JAKARTA, Bisnis Indonesia: PT Mitra Rajasa Tbk akan diperiksa Ditjen Pajak pekan ini terkait dengan laporan keuangan perseroan dan kemampuan emiten itu mengakuisisi PT Apexindo Pratama Duta Tbk senilai Rp5,19 triliun.
Pemeriksaan Ditjen Pajak kepada Mitra Rajasa itu seiring dengan rencana pemeriksaan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kepada emiten ini.
"Tampaknya begitu. Namun yang pasti, kami akan menyampaikan bahwa pendanaan itu berasal dari utang dan selama ini kami taat pajak," ujar Komisaris Utama Mitra Rajasa Tito Sulistio setelah melaporkan detail penawaran tender ke Bapepam-LK, kepada Bisnis, kemarin.
Dia mengatakan guna pembiayaan itu dalam dua pekan Mitra Rajasa akan memfinalisasi seleksi atas tiga mitra strategis.
Mitra strategis yang akan digandeng dalam pembentukan anak perusahaan Sabre Systems International Pte Ltd dengan pendanaan berkisar Rp2,6 triliun guna mengambil alih saham Apexindo.
Kinerja konsolidasi Mitra Rajasa triwulan I (Rp miliar)
2008 2007
Pendapatan 65,56 27,89
Beban langsung jasa (37,93) (23,73)
Laba kotor 27,62 4,15
Beban usaha (4,86) (1,96)
Laba usaha 22,76 2,18
Beban lain-lain-Bersih (6,3) (1,82)
Laba sebelum taksiran pajak
penghasilan 16,45 0,35
Taksiran pajak penghasilan
Pajak kini (0,155) -
Pajak tangguhan (0,225) (0,067)
Laba bersih 16,07 0,29
Sumber : Mitra Rajasa
Sabre Systems International adalah suatu perusahaan yang dimiliki Mitra Rajasa secara langsung ataupun tidak langsung sebesar 100% dan berkedudukan di Singapura.
"Anak perusahaan Sabre itu berkedudukan di Singapura juga. Kami akan memfinalisasi pada pekan depan atau paling lambat dua pekan ke depan. Ada fund manager, bank investasi, dan perusahaan migas yang akan kami finalisasi."
Dia menuturkan perseroan siap menggelar penawaran tender pada medio pertengahan Agustus hingga pertengahan September mendatang.
Tito mengatakan perseroan akan mematok harga penawaran tender pada posisi Rp2.450 atau sama dengan harga pembelian saham Apexindo.
"Harga itu sudah premium karena harga tertinggi selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman di surat kabar 2 Juni 2008 adalah Rp1.930. Itu mengacu Peraturan Penawaran Tender Bapepam-LK tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka dan Penawaran Tender," ujarnya.
Dia menuturkan guna pembiayaan sisa saham publik yang akan dibeli Mitra Rajasa, saat ini perseroan masih menunggu revisi peraturan penawaran tender Bapepam-LK yang akan difinalisasi dalam waktu dekat.
Meski demikian, perseroan mengaku siap dalam hal pembiayaan penawaran tender dan disokong oleh Goldman Sachs. "Yang jelas, kami didukung 100% oleh bank investasi terbaik. Kami juga melaporkan ke Bapepam-LK dari sisi finansial, hukum dan administrasi," ujarnya.
Dia menolak berkomentar terkait dengan laporan PT Pertamina (Persero) yang meminta penjelasan dari PT Medco Energi Internasional Tbk, penjual Apexindo, dan mempertanyakan kepada Bapepam-LK atas penjualan 80,6% saham Apexindo kepada Mitra Rajasa,
Namun, dia menampik kabar bahwa di balik penjualan Apexindo kepada Mitra Rajasa itu justru ada Medco Energi. "Kalau Medco ada di balik ini, tentunya bisa kami selesaikan dalam sepekan."
Harga saham Apexindo kemarin ditutup menurun 4,71% ke level Rp2.025 per saham dari hari sebelumnya Rp2.125. (sylviana.pravita@bisnis.co.id)
Oleh Sylviana Pravita R.K.N.
Bisnis Indonesia