengurangi beban bunga. Apexindo Pratama akan melakukan buy back obligasi dari internal.
Sebelumnya, buy back obligasi telah direncanakan Apexindo Pratama sejak 2007. Namun, saat itu harga obligasi sedang tinggi. Nilai obligasi sebesar 103% di atas par (awal) dengan kupon 12,5%. Mochamad Ade Maulidin
Labels: Obligasi
Friday, December 21, 2007
Pendapatan Tembus US$ 246 Juta, Apexindo Percepat Pelunasan Utang US$ 120 Juta
JAKARTA, Investor Daily --- Perusahaan pengeboran tambang PT Apexindo Pratama Duta Tbk akan mempercepat pelunasan utang sebesar US$ 120 juta atau sekitar Rp 1,12 triliun. Perseroan melunasi kewajiban kepada sindikasi lembaga keuangan asing, antara lain Natexis Banques Populaires, Standard Chartered Bank, Goldman Sachs, PMA Investment Advisors, dan United Overseas Bank.
Direktur Apexindo Agustinus B Lomboan mengatakan, percepatan pelunasan utang sebagai salah satu solusi untuk mengurangi beban bunga. Sebab, bunga pinjaman mengacu London Interbank Offered Rate (LIBOR) + 2,15% untuk porsi amortisasi dan 10,5% bunga tetap untuk porsi bullet. Utang akan jatuh tempo hingga tahun 2016.
“Jadi, jatuh temponya masih sembilan tahun lagi, sehingga bisa membebani keuangan kami,” kata dia usai paparan publik perseroan di Jakarta, Rabu (19/12).
Pinjaman perseroan semula berjumlah US$ 125 juta. Utang itu dipakai membangun rigs jack up Soehanah tahun 2006. Namun, tahun ini Apexindo sudah mencicil utang senilai US$ 5 juta, sehingga berkurang menjadi US$ 120 juta.
Menurut Agustinus, pelunasan utang sebesar US$ 120 juta sekaligus mengurangi total kewajiban menjadi US$ 79 juta atau sekitar Rp 734,7 miliar. Sisa utang tersebut merupakan kewajiban obligasi Apexindo Pratama Duta I Tahun 2005 dan Syariah Ijarah Apexindo Pratama Duta I tahun 2005 yang jatuh tempo 2010.
Apexindo juga berencana membeli kembali (buyback) obligasi tersebut pada 2008. Semula rencana buyback tersebut akan dilakukan hingga batas waktu pada 31 Desember 2007. Namun, pembayaran ditunda tahun depan, sebab harga obligasi di pasar saat ini cukup tinggi sebesar 103%.
“Kami tetap memasukkan rencana buyback obligasi, karena salah satu solusi mengurangi beban bunga selain percepatan utang. Tapi, kalau untuk obligasi, kami menunggu situasi pasar agar tidak terlalu mahal,” tutur dia.
Pembelian kembali obligasi juga bermanfaat ganda bagi Apexindo. Selain mengurangi beban bunga, surat utang ini dapat dijual kembali. Peluang buyback obligasi juga terbuka, mengingat perseroan akan memiliki kas internal senilai US$ 100 juta pada 2008.
Jangka Panjang
Sementara itu, Dirut Apexindo Hertriono Kartowisastro menambahkan, tahun depan perseroan diperkirakan membukukan pendapatan sebesar US$ 246,4 juta. Pendapatan ini ditopang pertumbuhan kontrak.“Sebesar 90% kontrak yang diperoleh bersifat jangka panjang, terbesar dari Total E&P Indonesie,” jelas Hertriono.
Total E&P Indonesie telah memberi kontrak pengeboran tambang kepada Apexindo senilai US$ 506,5 juta selama tahun 2007-2012. Sedangkan nilai kontrak VICO mencapai US$ 85,8 juta pada 2007-2010. Perseroan juga masih memiliki sisa kontrak Santos US$ 166,7 juta untuk tahun 2008-2010 dan Chevron Geothermal Salak Ltd US$ 21,6 juta hingga 2008.
“Ada tiga rigs yang masih menunggu kontrak baru atau perpenjangan, sehingga ada peluang memperoleh pendapatan di atas US$ 246,4 juta tahun depan,” ujar dia.
Oleh Jauhari Mahardhika
Labels: Kinerja 2008, Obligasi