Monday, November 5, 2007

Pendapatan Apexindo Naik 25,2%

Jakarta, Investor Daily --- PT Apexindo Pratama Duta Tbk (Apexindo) membukukan peningkatan pendapatan sebesar 25,2% dari US$ 111,85 juta pada kuartal ketiga 2006 menjadi US$ 139,33 pada periode sama tahun 2007. Kenaikan tersebut turut mendongkrak EBITDA sebesar 43,8% menjadi US$ 68,6 juta dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 47,7 juta.

“Segmen lepas pantai tetap mengontribusi pendapatan terbesar, yakni 64,3% terhadap total pendapatan perseroan hingga akhir September 2007. Ini berarti, kontribusinya naik sebesar 25,5% dari tahun lalu,” kata Sekretaris Perusahaan Apexindo Ade R Satari dalam keterangan tertulisnya kepada otoritas pasar modal di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sedangkan segmen rig darat menyumbang senilai US$49,9 juta atau meningkat 30,3% dari US$ 39,3 juta tahun sebelumnya. Tingkat utilisasi rig darat mencapai level tertinggi sejak tahun 2002 sebesar 75%. Pencapaian ini dipicu perolehan kontrak-kontrak baru rig darat dengan kenaikan harga sewa harian dan periode kontrak yang lebih panjang.

Menurut dia, tingkat utilisasi rig lepas pantai turun dari 100% tahun lalu menjadi 83%. Penurunan tersebut dipicu dry clocking Jack up Raniworo dari Februari-Mei 2007 dan keterlambatan penyerahan rig Jack up Soehanah oleh shipyard. (c108)

Essar Oil kemungkinan mundur dari divestasi Apexindo

JAKARTA, Bisnis Indonesia: Satu per satu calon pembeli PT Apexindo Pratama Duta Tbk rontok. Setelah 3i Group Plc mundur, kini giliran Essar Oil India kemungkinan besar mengurungkan niatnya membeli 52% saham perusahaan pengeboran itu.

Kedua perusahaan itu berpendapat harga Rp2.700 per saham yang diminta penjual Apexindo yakni PT Medco Energi Internasional Tbk, perusahaan yang dikendalikan oleh Keluarga Panigoro, terlalu mahal.

"Essar Oil kemungkinan besar mengikuti langkah 3i yang mundur dari divestasi Apexindo. Harganya terlalu mahal," tutur sumber Bisnis, kemarin.

Seiring dengan mundurnya dua perusahaan itu, satu-satunya investor strategis yang masih tersisa adalah perusahaan kontraktor dan pengeboran PT Bormindo Nusantara. Akibat pengunduran diri tersebut, Apexindo memperpanjang jadwal memasukkan penawaran dari semula 8 November menjadi 13 November.

Essar merupakan salah satu calon pembeli saham perusahaan pengeboran yang telah ditetapkan masuk daftar pendek (shortlisted) bersama lima institusi lainnya yakni 3i Grup Plc, Texas Pacific Group, Bormindo, Abacus Capital, dan Recapital Investment Bank.

Direktur Utama Medco Energi Hilmi Panigoro ketika dikonfirmasi menolak menjelaskan secara rinci soal mundurnya kedua calon pembeli tersebut.

"Dalam proses divestasi selalu ada permintaan untuk menjaga kerahasiaan para pihak yang bertransaksi," ujarnya kemarin.

Hilmi mengaku tidak mengetahui soal perpanjangan waktu memasukkan penawaran. "Kalau ada yang minta pengunduran jadwal selama beberapa hari, saya pikir itu masih wajar karena bisa saja ada calon pembeli yang perlu melengkapi uji tuntasnya."

Harga saham Apexindo Jumat pekan lalu ditutup di level Rp2.475 per saham tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya. Mengacu pada harga saham tersebut, kapitalisasi pasar Apexindo saat ini Rp6,51 triliun.

Medco berencana menjual kepemilikannya di perusahaan pengeboran itu karena akan memfokuskan bisnisnya pada hulu minyak dan gas. (munir.haikal@bisnis. co.id/wisnu.wijaya@bisnis.co.id)

Oleh M. Munir Haikal & Wisnu Wijaya
Bisnis Indonesia